Sep 10, 2026
Nasional

KEDIRI — Menhub Pastikan Bandara Internasional Dhoho Beroperasi Awal 2024

Kementerian Perhubungan terus mengakselerasi evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur dan fasilitas keselamatan di Bandara Internasional Dhoho,

KEDIRI — Menhub Pastikan Bandara Internasional Dhoho Beroperasi Awal 2024

Kementerian Perhubungan terus mengakselerasi evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur dan fasilitas keselamatan di Bandara Internasional Dhoho, Kediri, Jawa Timur. Proyek strategis bernilai triliunan rupiah ini diproyeksikan mulai melayani penerbangan komersial secara penuh pada awal tahun 2024, sekaligus menandai babak baru konektivitas udara di kawasan selatan Pulau Jawa.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memimpin langsung inspeksi lapangan guna meninjau kesiapan teknis maupun operasional terminal penumpang, landasan pacu, serta sistem navigasi udara. Peninjauan ini difokuskan pada pemenuhan standar keselamatan dan keamanan penerbangan sebelum izin komersialisasi resmi diterbitkan oleh regulator.

"Bandara Dhoho merupakan proyek percontohan kerja sama pemerintah dan badan usaha yang sangat progresif. Kami ingin memastikan seluruh aspek teknis, mulai dari kalibrasi instrumen hingga alur operasional penumpang, telah memenuhi regulasi internasional sebelum melayani publik," ujar Budi Karya Sumadi dalam keterangannya saat berada di Kediri.

Tahapan Akhir Verifikasi dan Uji Kelaikan Udara

Sebelum membuka pintu bagi maskapai nasional dan internasional, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menjalankan serangkaian tahapan verifikasi yang ketat. Proses pengujian ini mencakup simulasi operasional darat dan udara untuk meminimalisasi potensi kendala teknis saat peluncuran resmi.

  1. Kalibrasi Instrumen Navigasi: Pesawat kalibrasi Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan telah menuntaskan pemetaan presisi instrumen pendaratan Instrument Landing System (ILS) dan radar.
  2. Pelaksanaan Proving Flight: Uji terbang operasional dilakukan untuk memvalidasi kesiapan landasan pacu sepanjang 3.300 meter dengan lebar 45 meter agar mampu didarati pesawat berbadan lebar (wide-body) seperti Boeing 777.
  3. Sertifikasi Bandar Udara (SBU): Penerbitan sertifikat kelaikan operasi komersial setelah seluruh temuan evaluasi keselamatan dinyatakan tuntas tanpa catatan kritis.

Model Pendanaan Swasta Murni Pertama di Indonesia

Investigasi tim Beritadua.com mencatat keunikan struktural dari pembangunan Bandara Internasional Dhoho. Proyek ini menjadi infrastruktur bandara pertama di Indonesia yang didanai secara mandiri 100 persen oleh sektor swasta, yaitu PT Surya Dhoho Investama (SDhI) yang merupakan anak usaha dari PT Gudang Garam Tbk, melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited.

Dengan kapasitas terminal tahap awal yang dirancang menampung hingga 1,5 juta penumpang per tahun, bandara ini disiapkan tidak hanya untuk penerbangan domestik reguler, tetapi juga sebagai embarkasi haji dan umrah bagi masyarakat di wilayah Mataraman Jawa Timur, meliputi Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Nganjuk, hingga Madiun.

Dampak Ekonomi dan Aksesibilitas Kawasan Mataraman

Kehadiran infrastruktur megah ini dinilai akan memecah konsentrasi mobilitas udara yang selama ini bertumpu di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Integrasi konektivitas ini juga didukung oleh pembangunan jalan tol pendukung ruas Kediri–Tulungagung dan ruas Kediri–Kertosono.

  • Mempersingkat waktu tempuh logistik kargo komoditas unggulan dari kawasan selatan Jawa Timur menuju pasar domestik dan ekspor.
  • Memacu pertumbuhan sektor pariwisata regional, khususnya destinasi alam dan budaya di pesisir selatan.
  • Membuka sentra ekonomi baru di sekitar lingkar bandara, mulai dari perhotelan hingga industri pergudangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User