Jabar dan KAI Sepakat Perkuat Transportasi Rel untuk Mobilitas Warga

PURWAKARTA — Babak baru pembangunan transportasi berbasis rel di Jawa Barat resmi dimulai. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan PT Kereta Api Indonesi

Aug 09, 2026 - 01:02
0 0
Jabar dan KAI Sepakat Perkuat Transportasi Rel untuk Mobilitas Warga

PURWAKARTA — Babak baru pembangunan transportasi berbasis rel di Jawa Barat resmi dimulai. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Optimalisasi Penyelenggaraan dan Pengembangan Perkeretaapian di Jawa Barat pada Selasa (25/11/2025).

Momen penting itu dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, disaksikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana. Penandatanganan ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang telah dirintis sebelumnya, khususnya terkait penguatan layanan, pengembangan infrastruktur, penataan kawasan stasiun, serta penyusunan kajian strategis perkeretaapian di Jawa Barat.

"Hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat, disaksikan oleh Pak Wamenhub, berkomitmen dengan Direktur PT KAI untuk mengembangkan perkeretaapian di Jawa Barat," kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Usai penandatanganan, Gubernur KDM menegaskan bahwa PKS ini memberi ruang besar bagi percepatan berbagai program strategis transportasi rel di Jawa Barat. Bagi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, kehadiran layanan kereta api yang andal bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan urusan mendasar tentang bagaimana warga bergerak, bekerja, dan menghidupkan ekonomi setiap hari.

Jaka Lalana, Kereta Wisata Menyusuri Selatan Jawa Barat

Salah satu poin menarik dari kesepakatan ini adalah rencana pengembangan kereta api pariwisata yang melayani rute Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur. Layanan ini akan diberi nama "Jaka Lalana", sebuah identitas khas yang digadang-gadang menjadi ikon baru pariwisata berbasis jalur rel di Jawa Barat.

"Kereta pariwisata Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur, namanya Jakalalana," ungkap KDM.

Rute ini menyimpan potensi besar. Dari hiruk pikuk ibu kota, kereta akan bergerak menuju kawasan Bogor yang sejuk, lalu menyusuri lanskap Sukabumi hingga Cianjur yang dikenal dengan hamparan alam pegunungan serta kulinernya. Dengan penamaan dan pengembangan yang matang, Jaka Lalana diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di sepanjang koridor yang dilaluinya.

Kereta Api Tani Mukti, Mengangkut Hasil Bumi Petani

Tidak hanya mengangkut penumpang dan wisatawan, kerja sama ini juga menyasar sektor logistik. Pemdaprov Jabar bersama PT KAI akan memperkuat layanan angkutan hasil pertanian dan perdagangan dari wilayah Jawa Barat menuju Jakarta, Cirebon, dan Banjar melalui pengembangan lokomotif dan gerbong khusus dengan nama "Kereta Api Tani Mukti".

"Penyediaan lokomotif dan gerbong untuk mengangkut hasil pertanian dan perdagangan pada rute Jakarta–Cirebon serta Jakarta–Banjar," kata KDM.

Langkah ini menyentuh persoalan nyata di lapangan. Selama ini, petani dan pelaku usaha kerap terbebani biaya logistik darat yang tinggi. Kehadiran Tani Mukti diharapkan menjadi napas baru — hasil bumi bisa sampai lebih cepat, lebih murah, dan dengan mutu yang terjaga. Bagi petani, kereta bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan jembatan menuju pasar yang lebih luas.

Kereta Api Kilat Pajajaran dan Dukungan Kereta Listrik

Dalam PKS tersebut, kedua pihak juga sepakat memperkuat identitas layanan kereta api melalui penamaan dan pengembangan Kereta Api Kilat "Pajajaran". Nama yang merujuk pada warisan sejarah Sunda itu diharapkan menumbuhkan kebanggaan warga Jawa Barat terhadap layanan kereta api di wilayahnya sendiri.

Gubernur KDM juga menegaskan dukungannya terhadap pengembangan kereta listrik di Jawa Barat. Dukungan ini sejalan dengan arah pembangunan transportasi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan untuk melayani mobilitas warga yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dari Stasiun ke Kawasan, Rel sebagai Penggerak Ekonomi

Kesepakatan ini tidak berhenti pada layanan kereta semata. Ruang lingkup PKS mencakup penataan kawasan stasiun serta penyusunan kajian strategis perkeretaapian. Stasiun diharapkan tak lagi sekadar tempat naik-turun penumpang, melainkan simpul ekonomi yang menghidupkan kawasan sekitarnya — menjadi ruang bertumbuhnya usaha kecil, pasar, dan pusat aktivitas warga.

Kehadiran Wakil Menteri Perhubungan Suntana dalam penandatanganan ini menegaskan adanya dukungan pemerintah pusat terhadap agenda perkeretaapian Jawa Barat. Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan PT KAI menjadi kunci agar seluruh rencana — dari Jaka Lalana, Tani Mukti, hingga Pajajaran — benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan ditandatanganinya PKS ini, Jawa Barat menapaki jalur baru menuju sistem transportasi yang lebih terintegrasi. Dari rel yang membentang, mobilitas warga dipercepat, ekonomi digerakkan, dan masa depan transportasi publik disiapkan.

[SOCIAL_TWEET]: Pemprov Jabar & PT KAI teken PKS perkeretaapian! 🚆 Kereta Wisata Jaka Lalana (Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur), Tani Mukti angkut hasil tani, hingga KA Kilat Pajajaran disiapkan. #JawaBarat #KAI #KeretaApi [SOCIAL_TG]: 🚆 Jabar–KAI Teken PKS Perkeretaapian! Gubernur Dedi Mulyadi dan Dirut KAI Bobby Rasyidin sepakat kembangkan transportasi rel: Kereta Wisata Jaka Lalana (Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur), KA Tani Mukti untuk logistik hasil tani, dan KA Kilat Pajajaran. Selengkapnya di Beritadua.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User