Oct 12, 2026
Hukum

Kegagalan Negara di Tengah Ancaman Krisis Iklim Global

Pemerintah Inggris tengah menghadapi kritik tajam terkait strategi kesiapsiagaan menghadapi bencana lingkungan. Alih-alih memperkuat infrastruktur nasional

Kegagalan Negara di Tengah Ancaman Krisis Iklim Global

Pemerintah Inggris tengah menghadapi kritik tajam terkait strategi kesiapsiagaan menghadapi bencana lingkungan. Alih-alih memperkuat infrastruktur nasional, otoritas justru dinilai menimpakan tanggung jawab besar kepada individu warga negara melalui kampanye kesiapsiagaan yang dianggap tidak proporsional.

Kampanye Prepare yang diluncurkan pemerintah menjadi sorotan. Masyarakat diminta menimbun makanan, menyiapkan persediaan darurat, dan mencuci tangan sebagai langkah antisipasi. Namun, banyak pihak menilai pendekatan ini sebagai bentuk pelepasan tanggung jawab negara yang sistematis.

"Negara sedang membuang tanggung jawabnya ke depan pintu rumah kita, sementara kebijakan yang mempercepat krisis justru terus diberi lampu hijau," tulis George Monbiot, kolumnis The Guardian, dalam analisisnya.

Kritik ini muncul di tengah melemahnya ketahanan nasional Inggris yang disebut-sebut berada pada titik terendah sejak Perang Dunia II. Infrastruktur publik seperti layanan kesehatan NHS, sistem perbankan, jaringan pipa air, dan bangunan sekolah mengalami degradasi bertahun-tahun tanpa perbaikan signifikan.

Beban Individu vs Tanggung Jawab Struktural

Monbiot menyoroti ironi ketika warga diminta mengambil peran yang seharusnya menjadi tugas negara. Membangun sistem pertahanan, meregulasi bank, mengganti pipa air utama, hingga mereformasi pendidikan adalah domain kebijakan publik yang tidak bisa diserahkan kepada tindakan individual semata.

Pernyataan Andy Burnham dalam konferensi Partai Buruh pekan lalu yang menjanjikan "Inggris di mana rakyat merasa negaranya kembali mendukung mereka" justru kontras dengan realitas di lapangan. Janji politik tersebut dinilai membutuhkan perubahan mendasar dalam hampir seluruh lini kebijakan.

  • Ketahanan nasional melemah akibat minimnya investasi infrastruktur kritis selama bertahun-tahun.
  • Kampanye kesiapsiagaan dinilai mengalihkan beban dari pemerintah ke masyarakat.
  • Kebijakan lingkungan yang kontradiktif: mendorong kesiapsiagaan sekaligus mempercepat krisis ekologis.
  • Kesenjangan kelas memperparah dampak karena kelompok rentan paling terdampak bencana.

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa retorika kesiapsiagaan tanpa aksi struktural hanya akan menjadi simbolisme politik. Masyarakat yang diminta menimbun makanan dan mencuci tangan tentu tidak dapat menghadapi badai ekstrem, banjir besar, atau krisis pangan yang berskala nasional.

Pertanyaan mendasar yang muncul: apakah negara benar-benar serius melindungi warganya, atau sekadar mengalihkan tanggung jawab agar terlihat bertindak? Tanpa reformasi kebijakan yang menyeluruh, ketahanan nasional Inggris akan terus tergerus hingga titik tidak bisa dipulihkan.

Urgensi Reformasi Kebijakan Menyeluruh

Kesiapsiagaan menghadapi bencana lingkungan bukan sekadar urusan persediaan pangan di rumah atau protokol kebersihan pribadi. Ini adalah persoalan sistemik yang memerlukan komitmen politik, alokasi anggaran besar, dan reformasi tata kelola lintas sektor.

Selama pemerintah lebih sibuk mengedukasi warga soal menimbun makanan dibanding memperbaiki infrastruktur kritis, janji-janji politik tentang negara yang "mendukung rakyatnya" hanya akan menjadi retorika kosong tanpa substansi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User