Sep 02, 2026
Bisnis

Harga Beras Naik di Semua Tingkat, BPS Catat Rp14.213

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2026, harga beras di Indonesia mengalami kenaikan di seluruh rantai perdagangan, mulai dari tingkat penggilingan hingga eceran. Harga beras di ...

Harga Beras Naik di Semua Tingkat, BPS Catat Rp14.213

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2026, harga beras di Indonesia mengalami kenaikan di seluruh rantai perdagangan, mulai dari tingkat penggilingan hingga eceran. Harga beras di tingkat penggilingan tercatat sebesar Rp14.213 per kilogram, meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini memicu diskusi mengenai dampaknya terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

Kenaikan Harga di Semua Tingkat Perdagangan

Di satu sisi, kenaikan harga penggilingan mencerminkan peningkatan biaya produksi dan distribusi, seperti harga gabah kering panen (GKP) yang naik 5,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp6.850 per kg. Di sisi lain, harga eceran beras medium di pasar tradisional mencapai Rp15.800 per kg, naik 6,2% yoy, sementara beras premium menyentuh Rp17.500 per kg. Pro: kenaikan ini memberikan insentif bagi petani untuk meningkatkan produksi, mengingat rasio harga beras terhadap biaya input (seperti pupuk) membaik. Kontra: konsumen rumah tangga, terutama kelompok berpendapatan rendah, menghadapi tekanan daya beli karena beras menyumbang sekitar 10% dari indeks harga konsumen (IHK) kelompok makanan.

Dampak terhadap Inflasi dan Daya Beli

Pro: kenaikan harga beras dapat mendorong petani memperluas areal tanam, sehingga pasokan jangka panjang terjaga. Fundamental produksi beras nasional pada semester I 2026 mencapai 15,2 juta ton, naik 3,1% yoy, meskipun cuaca El Niño ringan sempat mengganggu. Kontra: inflasi volatile food (bahan pangan bergejolak) diperkirakan naik dari 4,2% menjadi 5,1% pada Agustus, berpotensi mendorong inflasi umum di atas target Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5%±1%. Sentimen pasar terhadap obligasi pemerintah mulai tertekan karena ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, tercermin dari kenaikan yield SUN 10 tahun sebesar 15 basis poin dalam sepekan terakhir. Likuiditas perbankan juga sedikit ketat, dengan rasio loan to deposit (LDR) di atas 85%.

Proyeksi dan Respons Kebijakan

Pro: pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran untuk subsidi pupuk dan bantuan pangan non-tunai (BPNT) sebesar Rp12 triliun pada APBN 2026, yang dapat meredam dampak sosial. Kontra: capital outflow dari pasar saham dan obligasi mulai terlihat, dengan net foreign sell mencapai Rp2,1 triliun pada Agustus, karena investor asing khawatir terhadap tekanan inflasi domestik. Valuasi saham sektor konsumer pun mengalami koreksi 4,3% month-to-date. "Kenaikan harga beras ini menjadi sinyal bagi BI untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan pada RDG September, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan ekspektasi inflasi," ujar ekonom senior Universitas Indonesia, Dr. Andi Pratama, dalam sebuah diskusi. Proyeksi ke depan, harga beras diperkirakan tetap tinggi hingga panen raya November, dengan rentang Rp14.500–Rp15.000 per kg di tingkat penggilingan, tergantung pada realisasi impor beras yang direncanakan 1,5 juta ton hingga akhir tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User