Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Indramayu Tewaskan Tiga Orang
Indramayu, Beritadua.com — Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalur Pantura, tepatnya di ruas Jalan Raya Pantura Desa Karanganyar, Kecamatan K
Indramayu, Beritadua.com — Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalur Pantura, tepatnya di ruas Jalan Raya Pantura Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Insiden yang melibatkan sebuah truk tronton bermuatan pupuk dan satu unit minibus keluarga ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian serta dua lainnya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Indramayu.
Kronologi Kejadian Berdasarkan Keterangan Saksi
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun tim Beritadua.com di lapangan, rangkaian peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 03.30 WIB. Berikut kronologi yang disusun dari keterangan saksi mata dan pihak kepolisian:
- Pukul 03.00 WIB — Truk tronton bernomor polisi B-9834-UYT yang dikemudikan oleh Suparno (47), warga Brebes, Jawa Tengah, melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta melalui Jalur Pantura. Kendaraan berat tersebut mengangkut muatan pupuk urea seberat kurang lebih 25 ton.
- Pukul 03.25 WIB — Minibus Avanza silver bernomor polisi E-1567-ZF yang ditumpangi satu keluarga beranggotakan lima orang melaju dari arah berlawanan (Jakarta menuju Cirebon). Minibus dikemudikan oleh Ahmad Fauzi (52), warga Desa Jatibarang, dengan kecepatan sedang.
- Pukul 03.30 WIB — Saat melintas di tikungan landai dekat area persawahan Desa Karanganyar, diduga sopir truk tronton kehilangan konsentrasi dan mengantuk. Truk oleng ke kanan dan melewati marka jalan, kemudian menghantam sisi depan minibus yang melaju dari arah berlawanan secara frontal.
- Pukul 03.32 WIB — Warga sekitar yang mendengar benturan keras segera berlari ke lokasi kejadian. Saksi mata, Rasman (45), menyatakan bahwa suara tabrakan terdengar seperti ledakan besar yang membangunkan warga dari tidur.
- Pukul 03.45 WIB — Tim kepolisian dari Unit Laka Lantas Polres Indramayu dan ambulans RSUD Indramayu tiba di lokasi. Proses evakuasi korban berlangsung dramatis karena kondisi minibus yang ringsek parah pada bagian depan.
Kondisi Korban dan Identifikasi
Tiga korban yang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) adalah pengemudi minibus Ahmad Fauzi (52), istrinya Siti Maryam (48), dan anak bungsu mereka, Naura Aulia (9). Sementara itu, dua anak lainnya — Rizky Pratama (19) dan Dinda Safira (15) — mengalami luka berat dan segera dilarikan ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diturunkan, kedua korban luka masih berada dalam pengawasan tim dokter di ruang ICU.
"Saya mendengar suara tabrakan sangat keras, seperti bom. Begitu saya keluar rumah dan sampai di jalan, saya melihat mobil Avanza sudah hancur di bagian depan. Sopir truknya selamat, tapi kelihatan linglung dan syok berat," ujar Rasman, saksi mata yang pertama kali tiba di lokasi kejadian saat ditemui Beritadua.com.
Sopir Truk Diamankan Polisi
Suparno (47), sopir truk tronton yang selamat tanpa luka berarti, langsung diamankan oleh aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kapolres Indramayu AKBP Dedi Suryadi melalui Kasat Lantas AKP Hendra Gunawan menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya indikasi kelalaian pengemudi truk. "Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, diduga sopir truk mengantuk hingga kehilangan kendali. Kami masih mendalami lebih lanjut, termasuk melakukan tes urine untuk memastikan ada tidaknya pengaruh zat terlarang," jelas AKP Hendra.
Kemacetan Panjang di Jalur Pantura
Insiden kecelakaan ini memicu kemacetan panjang di Jalur Pantura Indramayu. Kendaraan dari kedua arah — Cirebon maupun Jakarta — terpaksa antre hingga lebih dari tiga kilometer selama proses evakuasi berlangsung. Petugas kepolisian bersama warga bahu-membahu mengatur lalu lintas dengan sistem buka-tutup agar arus kendaraan tetap bisa bergerak perlahan. Proses evakuasi bangkai kendaraan baru selesai sekitar pukul 07.00 WIB, dan arus lalu lintas kembali normal secara bertahap setelahnya.
Jalur Pantura: Sejarah Kelam Kecelakaan Lalu Lintas
Jalur Pantura sendiri memang dikenal sebagai salah satu ruas jalan paling rawan kecelakaan di Indonesia. Data Korlantas Polri mencatat sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026, lebih dari 2.300 kasus kecelakaan terjadi di sepanjang jalur pantai utara Jawa ini, dengan korban meninggal mencapai 672 jiwa. Faktor kelelahan pengemudi kendaraan berat, kondisi jalan yang minim penerangan, serta keterbatasan fasilitas rest area menjadi penyumbang utama tingginya angka kecelakaan.
Upaya Pencegahan dan Imbauan Keselamatan
Menyikapi insiden ini, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat kembali mengimbau seluruh pengguna jalan — khususnya pengemudi kendaraan berat — untuk selalu mematuhi aturan waktu kerja dan istirahat. Setiap pengemudi diwajibkan beristirahat minimal 30 menit setelah mengemudi selama empat jam berturut-turut. Selain itu, penambahan rest area dan titik pemeriksaan di sepanjang Jalur Pantura terus diupayakan untuk menekan angka kecelakaan.
Pemerintah Kabupaten Indramayu juga berencana memasang lampu penerangan jalan tambahan di titik-titik rawan serta rambu peringatan elektronik guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, terutama pada jam-jam rawan dini hari.
Reporter: Tim Beritadua.com
[SOCIAL_TWEET]: Kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu dini hari tadi menewaskan tiga orang satu keluarga. Sopir truk tronton diduga mengantuk dan oleng hingga tabrak minibus dari arah berlawanan. Evakuasi picu kemacetan 3 km. #KecelakaanPantura #Indramayu #JalurPantura[SOCIAL_TG]: 🚨 Kecelakaan Maut Jalur Pantura Indramayu 📅 Minggu, 12 Juli 2026 | ⏰ 03.30 WIB 💀 3 Tewas | 🏥 2 Luka Berat Sopir truk tronton diduga mengantuk, oleng, lalu tabrak minibus keluarga secara frontal. Evakuasi sempat timbulkan kemacetan 3 km. Selengkapnya di Beritadua.com
Comments (0)