Kabut asap pekat kembali mengintai kawasan Kalimantan Selatan, membalut Kota Banjarbaru dalam suasana pengap yang mengancam kesehatan saluran pernapasan warga. Di tengah bayang-bayang krisis tahunan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menginstruksikan seluruh jajaran fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit daerah, untuk bersiap penuh menghadapi lonjakan pasien. Penekanan khusus diberikan pada perlindungan kelompok rentan seperti bayi, lansia, serta warga penderita penyakit kronis yang paling rentan terpapar racun partikulat udara.
Dalam arahan resminya saat memantau kesiapan penanggulangan bencana di wilayah Kalimantan Selatan, Wakil Presiden menegaskan bahwa respon medis tidak boleh terlambat semenit pun. Bencana karhutla bukan sekadar isu lingkungan hidup, melainkan krisis kesehatan masyarakat mendesak yang membutuhkan antisipasi lintas sektor secara masif. Rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas di sepanjang koridor Banjarbaru hingga Kabupaten Banjar kini diinstruksikan berada dalam status siaga tinggi.
Kelompok Rentan dalam Cengkeraman Asap Karhutla
Ancaman paling nyata dari kabut karhutla adalah meledaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data historis dinas kesehatan menunjukkan bahwa setiap kali musim kemarau ekstrem tiba, keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di bangsal anak dan perawatan respirasi selalu meningkat drastis. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti pentingnya jaminan ketersediaan pasokan oksigen medis serta kesiapan tenaga medis spesialis di garda terdepan.
"Kesiapan fasilitas kesehatan adalah pertahanan terakhir kita dalam melindungi warga. Jangan sampai ada masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia, yang terlambat mendapatkan penanganan medis akibat kurangnya sarana oksigen atau ruang perawatan di rumah sakit," tegas Wakil Presiden saat memberikan instruksi teknis kepada pengelola fasilitas medis di Banjarbaru.
Penanganan krisis kesehatan akibat asap memerlukan penataan sistem rujukan yang cepat dan terintegrasi. Ketika indeks standar pencemar udara (ISPU) melonjak ke kategori berbahaya, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) diwajibkan mampu memilah pasien secara cepat agar tidak terjadi penumpukan kritis di rumah sakit rujukan utama.
Analisis Dampak Kesehatan dan Kesiapan Fasilitas Medis
Hasil penelusuran tim lapangan Beritadua.com menunjukkan bahwa tantangan terbesar rumah sakit daerah dalam merespons karhutla adalah ketersediaan tabung oksigen konsentrat dan ketersediaan ruang perawatan isolasi pernapasan. Berikut adalah estimasi proyeksi lonjakan kasus medis dan kebutuhan logistik pada puncak musim kabut asap:
| Kategori Parameter | Kondisi Normal (Harian) | Proyeksi Puncak Karhutla |
|---|---|---|
| Kunjungan Pasien ISPA | 50 - 80 Pasien | 250 - 400 Pasien |
| Kebutuhan Oksigen Medis | 30 Tabung/Hari | 120 Tabung/Hari |
| Keterisian Kamar Respirasi | 35% | 85% - 95% |
Langkah Strategis dan Penanganan Jangka Panjang
Selain mengoptimalkan unit gawat darurat (UGD), pemerintah pusat menginstruksikan koordinasi cepat antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan untuk menyalurkan bantuan logistik medis darurat. Masker standar N95, nebulizer portabel, serta paket suplemen daya tahan tubuh dipastikan harus terdistribusi hingga ke pemukiman terpencil yang terkepung asap.
Para pakar kesehatan publik mengingatkan bahwa kesiapan rumah sakit merupakan tindakan penanganan di hilir. Solusi fundamental jangka panjang tetap berpusat pada pencegahan pembakaran lahan secara ilegal serta restorasi ekosistem gambut yang menjadi pemicu utama kemunculan titik panas (hotspot). Penegakan hukum yang tegas dan mitigasi medis terpadu harus berjalan beriringan agar tragedi krisis pernapasan warga Banjarbaru tidak terus berulang setiap tahun.
Merespons instruksi Wakil Presiden, manajemen rumah sakit di Banjarbaru mulai memperketat inventarisasi alat kesehatan, menambah cadangan tabung oksigen, dan menyusun skenario penambahan ruang rawat darurat demi menekan angka mortalitas akibat paparan racun asap karhutla.
Pemerintah dorong pasokan logistik oksigen dan penguatan ruang rujukan respirasi bagi kelompok rentan. BACA BERITA LENGKAP: Beritadua.com
Comments (0)