Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda wilayah Kalimantan Tengah tidak hanya memicu krisis kualitas udara, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian masyarakat rentan. Menanggapi situasi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperluas jangkauan intervensi sosial melalui distribusi logistik dan bantuan pangan terpadu kepada ribuan kepala keluarga yang terdampak paparan asap tebal.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa skema perlindungan sosial darurat ini dirancang lintas sektor untuk menjamin kebutuhan pokok harian masyarakat tidak terputus selama masa tanggap darurat bencana berlangsung.
"Penyaluran bantuan pangan ini kami arahkan langsung menyasar berbagai kalangan masyarakat terdampak, khususnya pekerja informal, petani, nelayan tradisional, serta lansia yang aktivitas ekonominya terhenti total akibat kabut asap pekat," ujar Agustiar Sabran dalam peninjauan distribusi logistik di Palangka Raya.
Eskalasi Karhutla dan Dampak terhadap Sektor Informal
Berdasarkan investigasi lapangan di sejumlah titik rawan seperti Palangka Raya, Kotawaringin Timur, dan Pulang Pisau, kabut asap tebal dengan tingkat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kategori berbahaya sempat memaksa pembatasan aktivitas luar ruang. Kondisi ini secara langsung memukul pendapatan harian pedagang kecil, ojek pangkalan, hingga buruh harian lepas.
Pemprov Kalteng mencatat beberapa kelompok paling rentan yang kini masuk dalam prioritas bantuan tanggap bencana:
- Keluarga prasejahtera: Mengalami penurunan daya beli pangan secara drastis akibat kehilangan mata pencaharian harian.
- Kelompok rentan kesehatan: Anak-anak, ibu hamil, serta lansia yang membutuhkan asupan nutrisi tambahan guna mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
- Relawan dan pemadam lapangan: Regu pemadam api masyarakat peduli api (MPA) yang berjibaku di garis depan pemadaman lahan gambut.
Kronologi dan Alur Distribusi Bantuan Pangan
Guna memastikan bantuan terdistribusi secara transparan, akuntabel, dan bebas dari distorsi data, penyaluran logistik logistik pangan darurat dijalankan melalui tahapan kronologis berikut:
- Fase Pemetaan dan Verifikasi Wilayah: Tim gabungan BPBD dan Dinas Sosial melakukan asesmen cepat pada area dengan radius paparan asap paling pekat serta konsentrasi keluarga miskin tertinggi.
- Konsolidasi Logistik di Gudang Cadangan Pangan: Penyiapan paket sembako terpadu yang meliputi beras kualitas medium, minyak goreng, gula pasir, susu fortifikasi, dan sarden.
- Mobilisasi Armada Distribusi Cepat: Pengiriman paket bantuan langsung ke posko-posko desa dan kelurahan menggunakan jalur darat maupun perahu motor untuk wilayah bantaran sungai.
- Pemberian Bantuan Berbasis Data RT/RW: Penyerahan langsung *door-to-door* kepada penerima manfaat guna menghindari kerumunan warga di tengah kepungan asap.
Langkah Terpadu Mitigasi dan Posko Darurat
Selain menyalurkan komoditas pangan pokok, Pemprov Kalteng mengintegrasikan posko logistik dengan fasilitas layanan kesehatan gratis. Mobilisasi tabung oksigen, rumah singgah bebas asap, dan pembagian masker medis berstandar tinggi terus diintensifkan secara paralel di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dasar.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan evaluasi berkala terhadap cadangan pangan daerah. Jika kondisi darurat karhutla terus berlanjut, intervensi penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) akan kembali digelontorkan demi menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat di Bumi Tambun Bungai.
Comments (0)