Kemendikdasmen Luncurkan PM-KKA, APTISI Rakernas Perkuat PTS

Dua denyut penting pendidikan nasional berdetak nyaris bersamaan: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis terobosan pelatihan gu

Jul 28, 2026 - 09:37
0 0
Kemendikdasmen Luncurkan PM-KKA, APTISI Rakernas Perkuat PTS

Dua denyut penting pendidikan nasional berdetak nyaris bersamaan: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis terobosan pelatihan guru berbasis digital, sementara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) bersiap menggelar rapat kerja nasional di Lampung. Kedua peristiwa itu menjangkau jenjang yang berbeda—pendidikan dasar-menengah dan pendidikan tinggi—namu benang merahnya sama: mendesak agar Indonesia segera beranjak dari sekadar “siap menghadapi era digital” menjadi pemenang di dalamnya.

Pada 2026, Kemendikdasmen secara resmi meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) DKI Jakarta. Tidak lama berselang, Yayasan Alfian Husin menyatakan dukungan penuh terhadap Rakernas I APTISI yang akan berlangsung di Hotel Grand Mercure Lampung pada 22–23 Agustus 2026. Jika PM‑KKA menjadi tulang punggung literasi digital baru bagi guru, Rakernas APTISI diyakini bakal menjadi panggung bagi perguruan tinggi swasta (PTS) se-Indonesia untuk menyusun ulang strategi di tengah disrupsi.

Guru Bisa Tingkatkan Kompetensi dari Mana Saja

Dahulu pelatihan guru sering terbentur jarak, waktu, dan anggaran. “Guru di daerah terpencil kadang harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mengikuti lokakarya dua hari,” bisik seorang kepala sekolah di pedalaman Lampung yang enggan disebutkan namanya. Kini, partisi geografis itu coba dirobohkan oleh PM‑KKA: pelatihan yang sepenuhnya mandiri, bisa diakses kapan saja lewat platform Ruang GTK.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa guru harus menjadi pusat perubahan. Di depan ratusan peserta yang hadir di BGTK Jakarta, ia menekankan dua identitas yang melekat pada pendidik: agen pembelajaran sekaligus agen peradaban.

“Guru hebat bukan mereka yang merasa tahu segalanya, melainkan mereka yang terus mau belajar. Digitalisasi adalah arusnya, dan Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru.”

PM‑KKA tidak sekadar menghadirkan modul pedagogi konvensional, tetapi juga menyuntikkan keterampilan yang relevan dengan Revolusi Industri 4.0: koding dan kecerdasan artifisial. Peserta akan diajak memahami logika pemrograman, dasar‑dasar AI, serta cara mengintegrasikan teknologi itu ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Materi disusun bertingkat sehingga guru pemula sekalipun dapat mengikuti tanpa rasa gamang.

Angka partisipasi yang ditargetkan cukup ambisius: 500.000 guru pada tahun pertama. Jika tercapai, program ini akan menyentuh hampir seperempat dari total guru di Indonesia. Platform daring yang responsif terhadap gawai sederhana diharapkan mampu menjangkau wilayah dengan koneksi internet terbatas, sesuatu yang kerap menjadi ganjalan program serupa.

Rakernas APTISI: Momentum Kebangkitan PTS

Beranjak ke jenjang yang lebih tinggi, Rakernas I APTISI di Lampung menjadi magnet tersendiri. Yayasan Alfian Husin, melalui Ketua Dewan Pembina Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., memastikan keterlibatan penuh untuk menyukseskan forum tersebut. Baginya, acara ini bukan sekadar seremonial.

“Kami ingin Lampung menjadi pusat lahirnya gagasan besar untuk Indonesia. PTS tidak boleh hanya menjadi penonton dalam era digital, tetapi harus tampil sebagai pelaku utama dalam mencetak SDM unggul yang berdaya saing global.”

Rakernas diperkirakan akan dihadiri para pimpinan PTS dari seluruh Indonesia. Agenda utama mencakup penyusunan peta jalan digital readiness kampus swasta, penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan industri (DUDI), serta pembahasan kurikulum adaptif yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja masa depan. Kehadiran tokoh-tokoh pendidikan nasional dijadwalkan turut memberi arahan, mengonfirmasi betapa besar perhatian yang kini diarahkan kepada sektor swasta pendidikan tinggi.

Dr. Andi juga menyoroti ketimpangan yang masih membayangi. “Banyak PTS di daerah yang memiliki semangat luar biasa, tetapi akses terhadap teknologi dan jejaring industri masih terbatas. Rakernas ini harus menjadi jembatan,” jelasnya. Ia berharap hasil konkret forum bukan hanya dokumen rekomendasi, melainkan inisiatif kolaboratif semacam konsorsium riset antarkampus atau pusat inovasi bersama.

Benang Merah: Digitalisasi yang Inklusif dan Berkelanjutan

PM‑KKA dan Rakernas APTISI mungkin berlari di jalur yang berbeda, tetapi keduanya menuju arah yang sama: ekosistem pendidikan yang menyatu antara pedagogi modern di kelas dan daya saing kampus di level global. Ketika guru dibekali kemampuan mengajarkan pemikiran komputasional, lulusan sekolah menengah akan tiba di bangku kuliah dengan fondasi digital yang kokoh. PTS, di sisi lain, akan memanen calon mahasiswa yang lebih siap, sementara kampus harus segera membenahi kurikulum agar tidak mengulang materi yang sudah dikuasai.

Sebuah tabel sederhana membantu melihat keterkaitan ini:

AspekPM-KKA (Sekolah)Rakernas APTISI (PTS)
SasaranGuru dasar‑menengahPimpinan perguruan tinggi swasta
Fokus utamaPedagogi mendalam, koding, AIKurikulum adaptif, kemitraan DUDI, digital readiness
MetodePelatihan daring mandiriForum tatap muka nasional
Efek hilirSiswa melek digital lebih diniLulusan terserap industri global

Dr. Andi menambahkan, “Sinergi antara pemerintah, kampus, dan dunia usaha adalah kunci agar pendidikan tinggi tidak berjalan sendiri‑sendiri. Dunia usaha membutuhkan talenta yang siap pakai, dan kampus harus menjadi pemasok utama, bukan sekadar pencetak ijazah.”

Dengan PM‑KKA yang membangun kapasitas guru dan Rakernas APTISI yang memperkuat ekosistem perguruan tinggi swasta, maka rantai pasok SDM unggul nasional mulai tampak bentuknya. Kendati demikian, tantangan tetap mengintai: mulai dari kesenjangan infrastruktur digital di daerah, resistensi terhadap perubahan, hingga kebutuhan mendesak akan pelatihan bagi dosen agar selevel dengan guru yang kini lebih dulu mengadopsi teknologi baru.

Langkah Kemendikdasmen dan APTISI ini, jika dieksekusi dengan konsisten, berpotensi membalik paradigma lama bahwa inovasi pendidikan hanya milik segelintir institusi di kota besar. Dari pelosok desa tempat guru mengakses modul AI hingga ruang konferensi di Lampung yang dipadati rektor PTS, Indonesia tengah merajut masa depan yang lebih berkeadilan—satu guru dan satu kampus pada satu waktu.

[SOCIAL_TWEET]: Guru kini bisa #UpgradeKompetensi dari mana saja lewat PM-KKA Kemendikdasmen! Sementara itu, APTISI & Yayasan Alfian Husin siap gelar Rakernas perkuat PTS di Lampung. Dua langkah besar menuju #PendidikanUnggul, benang merahnya: digitalisasi inklusif. 🧑‍🏫💻🚀[SOCIAL_TG]: 🔔 Update Pendidikan: — Kemendikdasmen resmi luncurkan Pelatihan Mandiri PM-KKA: guru bisa belajar koding & AI dari mana saja. — Yayasan Alfian Husin dukung Rakernas I APTISI di Lampung untuk perkuat daya saing PTS. Simak benang merah transformasi pendidikan kita di artikel ini.🧵 [1/5] Kemendikdasmen baru saja meluncurkan Pelatihan Mandiri PM-KKA. Isinya: pembelajaran mendalam, koding, dan AI—semuanya bisa diakses guru di pelosok lewat Ruang GTK. 🧵 [2/5] “Guru hebat bukan yang merasa tahu segalanya, tapi yang terus mau belajar,” pesan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Target tahun pertama: 500.000 guru terlibat. 🧵 [3/5] Di sisi lain, Yayasan Alfian Husin mendukung penuh Rakernas I APTISI di Lampung, 22–23 Agustus 2026. “PTS harus jadi pelaku utama, bukan penonton era digital,” tegas Dr. Andi Desfiandi. 🧵 [4/5] Benang merahnya? Guru dibekali AI & koding → lulusan SMA lebih siap kuliah. PTS pun menyusun kurikulum adaptif agar tak ketinggalan zaman. Rantai pasok SDM unggul mulai terbentuk. 🧵 [5/5] PR-nya: infrastruktur digital di daerah, resistensi perubahan, dan pelatihan dosen. Tapi jika konsisten, inovasi tak lagi milik segelintir. Indonesia bisa lebih berkeadilan—dari desa hingga kampus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User