Oct 09, 2026
Bisnis

Kolaborasi DOKU dan Sabre Dorong Efisiensi Pembayaran Agen Perjalanan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis akhir tahun ini, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus menunjukkan pemulihan pasca-pandemi, dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara...

Kolaborasi DOKU dan Sabre Dorong Efisiensi Pembayaran Agen Perjalanan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis akhir tahun ini, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus menunjukkan pemulihan pasca-pandemi, dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara yang mengalami kenaikan dibandingkan periode tahun sebelumnya. Di tengah tren tersebut, dunia pemesanan tiket dan paket perjalanan kembali bergairah, dan salah satu simpul yang paling menentukan kecepatan roda bisnis ini adalah sistem pembayaran di kalangan agen perjalanan atau travel agent.

Baru-baru ini, dua nama besar di industri tersebut mengumumkan kerja sama strategis. DOKU, penyedia layanan pembayaran digital lokal, berpartner dengan Sabre Indonesia untuk memperkuat infrastruktur transaksi bagi para agen perjalanan di Tanah Air. Kedua perusahaan mengintegrasikan sebuah mekanisme yang disebut Deposit System, yaitu skema penampungan dana sementara agar agen tidak perlu melakukan transfer manual berulang kali setiap kali melakukan pemesanan.

Latar Belakang: Kenapa Sistem Pembayaran Agen Jadi Sorotan

Secara makro, Bank Indonesia mencatat nilai transaksi uang elektronik terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, dengan pertumbuhan dua digit dalam beberapa tahun terakhir. Namun pertumbuhan tersebut belum merata, terutama pada segmen business-to-business yang masih bergantung pada proses kliring manual, rekonsiliasi lewat spreadsheet, hingga pencairan dana yang memakan waktu berhari-hari. Bagi travel agent dengan margin tipis, keterlambatan ini berarti arus kas yang tertahan dan likuiditas yang tertekan.

Industri perjalanan sendiri memiliki karakteristik unik dibanding ritel konvensional. Sebuah penerbangan bisa dipesan ratusan ribu rupiah, sementara biaya perolehan tiket dari maskapai harus dibayarkan cepat, tetapi uang dari konsumen akhir belum tentu sudah masuk. Celah waktu inilah yang kerap memaksa agen menyiapkan modal kerja besar hanya untuk menjaga kelancaran operasional sehari-hari.

Integrasi Deposit System yang ditawarkan dalam kolaborasi ini berfungsi sebagai rekening bersama digital. Agen menyetor sejumlah saldo di awal, dan sistem otomatis menguranginya setiap kali transaksi pemesanan dilakukan. Dengan begitu, proses yang dulu membutuhkan konfirmasi manual per bank kini berjalan nyaris real-time.

Pro: Efisiensi Operasional dan Skalabilitas

Di satu sisi, manfaat efisiensi dari skema ini sangat nyata. Agen perjalanan tidak lagi perlu menunggu proses transfer antarbank yang kadang membutuhkan satu hari kerja penuh. Rekonsiliasi keuangan pun menjadi lebih rapi karena seluruh transaksi tercatat dalam satu platform. Untuk agen dengan volume ratusan transaksi per bulan, penghematan waktu operasional ini bisa diterjemahkan menjadi penambahan kapasitas pemesanan tanpa perlu menambah tenaga administrasi.

Selain itu, kolaborasi semacam ini memperkuat fundamental ekosistem travel digital di Indonesia. Ketika agen menengah dan kecil mendapat akses ke infrastruktur pembayaran yang selama ini lebih lazim dimiliki korporasi besar, terjadi pemerataan daya saing. Perusahaan rintisan penyedia paket perjalanan daerah, misalnya, bisa menikmati kemudahan yang sama dengan agen berjejaring nasional.

Ada juga dampak positif terhadap sentimen pasar industri. Investor dan mitra bisnis cenderung melihat perusahaan yang mampu berkolaborasi lintas platform sebagai pemain dengan tata kelola matang. Integrasi teknologi antara penyedia pembayaran dan penyedia solusi travel global semacam ini sinyal bahwa pasar Indonesia semakin dianggap layak investasi jangka panjang.

Di sisi lain, terdapat catatan kritis yang perlu diwaspadai. Efisiensi teknis belum tentu langsung diterima seluruh pelaku. Banyak travel agent mikro yang selama ini terbiasa dengan cara konvensional dan memiliki literasi digital terbatas. Proses adaptasi, pelatihan, hingga kekhawatiran soal keamanan dana di sistem penampungan bisa menjadi hambatan awal adopsi. Bank Indonesia sendiri secara konsisten mengingatkan pentingnya perlindungan konsumen dan standar keamanan data dalam setiap inovasi pembayaran.

Kontra: Risiko Konsentrasi dan Ketergantungan Teknologi

Pro: skala ekonomi yang lebih besar dan biaya transaksi per unit yang menurun. Kontra: ketergantungan pada satu penyedia teknologi. Bila terjadi gangguan sistem atau downtime, seluruh rantai pemesanan agen mitra bisa terhenti sekaligus. Pertanyaan soal bagaimana mekanisme pengamanan dana, siapa yang berwenang mengelola saldo, serta skema penyelesaian sengketa menjadi hal yang harus dijawab transparan.

Dari sudut pandang makro, konsentrasi penyedia layanan pembayaran juga memunculkan risiko systemic. Semakin banyak pihak yang bergantung pada satu integrasi, semakin besar dampaknya bila terjadi kegagalan teknis. Regulator tentu perlu memastikan bahwa pertumbuhan transaksi digital tidak berjalan lebih cepat dari kapasitas pengawasannya.

Valuasi bisnis agen perjalanan pun bisa terpengaruh. Perusahaan dengan proses operasional yang sudah terdigitalisasi umumnya mendapat apresiasi lebih tinggi dari calon investor, sementara agen yang lambat beradaptasi bisa tertinggal. Ketimpangan ini, bila dibiarkan, berpotensi mempercepat konsentrasi pasar pada segelintir pemain besar.

Proyeksi dan Tren ke Depan

Menyoroti data pariwisata BPS dan pola konsumsi rumah tangga, tren perjalanan domestik diperkirakan tetap menjadi tulang punggung industri setidaknya dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Dalam konteks itu, efisiensi pembayaran bukan sekadar kemewahan teknologi, melainkan kebutuhan agar rantai pasok perjalanan tetap lincah.

Bagi para pengambil keputusan di sektor ini, beberapa pertanyaan layak diajukan: seberapa cepat sistem baru menekan waktu rekonsiliasi, bagaimana struktur biaya dibanding metode lama, serta apa jaminan bila terjadi selisih dana. Angka-angka inilah yang sebaiknya diukur secara berkala, bukan sekadar klaim efisiensi.

Pada akhirnya, kolaborasi antara penyedia pembayaran lokal dan platform perjalanan internasional ini menarik untuk dipantau. Bila implementasinya berjalan mulus, potensi peningkatan likuiditas dan percepatan transaksi bagi ribuan agen bisa menjadi katalis pertumbuhan. Namun bila aspek keamanan, literasi, dan tata kelola terabaikan, manfaatnya bisa tergerus. Seperti biasa dalam ekonomi, setiap peluang selalu datang bersama risikonya sendiri, dan keputusan bijak lahir dari penimbangan dua sisi tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User