Jonggol — Puluhan Hektare Sawah Gagal Panen Akibat Wereng dan Kekeringan
Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, menjadi saksi pahit bagi puluhan petani yang memanen padi dari lahan yang sesungguhnya telah gagal pa
Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, menjadi saksi pahit bagi puluhan petani yang memanen padi dari lahan yang sesungguhnya telah gagal panen. Pada Minggu (5/7/2026), sejumlah petani tetap memanen butir padi sisa yang hanya mencapai kurang dari sepertiga produksi normal. Kombinasi serangan hama wereng batang cokelat dan musim kemarau berkepanjangan membuat lahan seluas sekitar 47 hektare tidak mampu memberikan hasil yang layak secara ekonomi.
Kronologi: Dari Musim Tanam hingga Gagal Panen
Rangkaian kejadian yang berujung pada gagal panen ini berlangsung dalam tiga fase utama, yang terekam sebagai berikut:- Musim Tanam dan Kemunculan Serangan Hama (Maret–Mei 2026). Petani di blok III Desa Weninggalih mulai menanam padi varietas Ciherang pada awal Maret 2026. Memasuki akhir April, populasi wereng batang cokelat generasi kedua mulai melonjak. Data mandiri kelompok tani mencatat serangan awal di 15 hektare, dan dalam tiga pekan meluas ke 37 hektare meski penyemprotan insektisida telah dilakukan secara swadaya.
- Penyebaran dan Kedatangan Kekeringan (Juni 2026). Curah hujan pada dasarian pertama Juni 2026 hanya 12 mm — jauh di bawah rerata dasarian yang biasanya di atas 60 mm pada periode yang sama. Saluran irigasi teknis dari Sungai Cisarua menyusut hingga 75 persen, sehingga penggenangan sawah tidak optimal. Wereng yang bertahan di pangkal batang semakin leluasa mengisap cairan tanaman, menyebabkan tanaman mengering dan rebah.
- Puncak Gagal Panen (Awal Juli 2026). Saat panen dimulai pada 5 Juli, hasil ubinan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bogor menunjukkan produktivitas hanya 1,8 ton gabah kering panen per hektare, anjlok dari potensi normal 5,6 ton per hektare. Sekitar 42 persen dari total luas lahan yang diserang hama mengalami kerusakan berat dengan butir padi kosong dan berwarna cokelat kehitaman, sementara sisanya menghasilkan butir padi yang ringan dan kapur.
Comments (0)