Sep 17, 2026
Nasional

HEBRON — Pasukan Israel Menutup Masjid Ibrahimi Demi Perayaan Pemukim Yahudi

Suasana senyap yang mencekam menyelimuti kawasan Kota Tua Hebron, Tepi Barat. Bunyi langkah sepatu laras panjang tentara pendudukan dan desingan gerbang be

HEBRON — Pasukan Israel Menutup Masjid Ibrahimi Demi Perayaan Pemukim Yahudi

Suasana senyap yang mencekam menyelimuti kawasan Kota Tua Hebron, Tepi Barat. Bunyi langkah sepatu laras panjang tentara pendudukan dan desingan gerbang besi yang dikunci secara paksa menggantikan gema azan yang biasanya membubung dari menara-menara kuno. Pasukan militer Israel secara mendadak mengisolasi kompleks Masjid Ibrahimi dari umat Muslim, sebuah langkah berulang yang menyulut kembali benturan geopolitik dan krisis kemanusiaan di wilayah pendudukan tersebut.

Penutupan total ini diberlakukan hingga Kamis (17/9) malam, dengan alih-alih alasan pengamanan bagi ribuan pemukim Yahudi yang menggelar ritual perayaan keagamaan mereka. Seluruh akses pintu masuk diblokir ketat, sementara ratusan personel militer bersenjata lengkap disiagakan di sepanjang pos pemeriksaan (checkpoint) yang mengepung situs bersejarah tersebut.

Eskalasi Penutupan dan Amputasi Hak Beribadah

Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa penutupan Masjid Ibrahimi bukanlah peristiwa terisolasi, melainkan bagian dari pola sistematis kontrol ruang yang diterapkan otoritas Israel. Sejak tragedi pembantaian umat Muslim saat salat Subuh pada tahun 1994 oleh pemukim radikal Baruch Goldstein, kompleks suci ini dibagi secara sepihak menjadi dua bagian untuk Muslim dan Yahudi.

Namun dalam praktiknya, otoritas militer kerap mengambil alih seluruh area masjid secara sepihak setiap kali perayaan hari besar Yahudi berlangsung. Umat Muslim yang mendiami kawasan Kota Tua Hebron terpaksa gigit jari, tak mampu mengikis barikade beton dan gerbang putar logam yang dijaga ketat.

"Kami tidak hanya dilarang melangkahkan kaki ke dalam masjid tempat nenek moyang kami beribadah, tetapi keberadaan kami di rumah sendiri terus diintimidasi. Setiap kali mereka merayakan sesuatu, hidup kami di Hebron dihentikan secara paksa," ujar Sheikh Hafzhi Abu Sneineh, salah satu pengelola situs sejarah tersebut.

Analisis Aksesibilitas dan Ketimpangan Kontrol Ruang

Pola pembatasan akses di Masjid Ibrahimi memperlihatkan disparitas yang mencolok antara warga lokal Palestina dan kelompok pemukim Yahudi. Berdasarkan penelusuran data kewilayahan di Hebron, berikut adalah perbandingan kontrol operasional kompleks bangunan suci tersebut:

Parameter Operasional Akses Umat Muslim Palestina Akses Pemukim Yahudi
Kapasitas Ruang Hari Biasa Terbatas pada area tertentu (~45%) Menguasai area mayoritas (~55%)
Penutupan Total Tahunan Hingga 10 hari per tahun (saat hari besar Yahudi) Hampir tidak pernah ditutup total
Pemeriksaan Keamanan Melalui 3-5 checkpoint ketat & pemindaian tubuh Akses khusus tanpa hambatan barikade militer

Dampak Ekonomi dan Pelanggaran Hukum Internasional

Dampak dari penutupan berkala ini merembet jauh melampaui tembok masjid. Pasar-pasar tradisional di sekitar Kota Tua Hebron terpaksa tutup karena blokade jalan. Para pedagang lokal kehilangan mata pencaharian utama mereka akibat penurunan drastis jumlah peziarah dan pengunjung.

Sejumlah lembaga pemerhati hak asasi manusia menilai tindakan pengambilalihan dan penutupan tempat ibadah ini melanggar Konvensi Jenewa Keempat serta prinsip kebebasan beragama yang dijamin oleh hukum internasional. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya menyapu secara perlahan (creeping annexation) demografi dan identitas Arab-Islam dari jantung Kota Hebron.

Hingga berita ini diturunkan, tekanan dari lembaga internasional belum mampu menggoyahkan barikade militer Israel yang masih berdiri kokoh di sekitar Kompleks Masjid Ibrahimi, meninggalkan warga lokal dalam cengkeraman ketidakpastian yang tak berkepanjangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User