Sep 16, 2026
Hukum

Gedung Bertingkat di Gaza Runtuh, Sedikitnya 20 Warga Tewas

Sebuah tragedi mematikan kembali mengguncang Kota Gaza di tengah kegelapan malam. Sebuah gedung residensial enam lantai yang menampung puluhan warga sipil

Gedung Bertingkat di Gaza Runtuh, Sedikitnya 20 Warga Tewas

Sebuah tragedi mematikan kembali mengguncang Kota Gaza di tengah kegelapan malam. Sebuah gedung residensial enam lantai yang menampung puluhan warga sipil mendadak runtuh total hingga rata dengan tanah. Otoritas Pertahanan Sipil setempat mengonfirmasi sedikitnya 20 korban tewas, termasuk lima anak-anak, telah dievakuasi dari timbunan puing, sementara hampir 100 orang lainnya dikhawatirkan masih terjebak di bawah reruntuhan masif.

Peristiwa nahas ini menimpa bangunan padat hunian yang memiliki empat unit apartemen di setiap lantainya. Keruntuhan struktural secara mendadak ini menambah panjang daftar krisis kemanusiaan di wilayah kantong yang telah hancur lebur akibat gempuran perang berkepanjangan.

Kronologi Peristiwa Runtuhnya Gedung Residensial

Berdasarkan laporan investigasi awal dan keterangan tim penyelamat lapangan, berikut adalah rekonstruksi detik-detik bencana tersebut:

  1. Tengah Malam: Suara gemuruh keras terdengar saat struktur pondasi dan dinding penopang gedung enam lantai tersebut gagal menahan beban, memicu keruntuhan berantai dari lantai atas ke lantai dasar.
  2. Dini Hari: Tim Pertahanan Sipil dan warga sekitar bergegas melakukan upaya penyelamatan darurat dengan peralatan manual seadanya di tengah kepulan debu semen tebal dan keterbatasan penerangan.
  3. Pagi Hari: Sebanyak 20 jenazah berhasil ditarik dari puing-puing, sementara puluhan anggota keluarga dilaporkan masih hilang dan tertimbun material beton.
"Dua puluh jenazah telah diekstraksi dari reruntuhan bangunan yang runtuh. Di antara para korban tewas terdapat lima anak-anak, dan puluhan orang lainnya masih terjebak di bawah puing," ungkap perwakilan resmi Pertahanan Sipil Gaza dalam pernyataan resminya.

Dampak Kerusakan Struktural Akibat Perang

Laporan teknis awal mengindikasikan bahwa bangunan tempat tinggal tersebut sebelumnya telah menjadi sasaran serangan langsung selama fase pertempuran aktif. Meski tidak langsung runtuh saat terkena serangan beberapa waktu lalu, integritas struktural bangunan dilaporkan mengalami kerusakan mikroskopis dan retakan fatal pada pilar-pilar penyangga utama.

Kombinasi antara degradasi material, ketiadaan proses perbaikan akibat blokade material konstruksi, serta getaran berkala dari pengeboman di area sekitar menjadi faktor pemicu runtuhnya bangunan secara tiba-tiba tanpa peringatan awal.

Kendala Evakuasi dan Ancaman Gedung Rapuh

Operasi pencarian dan penyelamatan korban menghadapi rintangan luar biasa. Ketiadaan alat berat modern, ekskavator hidrolik, serta kelangkaan bahan bakar menyulitkan personel SAR untuk memindahkan lempengan beton tebal seberat puluhan ton. Penyelamat terpaksa menggali menggunakan sekop dan tangan kosong, berpacu dengan waktu sebelum korban yang terjebak kehabisan oksigen.

Para pengamat infrastruktur memperingatkan bahwa ribuan bangunan tempat tinggal lain di seluruh Jalur Gaza berada dalam kondisi kritis serupa. Struktur yang telah terkompromi oleh ledakan masa lalu kini menjadi perangkap maut tersembunyi bagi warga sipil yang tidak memiliki alternatif tempat tinggal lain.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User