Sep 10, 2026
Nasional

JAKARTA — RRI Rayakan Usia 75 Tahun di Tengah Disrupsi Digital

Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) secara resmi memperingati momentum bersejarah hari jadinya yang ke-75. Berdiri sejak 11 Septemb

JAKARTA — RRI Rayakan Usia 75 Tahun di Tengah Disrupsi Digital

Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) secara resmi memperingati momentum bersejarah hari jadinya yang ke-75. Berdiri sejak 11 September 1945, media penyiaran tertua di Indonesia ini tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan revolusi kemerdekaan, tetapi juga menghadapi ujian berat dalam mempertahankan relevansinya di tengah arus digitalisasi informasi dan pergeseran pola konsumsi media publik.

Peringatan 75 tahun ini menjadi tonggak evaluasi mendalam mengenai fungsi RRI sebagai media independen, netral, dan berorientasi melayani seluruh lapisan masyarakat hingga ke wilayah terluar dan perbatasan nusantara.

Kronologi dan Tonggak Sejarah Penyiaran RRI

Sejarah panjang penyiaran radio nasional berakar dari inisiatif para tokoh pejuang kemerdekaan yang menyadari krusialnya jalur komunikasi udara setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Berikut adalah rangkaian fase penting evolusi RRI:

  1. 11 September 1945: Perwakilan delapan stasiun radio bekas pendudukan Jepang berkumpul di Jakarta di bawah pimpinan dr. Abdulrachman Saleh untuk mendirikan Radio Republik Indonesia sekaligus menetapkan sumpah setia Tri Prasetya RRI.
  2. Era Perang Kemerdekaan (1945–1949): RRI beroperasi secara gerilya berpindah-pindah pemancar demi mengobarkan semangat perlawanan rakyat dan menyuarakan eksistensi Republik Indonesia ke panggung internasional.
  3. Tahun 2000 (Era Reformasi): Transformasi status kelembagaan dari jawatan di bawah Departemen Penerangan menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan) demi menjamin independensi redaksi.
  4. Tahun 2005 hingga Kini: Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2005, RRI resmi menyandang status sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) independen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan DPR RI.
"RRI lahir dari kancah revolusi bukan sekadar sebagai penyebar berita, melainkan sebagai instrumen kedaulatan negara. Memasuki usia ke-75 tahun, tantangan terbesar kita adalah bagaimana menjaga nilai-nilai kebangsaan ini tetap menyala di platform digital yang serba cepat," demikian pernyataan resmi dewan direksi dalam refleksi hari ulang tahun ke-75.

Menembus Disrupsi: Konvergensi Menuju Multiplatform

Dalam investigasi terhadap lanskap pendengar saat ini, frekuensi radio konvensional (AM/FM) menghadapi penurunan signifikan pendengar usia muda. Menjawab tantangan tersebut, LPP RRI mempercepat proses konvergensi media dengan mengintegrasikan siaran audio terestrial ke dalam jaringan internet, aplikasi mobile streaming (RRI Play Go), serta portal berita berbasis teks dan video.

Langkah modernisasi ini memuat beberapa pilar strategis yang ditargetkan:

  • Digitalisasi Pemancar: Penguatan infrastruktur digital guna memperluas jangkauan siaran ke pelosok 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
  • Diversifikasi Konten: Produksi konten berbasis podcast, visual radio, dan media sosial guna menjangkau kalangan Gen Z dan Milenial.
  • Verifikasi Fakta: Memperkuat posisi RRI sebagai rujukan utama masyarakat dalam menangkal persebaran hoaks dan disinformasi.

Peringatan usia ke-75 tahun ini menegaskan bahwa komitmen Tri Prasetya RRI tetap harus menjadi jangkar moral di tengah dinamika kompetisi informasi global yang semakin kompetitif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User