Jokowi Kenang Rachmat Gobel sebagai Menteri dengan Etos Kerja Tinggi
Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga besar mantan Menteri Perdagangan sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, yang berpulang pada usia 66 tahun di Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) had...
Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga besar mantan Menteri Perdagangan sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, yang berpulang pada usia 66 tahun di Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir langsung memberikan penghormatan terakhir, didampingi sejumlah pejabat tinggi negara. Kedatangan Jokowi menjadi momen refleksi atas dedikasi almarhum selama mengabdi di pemerintahan dan parlemen.
Kehadiran Presiden dan Ungkapan Kehilangan
Dengan wajah sendu, Presiden Jokowi tiba di rumah duka dan segera disambut oleh istri serta anak-anak almarhum. Setelah menunaikan salat jenazah bersama pelayat lainnya, Jokowi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. "Saya pribadi sangat kehilangan. Almarhum adalah menteri yang baik dan luar biasa pekerja kerasnya. Tidak banyak bicara, tapi setiap tugas yang diemban selalu dituntaskan," ujar Jokowi kepada wartawan.
Presiden menuturkan, saat Rachmat Gobel menjabat sebagai Menteri Perdagangan di kabinet kerja jilid pertama, dirinya kerap menyaksikan langsung bagaimana Gobel bekerja melampaui batas waktu normal. "Beliau sering kali lembur hingga larut malam menyelesaikan berbagai persoalan perdagangan, termasuk negosiasi dagang internasional yang cukup alot. Saya sangat menghargai dedikasi seperti itu," kenang Jokowi.
Rekam Jejak di Kementerian Perdagangan
Masa jabatan Rachmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan memang terbilang singkat, hanya sekitar 10 bulan sejak Oktober 2014 hingga Agustus 2015. Namun, di periode itulah sejumlah kebijakan strategis diletakkan fondasinya. Gobel dikenal sebagai pengusaha nasional yang memahami betul seluk-beluk industri dan perdagangan, mengingat kiprahnya memimpin PT Gobel International yang membawahi berbagai perusahaan elektronik, logistik, dan manufaktur.
Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Perdagangan gencar mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan memperkuat perlindungan konsumen. Salah satu kebijakan yang masih dikenang adalah upayanya menata ulang sistem distribusi barang dan jasa agar lebih efisien serta merata hingga ke pelosok. "Almarhum sangat peduli pada nasib petani dan pelaku UMKM. Ia selalu bilang, kebijakan dagang harus berpihak pada rakyat kecil," ungkap mantan staf khususnya yang enggan disebutkan namanya.
Sisi lain yang jarang terungkap adalah kemampuan Gobel menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah. Sebagai mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, ia paham betul dinamika pasar sekaligus memahami rambu-rambu kebijakan. Peran itu membuatnya dipercaya memimpin sejumlah delegasi dagang ke luar negeri, termasuk membuka akses pasar nontradisional bagi produk-produk Indonesia.
Kiprah Politik Hingga Parlemen
Seusai meninggalkan posisi menteri, Gobel tidak mundur dari panggung politik. Ia melanjutkan pengabdiannya sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem dan kemudian terpilih menjadi Wakil Ketua DPR periode 2019–2024. Di lembaga legislatif, ia kerap menjadi inisiator pembahasan undang-undang yang berkaitan dengan perindustrian, perdagangan, dan perlindungan tenaga kerja. Rekan-rekan sesama anggota dewan mengenangnya sebagai sosok yang tekun, rendah hati, dan menguasai materi rapat dengan detil.
"Beliau itu tipikal pemimpin yang tidak mencari panggung. Saat sidang, ia lebih banyak mendengar, lalu menyampaikan pandangan secara lugas berdasar data. Semangatnya untuk memajukan industri nasional tak pernah padam," kata salah satu anggota Komisi VI DPR yang kerap bekerja sama dengannya.
Jejak yang Tak Lekang
Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan duka bagi banyak kalangan. Para kolega dari dunia usaha, akademisi, hingga komunitas UMKM turut melayat dan mengenang jasa-jasanya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam keterangan terpisah menyebut Gobel sebagai sosok visioner yang telah meletakkan dasar hilirisasi dan mendorong peningkatan nilai tambah produk lokal.
Duka mendalam juga diungkapkan oleh keluarga besar Kadin Indonesia. "Pak Gobel adalah panutan. Beliau ajarkan bahwa pengusaha harus punya tanggung jawab sosial dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa, bukan sekadar mengejar keuntungan," ujar salah satu pengurus Kadin saat ditemui di rumah duka.
Bagi Presiden Jokowi, kenangan tentang Rachmat Gobel akan terus melekat sebagai menteri yang tak kenal lelah. Dalam kesempatan melayat, Jokowi sempat menitipkan pesan kepada keluarga agar tetap tabah dan bangga atas perjalanan hidup almarhum. "Negara ini kehilangan putra terbaiknya. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," pungkas Jokowi sebelum meninggalkan rumah duka dengan langkah perlahan.
Rachmat Gobel dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Jakarta Selatan pada sore harinya, diiringi ribuan pelayat yang datang dari berbagai daerah, membuktikan betapa besar pengaruh dan kasih yang ia tebarkan sepanjang hayatnya.
Baca juga:
Comments (0)