Jokowi: Rachmat Gobel Pekerja Keras yang Tak Kenal Lelah

Jakarta – Suasana duka menyelimuti rumah duka Rachmat Gobel pada Jumat (10/7/2026). Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Wakil Ketua DPR ...

Jokowi: Rachmat Gobel Pekerja Keras yang Tak Kenal Lelah

Jakarta – Suasana duka menyelimuti rumah duka Rachmat Gobel pada Jumat (10/7/2026). Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Wakil Ketua DPR dan Menteri Perdagangan tersebut. Kedatangan Jokowi sekitar pukul 14.30 WIB disambut keluarga almarhum dan sejumlah pejabat yang telah lebih dulu hadir.

Sesaat setelah melayat, Jokowi menyampaikan kenangannya tentang sosok yang telah mendampingi kabinetnya di periode pertama pemerintahan. “Beliau adalah menteri yang sangat baik, dedikasinya luar biasa. Saya ingat betul, setiap rapat kabinet, Pak Gobel selalu hadir dengan persiapan matang dan tak pernah mengeluh meski tugas yang diemban sangat berat,” ujar Jokowi dengan nada getir.

Presiden menuturkan, salah satu momen paling berkesan adalah saat Gobel menjabat Menteri Perdagangan selama kurang lebih satu tahun, dari Oktober 2014 hingga Agustus 2015. Meski singkat, berbagai gebrakan diluncurkan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dan memperkuat daya saing produk dalam negeri. “Beliau itu pekerja keras, detail, dan selalu ingin hasil nyata,” tambah Jokowi.

Dedikasi di Pemerintahan dan Parlemen

Rachmat Gobel dikenal sebagai figur yang meniti karier dari dunia usaha sebelum masuk ke ranah politik dan pemerintahan. Putra pendiri Gobel Group, Thayeb Mohammad Gobel, ini pernah memimpin perusahaan elektronik nasional yang bermitra dengan Panasonic. Pengalaman panjang di sektor swasta itulah yang membentuk karakter kerjanya: disiplin tinggi, berorientasi solusi, dan selalu bergerak cepat.

Di Kementerian Perdagangan, Gobel meninggalkan jejak berupa kebijakan proteksi produk lokal yang ketat namun terukur. Ia kerap blusukan ke pasar tradisional untuk memantau langsung harga dan pasokan. Salah satu kebijakan kontroversial sekaligus visioner adalah pembatasan impor barang elektronik tertentu demi melindungi industri dalam negeri. Langkah ini menuai pro-kontra, tapi banyak pihak kemudian mengakui bahwa fondasi kemandirian industri perlahan terbangun karenanya.

Setelah meninggalkan kabinet, Gobel tidak meninggalkan dunia pelayanan publik. Ia terpilih menjadi anggota DPR dan dipercaya sebagai Wakil Ketua DPR Bidang Industri dan Pembangunan. Di parlemen, ia konsisten menyuarakan pentingnya hilirisasi sumber daya alam dan penguatan UMKM. Rekan-rekannya di parlemen mengenangnya sebagai pribadi yang rendah hati namun tegas saat memperjuangkan kepentingan rakyat. “Pak Gobel tidak banyak bicara, tapi setiap kata yang keluar sarat makna dan langsung menyentuh akar masalah,” tutur seorang kolega yang enggan disebutkan namanya.

Sosok Politisi Santun dan Visioner

Di luar jabatan formal, Gobel membangun reputasi sebagai jembatan antara kepentingan dunia usaha dan regulasi negara. Ia dihormati kalangan pengusaha karena memahami persis dinamika lapangan, sekaligus dipercaya birokrat karena kepatuhannya pada prosedur dan visi jangka panjang. Tak jarang ia menjadi rujukan ketika terjadi kebuntuan dialog antara sektor swasta dan pemerintah.

“Kehilangan beliau bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa. Kita kehilangan seorang pemikir ekonomi kebangsaan yang tut wuri handayani,” ujar seorang pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia. Rachmat Gobel juga aktif dalam berbagai forum internasional memperjuangkan kepentingan negara berkembang dalam perdagangan global.

Di mata keluarga, Gobel adalah panutan yang mengajarkan arti kerja keras dan integritas. Putra sulungnya menuturkan bahwa almarhum tidak pernah memaksakan anak-anaknya mengikuti jejaknya di politik, tetapi selalu menekankan untuk menjadi manusia bermanfaat. “Bapak mengajarkan bahwa jabatan hanyalah alat, bukan tujuan,” kenangnya.

Penghormatan Terakhir

Prosesi pemakaman rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu (11/7/2026) di Taman Makam Pahlawan Kalibata setelah salat Jumat. Sejumlah tokoh nasional, mulai dari menteri kabinet, anggota dewan, hingga pelaku usaha diperkirakan akan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Karangan bunga ucapan dukacita memenuhi area rumah duka, dari berbagai instansi dan perusahaan yang pernah bekerja sama dengan almarhum.

Jokowi sendiri menyempatkan diri berbincang cukup lama dengan keluarga, memberikan penguatan dan doa. “Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Presiden sebelum meninggalkan lokasi. Kepergian Rachmat Gobel menyisakan warisan semangat kerja tanpa lelah yang diharapkan akan terus menginspirasi generasi penerus bangsa.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User