Sep 09, 2026
Nasional

JAKARTA — Prabowo Minta Bank BUMN Buatkan Rekening Massal Warga

Rencana besar perombakan sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) nasional mulai terkuak ke publik. Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginstruksika

JAKARTA — Prabowo Minta Bank BUMN Buatkan Rekening Massal Warga

Rencana besar perombakan sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) nasional mulai terkuak ke publik. Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk memfasilitasi pembuatan rekening perbankan secara massal dan gratis bagi masyarakat yang selama ini tergolong unbanked atau belum tersentuh layanan keuangan formal. Langkah strategis ini diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bentuk respons konkret atas lambatnya birokrasi dan risiko penyimpangan dana bantuan sosial di tingkat bawah.

Investigasi tim Beritadua.com menunjukkan bahwa skema konvensional penyaluran bansos secara tunai atau melalui pihak perantara kerap kali berhadapan dengan kendala struktural yang fatal. Potongan ilegal oleh oknum, penundaan distribusi di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), hingga ketidakakuratan data penerima terus menjadi persoalan menahun. Melalui pembukaan rekening langsung atas nama setiap penerima manfaat, pemerintah bermaksud memastikan bahwa 100 persen alokasi dana bantuan mengalir langsung ke dompet digital atau tabungan warga tanpa ada reduksi sedikit pun.

Mekanisme dan Kronologi Pembentukan Rekening Massal

Dalam pemaparannya di Jakarta, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan tahapan sistematis yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo kepada jajaran menteri teknis serta jajaran direksi perbankan plat merah:

  1. Pemetaan dan Validasi Data: Kementerian Keuangan berkolaborasi dengan Kementerian Sosial untuk menyinkronkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bansos yang belum memiliki akun bank aktif.
  2. Instruksi Khusus ke Himbara: Bank BUMN utama seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN diwajibkan membuka fasilitas registrasi massal dengan metode jemput bola (mobile banking service) hingga ke pelosok desa.
  3. Penyaluran Direct Transfer: Anggaran bansos dari Kas Negara akan dikirimkan secara langsung melalui transfer antarbank ke rekening individu warga tanpa transit di rekening perantara atau dinas lokal.

Analisis Perbandingan: Sistem Lama vs Sistem Rekening Bank BUMN

Implementasi kebijakan baru ini membawa perubahan mendasar dalam efisiensi dan transparansi tata kelola keuangan negara. Berikut adalah tabel perbandingan antara skema lama dan skema rekening massal Himbara:

Indikator Evaluasi Sistem Lama (Tunai / Perantara) Sistem Baru (Rekening Bank BUMN)
Kecepatan Distribusi Memerlukan 2 hingga 4 minggu (logistik fisik) Seketika (real-time direct transfer)
Risiko Pungli & Kebocoran Tinggi (rentan pemotongan oknum lapangan) Sangat Rendah (dikirim langsung ke NIK terverifikasi)
Tingkat Inklusi Keuangan Rendah (penerima tetap di luar sistem bank) Tinggi (meningkatkan jumlah *bankable population*)
Beban Biaya Operasional Tinggi (biaya pengamanan dan distribusi fisik) Efisien (memanfaatkan infrastruktur digital bank)

Tantangan Lapangan dan Transisi Inklusi Keuangan

Meski terobosan ini mendapatkan respons positif, sejumlah analis keuangan mengingatkan adanya tantangan nyata di lapangan. Pengamat ekonomi perbankan, "Pembukaan rekening secara massal adalah langkah awal yang krusial, tetapi pemerintah dan bank BUMN harus menjamin ketersediaan titik penarikan uang seperti agen bank desa atau ATM di daerah pelosok tanpa membebankan biaya transaksi yang memberatkan warga," ungkapnya saat diwawancarai.

Menanggapi hal tersebut, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pemerintah target menyelesaikan digitalisasi akun ini secara bertahap. Target awal menyasar lebih dari 15 juta kepala keluarga unbanked dalam waktu 6 bulan ke depan. Sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Himbara menjadi fondasi utama demi menjaga kelancaran program.

"Presiden Prabowo menginginkan tidak ada lagi celah kebocoran dalam penyaluran dana bansos. Penyediaan rekening bank secara gratis oleh bank negara adalah garansi utama bahwa hak rakyat sampai secara utuh, presisi, dan cepat," tegas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Langkah radikal ini tidak hanya membenahi tata kelola bantuan sosial semata, namun juga diproyeksikan bakal memacu tingkat inklusi keuangan nasional secara signifikan. Memiliki rekening perbankan resmi memberi akses bagi masyarakat kelas bawah untuk mulai memanfaatkan produk finansial aman lainnya, seperti tabungan formal hingga skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User