Sep 10, 2026
Hukum

ISLAMABAD — Pengadilan Pakistan Perpanjang Masa Penahanan Jurnalis Bilal Ghauri

Ruang sidang Pengadilan Magistrat Islamabad menjadi saksi bisu atas pengetatan cengkeraman otoritas Pakistan terhadap kebebasan pers. Pengadilan setempat r

ISLAMABAD — Pengadilan Pakistan Perpanjang Masa Penahanan Jurnalis Bilal Ghauri

Ruang sidang Pengadilan Magistrat Islamabad menjadi saksi bisu atas pengetatan cengkeraman otoritas Pakistan terhadap kebebasan pers. Pengadilan setempat resmi memperpanjang masa penahanan fisik jurnalis senior Bilal Ghauri selama dua hari tambahan. Langkah ini diambil atas permintaan Lembaga Investigasi Kejahatan Siber Nasional (NCCIA) yang terus menekan sang jurnalis atas sangkaan pelanggaran Undang-Undang Kejahatan Elektronik (PECA).

Penangkapan Ghauri bukan sekadar kasus hukum biasa, melainkan cermin dari eskalasi intimidasi terhadap kerja-kerja investigasi media di negara tersebut. Berawal dari laporan yang diajukan pada 6 September lalu, Ghauri dituduh menyebarkan informasi palsu terkait penunjukan pejabat baru di Lembaga Penanggulangan Terorisme Nasional (NACTA). Kritik dan analisis yang ia unggah di platform digital kini berujung pada ancaman kurungan yang berkepanjangan.

Cengkeraman Hukum Siber dan Interogasi Berulang

Sebelumnya, Ghauri telah menjalani masa penahanan awal selama tiga hari sejak awal pekan. Namun, saat dihadapkan kembali di depan Hakim Magistrat Malik Aman, pihak penyidik NCCIA justru menuntut tambahan waktu penahanan fisik selama enam hari dengan alasan kebutuhan investigasi mendalam.

Tim kuasa hukum Ghauri mengecam keras tuntutan tersebut. Imran Shafiq, pengacara utama Ghauri, menegaskan di hadapan majelis hakim bahwa tindakan otoritas siber sudah melampaui batas kewajaran. Penyidik dianggap tidak lagi memiliki alasan yuridis yang sah untuk menahan kliennya lebih lama, mengingat seluruh perangkat kerja utama telah disita.

"Jika seluruh penyitaan barang bukti sudah selesai dilakukan, lantas atas dasar apa mereka masih membutuhkan perpanjangan masa tahanan?" ujar Imran Shafiq di hadapan majelis hakim.

Shafiq mengungkapkan bahwa penyidik NCCIA telah menyita ponsel pintar, komputer jinjing (laptop), hingga menguasai akses penuh ke seluruh akun media sosial milik Ghauri. Ia menilai tindakan penahanan ini hanyalah bentuk upaya sistematis untuk membungkam kebebasan berekspresi ketimbang penegakan hukum yang objektif.

Perdebatan Substansi Tuduhan di Meja Hijau

Di ruang sidang, perdebatan sengit terjadi ketika kuasa hukum mempertanyakan dasar penyidikan itu sendiri. Shafiq menegaskan bahwa pihak penuntut umum bahkan belum mampu membuktikan elemen paling mendasar dari dakwaan mereka: bagian mana dari pernyataan Ghauri yang dianggap tidak benar.

"Pihak jaksa dan penyidik bahkan belum pernah menanyakan atau mengklarifikasi secara substantif kepada klien kami tentang bagaimana atau di mana letak ketidakbenaran dari pernyataan yang dituduhkan tersebut," tegas Shafiq.

Berikut adalah ringkasan kronologi dan status tindakan hukum yang dihadapi oleh jurnalis Bilal Ghauri dalam proses peradilan di Islamabad:

Tahapan / Item Detail Tindakan Status Hukum
Tanggal Laporan Kasus 6 September Kasus terdaftar di bawah UU PECA
Penahanan Fisik Awal 3 Hari (dimulai Senin) Selesai dijalani
Permintaan Penyidik Tambahan 6 Hari Penahanan Ditolak Sebagian oleh Pengadilan
Putusan Perpanjangan Hakim 2 Hari Tambahan Sedang Berjalan
Penyitaan Perangkat Bukti Ponsel, Laptop, Akun Medsos Disita Sepenuhnya oleh NCCIA

Pola Pembungkaman Berbasis Undang-Undang PECA

Penahanan perpanjangan ini menambah daftar panjang jurnalis dan pengkritik pemerintah yang terjerat oleh pasal-pasal karet dalam Undang-Undang Kejahatan Elektronik (PECA) di Pakistan. Para pengamat media dan aktivis hak asasi manusia menilai bahwa pasal mengenai penyebaran "informasi palsu" kerap dimanfaatkan oleh otoritas keamanan sebagai alat pembalasan politik.

Kondisi ini menciptakan iklim ketakutan yang mencekat di kalangan pekerja media, di mana setiap unggahan mengenai isu sensitif—seperti struktur kepemimpinan di lembaga kontra-terorisme—dapat berujung pada kriminalisasi. Keputusan Hakim Malik Aman yang memberikan perpanjangan dua hari, meski lebih singkat dari tuntutan NCCIA, tetap memperlihatkan bagaimana ruang gerak pers semakin menyempit di bawah naungan regulasi siber yang represif. Kepastian nasib Bilal Ghauri kini bergantung pada proses hukum dua hari mendatang, di tengah sorotan publik internasional terhadap jaminan kebebasan pers di Pakistan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User