Sep 21, 2026
Ekonomi

Investasi Asing di Energi Terbarukan Meningkat Signifikan

JAKARTA — Investasi asing langsung (FDI) di sektor energi terbarukan Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada kuartal pertama tahun 2025. Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal

Investasi Asing di Energi Terbarukan Meningkat Signifikan

JAKARTA — Investasi asing langsung (FDI) di sektor energi terbarukan Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada kuartal pertama tahun 2025. Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan realisasi investasi mencapai USD 2,1 miliar, meningkat 45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh komitmen global terhadap transisi energi dan kebijakan pemerintah yang semakin pro-investasi.

Faktor Pendorong Investasi

Beberapa faktor utama mendorong masuknya investasi asing ini. Pertama, pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Energi Terbarukan memberikan kepastian hukum dan insentif fiskal bagi investor. Kedua, target bauran energi nasional sebesar 23% dari energi terbarukan pada tahun 2025 mendorong proyek-proyek besar seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat, yang melibatkan investor asing dari Uni Emirat Arab dan China. Ketiga, penurunan biaya teknologi panel surya dan turbin angin membuat proyek semakin kompetitif secara ekonomi.

“Kami melihat minat investor dari Eropa, Asia Timur, dan Timur Tengah sangat tinggi. Mereka tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga ingin berkontribusi pada dekarbonisasi global,” ujar Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers, Senin (15/3/2025).

Proyek Unggulan dan Dampak Ekonomi

Proyek-proyek unggulan yang menyerap investasi asing antara lain PLTS Cirata tahap II dengan kapasitas 500 MW, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan, dan pengembangan bioenergi dari limbah kelapa sawit di Sumatera. Investasi ini diperkirakan menciptakan 12.000 lapangan kerja baru dan mengurangi emisi karbon sebesar 8 juta ton CO2 per tahun. Selain itu, peningkatan investasi juga mendorong transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia lokal melalui program pelatihan.

Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), investasi di sektor energi terbarukan berkontribusi 2,3% terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan I-2025. Angka ini lebih tinggi dari kontribusi sektor energi fosil yang hanya 1,8%.

Tantangan dan Langkah ke Depan

Meskipun tren positif, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Di antaranya adalah kesiapan infrastruktur jaringan listrik, perizinan yang masih berbelit di beberapa daerah, dan harmonisasi regulasi antara pusat dan daerah. Pemerintah berjanji akan menyederhanakan proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang diperbarui dan mempercepat pembangunan transmisi listrik di wilayah timur Indonesia.

“Kami targetkan realisasi investasi energi terbarukan tahun 2025 mencapai USD 8 miliar. Untuk itu, kami akan membuka lebih banyak proyek kerja sama dengan swasta asing melalui skema Public Private Partnership (PPP),” tambah Menteri Bahlil.

Dengan komitmen yang kuat dan perbaikan iklim investasi, sektor energi terbarukan Indonesia diproyeksikan akan terus menjadi primadona bagi investor asing, sejalan dengan upaya global mencapai net zero emission pada tahun 2060.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User