Sep 11, 2026
Hukum

ITUZAINGÓ — Tersangka Pembunuhan Camila Castro Mengaku Tidak Bersalah Lewat Video

Suasana mencekam dan gelombang duka mendalam masih menyelimuti kawasan San Alberto, Ituzaingó, Buenos Aires. Tragedi berdarah yang merenggut nyawa Camila C

ITUZAINGÓ — Tersangka Pembunuhan Camila Castro Mengaku Tidak Bersalah Lewat Video

Suasana mencekam dan gelombang duka mendalam masih menyelimuti kawasan San Alberto, Ituzaingó, Buenos Aires. Tragedi berdarah yang merenggut nyawa Camila Castro, seorang remaja perempuan berusia 18 tahun, kini memasuki babak baru yang penuh teka-teki hukum. Kepolisian setempat berhasil membekuk Elías Barrionuevo (19), kekasih korban sekaligus tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan berbasis gender (femicidio) ini. Namun, sebelum borgol mengunci pergelangan tangannya, tersangka sempat merekam sebuah rekaman video yang memutarbalikkan seluruh narasi kepolisian.

Dalam rekaman visual yang beredar luas di media sosial tersebut, Elías dengan nada emosional membantah keras tuduhan penembakan yang disangkakan kepadanya. Narasi tunggal kepolisian kini berhadapan langsung dengan alibi dramatis yang dilontarkan oleh pemuda tersebut dari lokasi persembunyiannya sebelum ditangkap.

Pengakuan Kontroversial Sebelum Penangkapan

Kematian Camila Castro yang tewas akibat luka tembak fatal di kediamannya pada Selasa sore telah memicu amarah publik. Kendati demikian, Elías menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat apalagi mengarahkan moncong senjata api kepada wanita yang dicintainya itu.

"Pada hari Selasa itu terjadi hal yang tidak terduga. Saya dituduh melakukan femicidio yang sebenarnya tidak seperti itu. Saya tidak membunuh pacar saya, saya tidak melepaskan tembakan, tidak ada sama sekali," kata Barrionuevo dalam rekaman videonya.

Menurut kronologi versi tersangka, ia tiba di rumah korban yang berlokasi di Jalan Almagro blok 2500 pada pukul 18.20 waktu setempat menggunakan layanan transportasi daring. Tujuan kedatangannya adalah untuk mengambil seekor anjing milik bersama. Namun, sesampainya di lokasi, adu mulut sengit pecah karena korban menolak menyerahkan hewan peliharaan tersebut.

Pergumulan Maut dan Letusan Senjata Api

Situasi semakin memanas ketika ayah tiri korban mendadak pulang dari tempat kerja dan langsung mengintervensi perselisihan pasangan muda tersebut. Menurut Elías, sang ayah tiri melontarkan ancaman verbal yang sangat intimidatif dan memicu kontak fisik secara langsung di dalam rumah.

"Dia bilang saya sangat kurang ajar dan mengancam akan menembak saya. Ketika saya berada di area dapur, dia menerjang saya dengan memegang sesuatu di tangannya. Kami mulai bergumul hebat. Awalnya saya tidak tahu kalau itu adalah senjata api. Saat bergumul, terdengar dua letusan cepat, dan letusan ketiga terjadi ketika Camila mendekat ke arah kami," tambah Elías merinci kejadian misterius tersebut.

Berikut adalah perbandingan klaim kronologi antara temuan awal penyelidik dan pengakuan terbuka tersangka dalam kasus penembakan di Ituzaingó:

Parameter Kasus Dugaan Awal Penyelidik Pengakuan Video Tersangka
Pelaku Penembakan Tersangka (Elías Barrionuevo) secara sengaja Ketidaksengajaan saat pergumulan dengan ayah tiri
Kepemilikan Senjata Bawaan tersangka saat datang ke lokasi Dibatasi klaim milik ayah tiri korban
Motif Kejadian Kekerasan dalam hubungan (Femicidio) Perselisihan hewan peliharaan & pertahanan diri

Teka-Teki Hukum dan Pembuktian Forensik

Pernyataan Elías Barrionuevo kini menempatkan tim penyidik dan kejaksaan pada posisi krusial. Penyelidikan tak lagi sekadar mengejar pelaku yang sempat buron, tetapi harus membuktikan secara ilmiah akurasi klaim pergumulan senjata api tersebut. Tim uji ballistik dan forensik kepolisian dituntut melakukan perbandingan jejak mesiu (gunshot residue test) pada tangan tersangka maupun tangan ayah tiri korban.

Hingga saat ini, pihak berwenang terus mendalami bukti-bukti fisik di lokasi kejadian untuk memastikan apakah peristiwa ini murni aksi femicidio terencana ataukah tragedi peluru nyasar akibat perkelahian massal di internal keluarga. Pengadilan setempat dipastikan akan memproses kasus ini dengan perhatian ekstra ketat mengingat besarnya tekanan publik di Argentina terhadap penanganan kasus kekerasan pada perempuan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User