Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN, Tangkap Buronan Interpol
Jakarta — Dalam operasi senyap yang berlangsung dini hari, Badan Narkotika Nasional (BNN) dibawah komando Komjen Pol Suyudi Ario Seto berhasil membekuk seo
Jakarta — Dalam operasi senyap yang berlangsung dini hari, Badan Narkotika Nasional (BNN) dibawah komando Komjen Pol Suyudi Ario Seto berhasil membekuk seorang buronan internasional yang masuk dalam daftar Red Notice Interpol. Penangkapan ini menjadi tonggak penting bagi penegakan hukum narkotika di Indonesia dan mempertegas komitmen BNN dalam memburu pelaku kejahatan lintas negara.
Profil Singkat Komjen Suyudi Ario Seto
Komjen Suyudi Ario Seto bukanlah nama asing di korps kepolisian. Ia mengawali karier sebagai perwira pertama di Kepolisian Daerah Metro Jaya dan terus menanjak berkat dedikasinya dalam pengungkapan kasus-kasus besar. Sebelum menjabat Kepala BNN pada awal 2025, ia pernah menempati posisi strategis seperti Kapolda Jawa Timur, Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, dan Deputi Penindakan BNN. Pengalamannya di bidang intelijen dan kerja sama internasional menjadi bekal kuat dalam operasi penangkapan kali ini.
"Saya rasa pengalaman kerja sama dengan Interpol dan lembaga penegak hukum negara lain selama bertahun-tahun sangat membantu. Kami memiliki jaringan yang solid," ujar Suyudi dalam konferensi pers di gedung BNN.
Kronologi Penangkapan Buronan Interpol
Buronan berinisial M.A., warga negara asing yang diduga gembong sindikat narkotika internasional, telah menjadi target Interpol sejak 2023. Ia melarikan diri setelah pengungkapan laboratorium gelap sabu-sabu di kawasan Asia Tenggara. Red Notice diterbitkan atas permintaan otoritas Thailand, dan jejaknya terlacak di Indonesia melalui sinyal komunikasi yang dipantau BNN.
Operasi yang dinamai "Bersih Nusantara" ini digelar pada Sabtu dini hari (15/3/2025) di sebuah vila mewah di kawasan Puncak, Bogor. Tim gabungan BNN dan Imigrasi bergerak setelah memastikan target berada di lokasi. Tak ada perlawanan berarti, M.A. langsung diamankan bersama barang bukti berupa 15 kg sabu-sabu siap edar dan dua pucuk senjata api ilegal.
- Jumlah barang bukti: 15 kilogram sabu-sabu
- Senjata api: 2 pucuk pistol
- Modus: Vila sebagai tempat transit sebelum distribusi ke kota besar
Peran Strategis BNN dalam Jaringan Internasional
Penangkapan ini menunjukkan bahwa BNN tidak hanya fokus pada pengguna dan pengedar domestik, tetapi juga memburu jaringan internasional. Di bawah kepemimpinan Suyudi, BNN telah meningkatkan kerja sama dengan Drug Enforcement Administration (DEA) AS, Australian Federal Police, dan kantor pusat Interpol di Lyon, Prancis. Tahun 2025 saja, BNN telah menangkap tujuh buronan internasional, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Ini bukti bahwa Indonesia bukan tempat aman bagi pelaku kejahatan lintas negara. Kami akan terus memburu sampai ke akarnya," tegas Suyudi.
Tantangan dan Komitmen ke Depan
Meski sukses, Suyudi mengakui masih banyak tantangan berat, terutama dalam menghadapi modus operandi baru seperti penggunaan dark web dan cryptocurrency dalam transaksi narkotika. BNN berencana memperkuat unit siber dan menggandeng platform digital untuk deteksi dini.
"Kuncinya adalah kolaborasi. Semua pihak harus bersinergi, tidak bisa sendiri-sendiri," ucapnya.
[SOCIAL_TWEET]: Komjen Suyudi Ario Seto pimpin langsung penangkapan buronan Interpol di Puncak! 15 kg sabu diamankan. Indonesia makin tegas lawan sindikat internasional. #BNN #Interpol #BuronanNarkotika #Berita2Com[SOCIAL_TG]: 🚨 Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN, baru saja mencetak prestasi besar dengan membekuk buronan Interpol di Puncak. 15 kg sabu dan 2 senpi ilegal diamankan. BNN semakin garang di bawah kepemimpinannya!
Comments (0)