Harga Daging dan Telur Ayam Naik, Cabai Rawit Turun

Fluktuasi harga bahan pangan kembali mewarnai pasar tradisional di sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir. Kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam, sementara d...

Jul 28, 2026 - 07:01
0 0
Harga Daging dan Telur Ayam Naik, Cabai Rawit Turun

Fluktuasi harga bahan pangan kembali mewarnai pasar tradisional di sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir. Kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam, sementara di sisi lain, harga cabai rawit justru menunjukkan tren penurunan yang cukup dalam. Perubahan harga ini mempengaruhi pola belanja masyarakat dan memicu beragam reaksi dari pedagang.

Daging Ayam Ras Menanjak Tajam

Berdasarkan pemantauan di Pasar Induk Kramat Jati dan beberapa pasar tradisional lain di DKI Jakarta, harga daging ayam ras broiler pada Minggu (23/7) terpantau berada di kisaran Rp39.000 hingga Rp42.000 per kilogram. Angka tersebut melonjak sekitar 10% dibandingkan pekan sebelumnya yang masih bertahan di level Rp35.000–Rp37.000 per kg. Pedagang menyebut kenaikan ini dipicu oleh kombinasi naiknya harga pakan ternak dan permintaan yang meningkat tajam menjelang bulan Agustus, saat banyak acara hajatan dan libur sekolah berlangsung.

Beben (47), seorang pedagang ayam di Pasar Senen, mengaku terpaksa menaikkan harga jual karena stok dari pemasok sudah naik sejak awal pekan. “Pasokan dari peternak memang berkurang, katanya panen ayam lagi seret. Sementara yang beli justru ramai, mungkin karena musim orang nikahan,” ujarnya. Kenaikan ini juga diperparah oleh meningkatnya biaya pengiriman akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi.

Telur Ayam Ikut Naik Meski Masih Terjangkau

Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan adalah telur ayam ras. Harga telur di tingkat pedagang eceran kini menyentuh Rp32.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp29.000 per kg. Kenaikan sekitar 10,3% ini membuat sejumlah konsumen rumah tangga mengurangi pembelian atau beralih ke telur yang lebih murah seperti telur ayam kampung yang harganya relatif stabil di Rp2.500 per butir.

Menurut catatan pasar, kenaikan telur ayam ras sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, dipicu oleh menyusulnya kenaikan harga jagung sebagai bahan baku pakan utama. Data dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta menunjukkan bahwa rata-rata harga pakan meningkat 8% dibanding bulan lalu. Namun, stok telur secara keseluruhan dinilai masih cukup aman, dan pemerintah provinsi berencana menggelar operasi pasar murah jika kenaikan terus berlanjut.

Cabai Rawit Justru Anjlok

Berbeda dengan daging dan telur, harga cabai rawit mengalami penurunan drastis yang cukup mengejutkan. Di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit merah kini berada di kisaran Rp45.000 per kg, turun hingga 25% dari dua pekan sebelumnya yang sempat menembus Rp60.000–Rp65.000 per kg. Penurunan ini disebabkan oleh melimpahnya pasokan dari sentra produksi di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang memasuki musim panen raya.

Para pedagang sayur menyambut gembira penurunan ini karena volume penjualan kembali naik. Namun, mereka mewaspadai potensi cepatnya lonjakan harga kembali karena cabai rawit sangat rentan terhadap perubahan cuaca. “Kalau tiba-tiba hujan deras lagi, stok bisa berkurang, harga bisa naik lagi dalam semalam,” kata Sutrisno, pedagang di Pasar Jatinegara. Sementara itu, cabai merah besar justru masih stabil di harga Rp48.000 per kg, tidak terpengaruh panen raya karena permintaan dari industri makanan olahan yang tetap tinggi.

Komoditas Lain: Beras Mulai Merangkak Naik

Selain protein hewani dan cabai, harga beras premium juga terpantau mulai bergerak naik. Beras jenis IR-64 kini diperdagangkan di kisaran Rp14.500 per liter, naik sekitar Rp500 dibandingkan bulan lalu. Pedagang mengeluhkan stok dari penggilingan yang mulai menipis seiring dengan berakhirnya masa panen gadu di beberapa daerah. Kenaikan ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir tahun seiring dengan meningkatnya kebutuhan beras untuk bantuan sosial dan program pemerintah.

Sementara itu, harga gula pasir dan minyak goreng curah relatif tidak banyak berubah. Minyak goreng sawit kemasan sederhana masih di angka Rp14.000 per liter, sedangkan gula pasir bertahan di Rp15.500 per kg. Stabilitas kedua komoditas ini sedikit meredakan tekanan inflasi pangan secara keseluruhan.

Respons Pemerintah dan Proyeksi

Menyikapi kenaikan harga daging dan telur ayam, Kementerian Perdagangan menyatakan tengah memantau pasokan dan akan melakukan koordinasi dengan asosiasi peternak untuk memastikan kelancaran distribusi. “Kami akan mengevaluasi apakah ada permainan di tingkat distributor. Jika ditemukan indikasi penimbunan, kami tidak segan bertindak tegas,” ujar seorang pejabat. Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengingatkan masyarakat untuk tidak panik karena stok pangan nasional masih dalam batas aman.

Para analis memperkirakan bahwa tren kenaikan harga daging ayam dan telur akan mereda dalam waktu dua pekan ke depan seiring dengan masuknya panen baru dari peternak. Namun, masyarakat tetap diminta bijak berbelanja dan memanfaatkan program pangan murah yang diadakan di beberapa titik pasar. Sementara itu, murahnya cabai rawit menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga untuk mengolah sambal dan menu pedas favorit tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User