Sep 16, 2026
Hukum

Kejagung Sita Aset Tanah Rp 846 Miliar Terkait TPPU Febrie

Di balik dinding kokoh Korps Adhyaksa, sebuah skandal megah kembali mengguncang fondasi penegakan hukum nasional. Penyidik khusus dari Tim 9 Kejaksaan Agun

Kejagung Sita Aset Tanah Rp 846 Miliar Terkait TPPU Febrie

Di balik dinding kokoh Korps Adhyaksa, sebuah skandal megah kembali mengguncang fondasi penegakan hukum nasional. Penyidik khusus dari Tim 9 Kejaksaan Agung bergerak cepat menyita puluhan aset bernilai fantastis yang diduga kuat terkait dengan praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sosok yang berada di pusat pusaran perkara ini bukan orang biasa, melainkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Penelusuran rekam jejak keuangan membongkar kepemilikan puluhan properti yang tak sebanding dengan profil jabatannya.

Megaskandal di Balik Seragam Adhyaksa

Penyitaan ini bukan sekadar tindakan administratif biasa, melainkan hasil penelusuran mendalam terhadap arus kas dan kepemilikan aset yang disembunyikan secara rapi. Sebanyak 38 objek tanah yang tersebar di berbagai wilayah strategis kini resmi dipasang plang penyitaan oleh penyidik negara. Nilai akumulatif dari deretan aset tanah tersebut diperkirakan mencapai angka yang sangat fantastis, yakni Rp 846 miliar.

"Kami tidak akan menoleransi bentuk penyimpangan apa pun, terlebih lagi jika itu melibatkan pihak internal yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum," ungkap seorang sumber internal penyidik yang enggan disebutkan namanya.

Langkah agresif Tim 9 Kejaksaan Agung ini menandai komitmen serius lembaga untuk membongkar muara pencucian uang hingga ke akar-akarnya, tanpa memandang status maupun mantan posisi mentereng sang pejabat.

Jejak Samaran dan Modus Pencucian Uang

Investigasi mendalam menunjukkan bahwa modus yang digunakan dalam kasus ini melibatkan skema penyamaran kepemilikan (*asset laundering*) secara sistematis. Aset-aset tanah diduga kuat dialihkan atau dibeli dengan menggunakan identitas pihak ketiga (*nominee*) guna memutus rantai asal-usul dana ilegal. Upaya menyembunyikan kekayaan hasil kejahatan ini mencerminkan betapa rapi dan kompleksnya jaringan tindak pidana di lingkungan penegak hukum.

Kategori Aset Jumlah Objek Estimasi Nilai Total Modus Kepemilikan
Tanah Strategis 38 Titik Rp 846 Miliar Atas Nama Nominee / Pihak Ketiga

Penelusuran transaksi keuangan mengindikasikan adanya akumulasi kekayaan yang melonjak tajam dalam periode tertentu. Penyidik kini fokus mendalami apakah aliran dana fantastis tersebut berhubungan langsung dengan penanganan perkara-perkara besar yang pernah berada di bawah kewenangannya.

Ujian Kredibilitas dan Runtuhnya Kepercayaan Publik

Penyitaan aset tanah senilai ratusan miliar rupiah ini mengirimkan sinyal keras sekaligus tamparan mematikan bagi kredibilitas penegakan hukum. Sebagai lembaga yang selama ini dipercaya publik dalam membongkar megaskandal korupsi nasional, keterlibatan mantan pejabat tingginya dalam perkara pencucian uang menimbulkan kekecewaan mendalam di masyarakat.

Febrie Adriansyah yang di masa lalu dikenal aktif menangani berbagai kasus korupsi kelas kakap, kini justru harus berhadapan dengan hukum sebagai pihak yang tersudut oleh temuan aset tak wajar. Publik kini menanti transparansi penuh dalam proses hukum ini tanpa ada perlindungan korporat maupun keistimewaan perlakuan.

Penelusuran Lanjutan dan Potensi Tersangka Baru

Tim 9 dipastikan tidak akan berhenti pada penyitaan 38 objek tanah ini. Penyidik mengisyaratkan adanya pelacakan aset lanjutan (*asset tracing*) yang mencakup rekening perbankan, instrumen investasi, hingga dugaan kepemilikan aset di luar negeri. Penyitaan aset Rp 846 miliar ini diyakini hanyalah pemicu awal untuk membuka tabir jaringan yang lebih luas.

"Proses hukum akan terus bergulir secara transparan dan akuntabel. Setiap rupiah yang terbukti berasal dari tindak pidana korupsi dan TPPU wajib dikembalikan sepenuhnya kepada negara," tegas juru bicara tim penyidik dalam keterangannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User