Sep 18, 2026
Nasional

JAKARTA TIMUR — Dua Pekerja Proyek Drainase Tertimpa Turap Beton

Sebuah kecelakaan kerja tragis kembali menyorot lemahnya implementasi keselamatan kerja di proyek infrastruktur perkotaan. Dua pekerja proyek mengalami luk

JAKARTA TIMUR — Dua Pekerja Proyek Drainase Tertimpa Turap Beton

Sebuah kecelakaan kerja tragis kembali menyorot lemahnya implementasi keselamatan kerja di proyek infrastruktur perkotaan. Dua pekerja proyek mengalami luka serius usai tertimpa material beton penahan dinding tanah atau turap drainase di kawasan Jalan D.I. Pandjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Minggu sore.

Insiden tersebut seketika memicu kepanikan para pekerja lain dan pengguna jalan di arteri padat ibu kota tersebut. Struktur beton pracetak yang berat dilaporkan roboh mendadak saat para pekerja tengah melakukan perakitan di dasar galian saluran air.

Kronologi Runtuhnya Dinding Turap

Berdasarkan laporan di lokasi kejadian dan penelusuran tim investigasi lapangan, peristiwa kecelakaan kerja ini berlangsung sangat cepat ketika aktivitas pengerjaan galian sedang berjalan normal:

  1. Pukul 15.30 WIB: Aktivitas pengerjaan konstruksi saluran air dan pemancangan turap beton berlangsung di sisi badan Jalan D.I. Pandjaitan.
  2. Pukul 16.00 WIB: Struktur turap penahan tanah mendadak goyah dan ambruk ke arah parit galian, menimpa dua pekerja yang berada tepat di bawahnya.
  3. Pukul 16.15 WIB: Rekan kerja korban bersama warga segera menghubungi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur untuk meminta bantuan evakuasi teknis.
  4. Pukul 16.45 WIB: Tim penyelamat tiba di lokasi dengan peralatan hidrolik dan kantung udara bertekanan tinggi untuk mengangkat beban beton.
"Kedua korban sempat terjepit di antara dinding tanah dan lempengan beton turap. Proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian ekstra karena struktur tanah di sekitar galian masih sangat labil dan rawan longsor susulan," terang salah satu petugas penyelamat di lokasi.

Evakuasi Dramatis dan Kondisi Korban

Operasi penyelamatan berlangsung secara dramatis mengingat beban beton yang menimpa tubuh korban memiliki bobot ratusan kilogram. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan peralatan pemotong baja dan dongkrak berkekuatan tinggi guna membebaskan tubuh korban dari himpitan material keras.

Setelah berjibaku selama hampir satu jam, kedua pekerja berhasil dievakuasi dari dasar galian dalam kondisi selamat meski menderita cedera patah tulang dan memar parah. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans gawat darurat guna mendapatkan perawatan intensif.

Sorotan atas Standar K3 dan Kelayakan Proyek

Kecelakaan ini membuka kembali lembaran catatan kritis mengenai kepatuhan kontraktor terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area publik. Indikasi awal memperlihatkan kemungkinan adanya kegagalan perkuatan struktur tanah sebelum pemasangan dinding beton dilakukan.

  • Kondisi Tanah: Getaran dari lalu lintas padat di Jalan D.I. Pandjaitan diduga mempercepat pergeseran kontur tanah yang gembur.
  • Penyangga Sementara: Pengamanan dinding penahan tanah sementara dinilai minim proteksi tambahan untuk mengantisipasi ambruknya panel beton.
  • Evaluasi Pengawasan: Aparat kepolisian setempat telah memasang garis polisi di sekitar area galian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa mandor dan pengawas proyek.

Pihak berwenang diharapkan mengusut tuntas aspek legalitas operasional dan kelalaian prosedur kerja agar proyek pembenahan drainase perkotaan tidak terus memakan korban jiwa dari kalangan pekerja lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User