Jejak Rachmat Gobel, Pendiri Panasonic Gobel, Wafat dalam Usia 63 Tahun
Jakarta – Kabar duka menyelimuti dunia industri nasional. Rachmat Gobel, figur penting yang membesarkan merek elektronik Panasonic di Indonesia, tutup usia pada Rabu dini hari. Ia mengembuskan napa...
Jakarta – Kabar duka menyelimuti dunia industri nasional. Rachmat Gobel, figur penting yang membesarkan merek elektronik Panasonic di Indonesia, tutup usia pada Rabu dini hari. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Brawijaya, Tebet, Jakarta Selatan, tepat pukul 03.20 WIB. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, pendiri sekaligus pilar PT Panasonic Gobel Indonesia ini berpulang dalam usia 63 tahun, meninggalkan warisan yang mengakar dalam lanskap manufaktur elektronik Tanah Air.
Membangun Kerajaan Elektronik dari Bumi Nusantara
Perjalanan bisnis Rachmat Gobel tak bisa dilepaskan dari kemitraan strategis dengan raksasa elektronik Jepang, Panasonic Corporation. Berakar dari usaha keluarga di bidang perdagangan dan perakitan radio tahun 1960-an, Rachmat membaca peluang besar untuk memproduksi perangkat elektronik konsumen secara lokal. Pada dekade 1970-an, ia menggagas lahirnya PT National Gobel—cikal bakal Panasonic Gobel—yang memproduksi televisi dan radio dengan standar Jepang namun dirakit tenaga terampil Indonesia.
Kolaborasi dengan Panasonic kian solid. Pabrik-pabrik modern didirikan di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya, menyerap ribuan tenaga kerja. Rachmat bukan sekadar pengusaha, melainkan visioner yang paham arti penting transfer teknologi. Melalui program pelatihan dan sertifikasi, ia memastikan teknisi lokal mampu mengoperasikan mesin berteknologi tinggi, sehingga produk berlabel Panasonic Gobel tidak hanya membanjiri pasar domestik, tetapi juga menembus pasar ekspor ke Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Kontribusi Ekonomi dan Warisan Sosial Sang Maestro
Di bawah arahan Rachmat Gobel, perusahaan berevolusi menjadi salah satu pabrikan elektronik terbesar di Indonesia. Pada masa keemasan, PT Panasonic Gobel Indonesia memproduksi lebih dari 1,5 juta unit televisi per tahun dan menjadi pemasok utama pendingin udara (AC) di pasar nasional. Kehadiran pabrik-pabrik itu bukan hanya memutar roda ekonomi regional, tetapi juga memperkokoh struktur manufaktur dalam negeri yang sebelumnya didominasi perakitan bernilai tambah rendah.
Dari kacamata makro, investasi yang digelontorkan Panasonic—atas inisiasi dan kepemimpinan Rachmat—tercatat menyumbang porsi signifikan dalam penanaman modal asing langsung (FDI) sektor elektronik. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan realisasi investasi industri logam, mesin, dan elektronik mencapai Rp45 triliun pada 2023, dengan nama Panasonic Gobel kerap disebut sebagai salah satu motor utamanya.
Warisan sosial Rachmat tak kalah mencolok. Lewat yayasan yang ia dirikan, Rachmat giat menyalurkan beasiswa pendidikan vokasi—terutama teknik elektro dan manufaktur—untuk menciptakan tenaga kerja siap pakai. Langkah itu diapresiasi luas karena ikut memutus rantai pengangguran terdidik dan memperkuat daya saing industri nasional.
Kepergian Sang Arsitek Elektronik Nasional
Berita wafatnya Rachmat Gobel langsung menyita perhatian pelaku usaha. Hingga berita ini ditulis, keluarga belum memberi keterangan resmi soal penyebab meninggalnya sang pengusaha. Namun, kabar duka menyebar cepat di lingkungan asosiasi pengusaha dan media, mengingat kiprahnya yang membentang lebih dari empat dekade dalam membangun ekosistem elektronik lokal.
Sejumlah tokoh menyampaikan belasungkawa. “Indonesia kehilangan industrialis sejati. Beliau bukan hanya membangun pabrik, tetapi membangun kemampuan bangsa,” ujar seorang ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia. Sementara itu, analis pasar modal menyoroti dampak psikologis kepergian Rachmat terhadap sentimen investor di sektor manufaktur, namun secara fundamental operasional Panasonic Gobel dipastikan tetap berjalan di bawah manajemen profesional yang telah disiapkan.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka kawasan Tebet sebelum dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir. Rencananya, upacara penghormatan akan dihadiri keluarga, kolega, serta perwakilan Panasonic Corporation Jepang yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi Rachmat selama puluhan tahun.
Rachmat Gobel meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam peta industri elektronik Indonesia. Dari bengkel sederhana hingga ruang rapat eksekutif global, kisahnya menjadi bukti bahwa kemitraan strategis, visi jangka panjang, dan keberanian berinvestasi pada sumber daya manusia mampu mengubah lanskap ekonomi suatu bangsa. Selamat jalan, sang arsitek elektronik nasional.
Comments (0)