IHSG Rebound ke 5.931, Analis Soroti Efek Mundur Dirut BEI

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) per Jumat pagi, 30 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 5.931,27, naik 0,65% dari posisi penutupan sebelumny...

IHSG Rebound ke 5.931, Analis Soroti Efek Mundur Dirut BEI

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) per Jumat pagi, 30 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 5.931,27, naik 0,65% dari posisi penutupan sebelumnya di 5.892,89. Penguatan ini menjadi sinyal positif setelah indeks mengalami tekanan dalam dua hari sebelumnya, merespons gejolak internal yang dipicu oleh mundurnya Direktur Utama BEI. Tekanan jual yang sempat mendominasi awal pekan kini mulai mereda, dengan kapitalisasi pasar kembali mendekati angka Rp10.200 triliun.

Konteks Gejolak: Efek Mundurnya Dirut BEI

Perdagangan Rabu dan Kamis (28-29 Januari) menjadi periode koreksi cukup tajam. IHSG anjlok total 2,3% dalam dua hari, terimbas oleh ketidakpastian setelah pengunduran diri Dirut BEI yang disampaikan secara mendadak. Investor asing mencatatkan capital outflow bersih senilai Rp1,8 triliun selama periode tersebut, terutama di saham-saham perbankan dan energi. Koreksi tersebut sempat membawa IHSG menyentuh level terendah dalam dua pekan di 5.870.

Pengunduran diri figur puncak bursa selalu membawa risiko governance dan persepsi stabilitas, apalagi terjadi di tengah upaya BEI mendorong jumlah pencatatan IPO tahun ini yang ditargetkan mencapai 55 emiten baru. Pasar memang tidak menyukai ketidakjelasan, dan sentimen negatif itu terefleksi pada pelemahan dua hari lalu. Namun, pelaku pasar kini mulai mencerna bahwa transisi di tubuh bursa adalah proses yang dikelola secara institusional dan tidak akan mengganggu operasional perdagangan harian.

Di Balik Rebound: Bargain Hunting atau Fundamental Kuat?

Di satu sisi, penguatan pagi ini lebih banyak didorong oleh aksi bargain hunting—strategi beli di harga rendah—setelah koreksi dua hari dianggap berlebihan. Indikator teknikal menunjukkan saham-saham unggulan seperti BBCA, TLKM, dan ASII telah mencapai level oversold. Likuiditas yang kembali masuk, terutama dari investor domestik institusi sebesar Rp475 miliar di sesi pertama, menjadi motor utama rebound. Valuasi price-to-earnings (P/E) IHSG yang kini berada di 14,2x juga masih lebih rendah dari rerata tiga tahun di 15,1x, menjadikannya relatif menarik.

Di sisi lain, analis fundamental menyoroti bahwa penguatan ini masih rentan jika tidak disertai klarifikasi rencana suksesi. Sentimen pasar bisa kembali negatif bila jabatan Dirut BEI kosong terlalu lama tanpa penunjukan pengganti yang memiliki kredibilitas kuat. Sejumlah pelaku pasar menginginkan figur yang paham seluk-beluk industri pasar modal dan mampu menjaga kepercayaan asing. Tanpa itu, aliran dana asing yang baru masuk pagi ini sebesar Rp92 miliar bisa kembali keluar dengan cepat.

Proyeksi dan Level Kritis IHSG

Secara teknikal, area 5.930-5.950 menjadi resistance terdekat. Jika IHSG mampu bertahan di atasnya hingga penutupan, ada potensi indeks kembali menguji level psikologis 6.000 dalam satu hingga dua pekan ke depan. Namun, analis mengingatkan bahwa volume perdagangan pagi ini masih relatif tipis, sekitar 2,1 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,3 triliun—di bawah rata-rata harian. Hal ini menandakan bahwa keyakinan pasar belum sepenuhnya pulih.

Sektor yang memimpin penguatan adalah konsumer (naik 1,2%), properti (0,9%), dan perbankan (0,8%). Sementara itu, sektor tambang masih berkonsolidasi. Pelaku pasar juga mencermati rilis data inflasi Januari yang dijadwalkan Senin depan. Jika inflasi inti tetap terkendali di bawah 3% year-on-year, maka Bank Indonesia memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga acuan, menjadi katalis positif tambahan. Dengan kombinasi sentimen domestik yang mulai stabil dan fundamental yang terjaga, IHSG memiliki peluang untuk kembali melanjutkan tren penguatan tahun ini, meski tetap perlu mewaspadai risiko eksternal seperti arah kebijakan the Fed.

"Pasar sedang dalam fase transisi. Begitu ada kepastian suksesi di bursa, kami perkirakan IHSG bisa lanjut menguat menuju 6.100 di kuartal I," ujar Ekonom Senior dari Lembaga Riset Pasar Modal.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User