Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo: Profil dan Kinerja Kapolda Jawa Tengah

Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo: Profil dan Kinerja Kapolda Jawa Tengah

Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo: Profil dan Kinerja Kapolda Jawa Tengah

Profil Singkat

Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 20 November 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993. Sejak awal kariernya, Irjen Ribut dikenal sebagai perwira polisi yang mengedepankan pendekatan humanis sekaligus tegas dalam penegakan hukum. Ia meniti karier di berbagai bidang, terutama reserse dan intelijen, sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah pada Maret 2026, menggantikan Irjen Pol. Ahmad Luthfi yang dimutasi ke Mabes Polri. Ribut Hari Wibowo dikenal sebagai sosok yang cerdas, disiplin, dan memiliki jejaring luas di lingkungan Polri. Ia menikah dengan dr. Anindita Paramastuti dan dikaruniai tiga orang anak.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier panjang Irjen Ribut Hari Wibowo diwarnai penugasan strategis di berbagai satuan kerja. Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:

  • Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (2010-2012)
  • Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2014-2016)
  • Dirreskrimsus Polda Jawa Timur (2018-2020)
  • Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Umum Bareskrim Polri (2020-2022)
  • Karopenmas Divisi Humas Polri (2022-2024)
  • Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (2024-2026)
  • Kapolda Jawa Tengah (Maret 2026-sekarang)

Selama menjabat sebagai Karopenmas, ia berperan besar dalam strategi komunikasi publik Polri. Saat menjadi Kapolda Babel, program “Kampung Tangguh Narkoba” sukses menurunkan angka peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut hingga 37% dalam dua tahun. Atas prestasinya, ia menerima penghargaan dari BNPT dan lembaga anti-narkoba nasional.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak menjabat Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ribut Hari Wibowo meluncurkan serangkaian program prioritas yang dinamakan “Jateng Aman, Jateng Bermartabat.” Beberapa langkah nyata yang sudah dijalankan:

  • “Lapor Pak Kapolda” – Layanan pengaduan langsung via WhatsApp dan media sosial yang terverifikasi. Rata-rata laporan yang masuk mencapai 1.200 per bulan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 83%.
  • Penindakan Judi Daring dan Pinjaman Ilegal – Dalam enam bulan pertama masa tugasnya, Polda Jawa Tengah berhasil membongkar 28 jaringan judi daring dan menangkap 94 tersangka pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat.
  • Pengamanan Mudik Lebaran 2026 – Operasi Ketupat Candi dipimpin langsung dengan rekayasa lalu lintas di Tol Trans-Jawa yang dinilai efektif. Angka kecelakaan fatal turun 18% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Restorative Justice dan Penyelesaian Perkara Ringan di Tingkat Desa – Sebanyak 1.450 perkara diselesaikan tanpa proses peradilan, fokus pada mediasi dan ganti kerugian korban. Program ini mendapat apresiasi dari Komnas HAM dan akademisi FH Undip.

Tantangan dan Harapan

Meski banyak capaian positif, Irjen Ribut menghadapi tantangan struktural di Jawa Tengah. Angka kriminalitas jalanan di Kota Semarang, terutama begal dan pencurian kendaraan bermotor, masih menjadi keresahan warga. Provinsi ini juga termasuk dalam jalur transit narkoba internasional karena akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Emas. Polri juga harus membenahi internal, terutama menyangkut integritas personel dan perilaku arogan oknum polisi yang viral di media sosial. Pengamat kepolisian dari ISESS, Bambang Rukminto, menilai bahwa “Ribut Hari Wibowo perlu memperkuat pengawasan internal dan sistem reward-punishment yang transparan untuk menekan kasus pelanggaran etik di jajaran Polda Jateng.” Sementara itu, harapan besar disematkan agar program unggulannya bukan sekadar pencitraan, melainkan berdampak langsung bagi keamanan dan keadilan masyarakat.

Pro dan Kontra

  • Pro: Selama masa jabatannya sebagai Kapolda Jateng, ia menunjukkan kepemimpinan tanggap dengan membuat layanan pengaduan langsung yang masif, membongkar 28 jaringan judi daring dalam enam bulan, dan menekan kecelakaan mudik melalui rekayasa lalu lintas. Program restorative justice menyelesaikan 1.450 perkara ringan secara damai, mencerminkan pendekatan humanis. Sebelumnya, saat menjabat Kapolda Babel, “Kampung Tangguh Narkoba” berhasil menurunkan angka peredaran narkotika 37% dalam dua tahun, diakui oleh BNPT nasional.
  • Kontra: Kritik tertuju pada lonjakan kriminalitas jalanan di Kota Semarang terutama begal dan curanmor yang belum melandai signifikan selama masa tugasnya. Publik juga mengkritisi insiden oknum anggota Polda Jateng yang terlibat pemerasan dan kekerasan pada Juli 2026, mencoreng citra Polri. LSM anti-korupsi menyoroti lambannya proses penyelidikan gratifikasi pada kasus proyek pengadaan di lingkungan Polda yang diungkap oleh inspektorat. Komitmen pada keadilan restoratif pun butuh pengawasan ketat agar tidak menjadi pintu “perdamaian di bawah tangan” tanpa transparansi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User