Sep 17, 2026
Nasional

JAKARTA — Rifat Sungkar Sebut Rallycross World Cup 2026 Magnet Baru

Suara deru mesin bertenaga tinggi dan kepulan debu sirkuit diproyeksikan bakal kembali membakar semangat para pecinta balap di Tanah Air. Kehadiran wacana

JAKARTA — Rifat Sungkar Sebut Rallycross World Cup 2026 Magnet Baru

Suara deru mesin bertenaga tinggi dan kepulan debu sirkuit diproyeksikan bakal kembali membakar semangat para pecinta balap di Tanah Air. Kehadiran wacana penyelenggaraan FIA Rallycross World Cup 2026 di Indonesia dinilai akan mengubah peta persaingan dan ekosistem motorsport nasional secara signifikan. Pereli senior Indonesia, Rifat Sungkar, secara terbuka menegaskan bahwa ajang bergengsi level dunia ini bukan sekadar perlombaan otomotif biasa, melainkan sebuah magnet baru yang siap menyedot perhatian mata dunia ke bumi pertiwi.

Pria yang telah melanglang buana di berbagai ajang reli internasional tersebut melihat bahwa momentum ini hadir di saat yang sangat tepat. Setelah Indonesia sukses menggebrak panggung dunia melalui penyelenggaraan MotoGP di Mandalika serta Formula E di Jakarta, langkah mendatangkan kejuaraan di bawah naungan FIA (Fédération Internationale de l'Automobile) kategori rallycross dianggap sebagai batu loncatan krusial berikutnya untuk memperkuat posisi Indonesia di peta otomotif global.

Transformasi Ajang Balap: Akselerasi Intensitas Tinggi

Berbeda dengan ajang reli tradisional yang menyusuri lintasan panjang di kawasan hutan atau jalan perkebunan yang terisolasi, rallycross menyajikan format kompetisi yang jauh lebih ringkas, padat, dan penuh dengan drama benturan antar-mobil. Kombinasi unik antara lintasan aspal yang licin dan permukaan tanah (*gravel*) dalam satu sirkuit pendek melingkar membuat aksi salip-menyalip terjadi secara konstan sejak detik pertama bendera *start* dikibarkan.

"FIA Rallycross World Cup memiliki daya pikat yang sangat luar biasa karena berhasil menyatukan kecepatan murni balap sirkuit dengan karakter liar serta ketidakpastian arena off-road. Ini adalah magnet baru yang sangat potensial untuk menggaet minat generasi muda serta memicu kebangkitan industri otomotif nasional kita," ujar Rifat Sungkar saat memberikan analisisnya terkait masa depan balapan off-road.

Kehadiran kejuaraan dunia ini diyakini bakal menyuntikkan semangat baru bagi para pereli muda lokal yang selama ini merindukan kompetisi dengan standar teknis dan regulasi internasional tertinggi di rumah sendiri.

Perbandingan Format: Reli Tradisional vs FIA Rallycross

Untuk memahami mengapa ajang ini diprediksi menjadi magnet besar, berikut adalah analisis perbandingan karakteristik antara balap reli konvensional dan rallycross:

Parameter Reli Tradisional (WRC) FIA Rallycross World Cup
Karateristik Lintasan Jarak jauh, jalur alam (tanah/salju/batu) Sirkuit pendek tertutup (Kombinasi Aspal & Tanah)
Format Pertandingan Adu waktu individu (Time Trial) Bertarung langsung berdampingan (Wheel-to-Wheel)
Aksesibilitas Penonton Tersebar di sepanjang rute hutan/desa Terpusat di tribune stadion/sirkuit arena
Durasi Balapan Beberapa hari (Stage demi stage) Seri balapan singkat berintensitas tinggi

Dampak Ekonomi dan Kesiapan Infrastruktur

Investigasi mendalam mengenai persiapan ajang skala dunia ini menunjukkan bahwa Indonesia harus bergerak cepat dalam memenuhi kualifikasi ketat FIA. Pembuatan sirkuit *hybrid* bertaraf internasional menuntut perhitungan presisi, mulai dari tingkat ketebalan aspal, drainase area tanah, hingga fasilitas zona keselamatan (*run-off area*) yang memadai demi menjamin keselamatan para pebalap dunia.

Namun, potensi pengembalian investasi dari ajang ini sangatlah menggiurkan. Industri pariwisata berkonsep sport tourism diproyeksikan akan mendapat pasokan geliat ekonomi segar. Beberapa dampak utama yang diharapkan antara lain:

  • Peningkatan Kunjungan Wisatawan: Kehadiran tim manufaktur global, kru teknis, dan ribuan penonton internasional.
  • Perputaran Ekonomi Lokal: Sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM di sekitar lokasi sirkuit diperkirakan akan mengalami lonjakan omzet hingga puluhan miliar rupiah.
  • Transfer Teknologi: Mekanik dan teknisi lokal berkesempatan mempelajari secara langsung manajemen kendaraan reli listrik dan hidrogen kelas dunia.

Menjelang tahun 2026, sinergi antara pemerintah, Ikatan Motor Indonesia (IMI), serta sektor swasta menjadi fondasi utama. Jika dikelola secara akuntabel dan profesional, FIA Rallycross World Cup 2026 tidak hanya menjadi hiburan kelas atas, melainkan warisan infrastruktur yang kokoh bagi masa depan *motorsport* Indonesia.

Wacana hadirnya FIA Rallycross World Cup 2026 di Tanah Air disambut positif oleh pereli senior Rifat Sungkar. Kejuaraan dunia bersirkuit hybrid (aspal + tanah) ini dinilai memiliki daya pikat tinggi dan berpotensi mendongkrak ekonomi sektor sport tourism. 📌 **Poin Utama:** - Format balap wheel-to-wheel yang penuh aksi. - Peluang lonjakan ekonomi UMKM & pariwisata. - Tantangan pembangunan sirkuit sesuai standar FIA. BACA SELENGKAPNYA DI BERITADUA.COM

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User