Destry Damayanti Resmi Pimpin BI Sementara, Pasar Bereaksi Positif
Bank Indonesia memasuki fase transisi setelah Gubernur Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri pada awal pekan ini. Destry Damayanti, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior, ditunjuk un...
Bank Indonesia memasuki fase transisi setelah Gubernur Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri pada awal pekan ini. Destry Damayanti, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior, ditunjuk untuk memimpin bank sentral sebagai Gubernur sementara. Penunjukan ini menandai pertama kalinya dalam sejarah BI, seorang perempuan memegang tampuk pimpinan tertinggi meski dalam kapasitas sementara. Langkah ini dipandang pasar sebagai upaya menjaga stabilitas dan kontinuitas kebijakan moneter di tengah dinamika ekonomi global yang masih belum menentu.
Profil Singkat Destry Damayanti
Destry Damayanti bukan figur baru di Bank Indonesia. Kariernya di bank sentral terbentang lebih dari dua dekade, dengan portofolio yang mencakup sektor moneter, sistem pembayaran, hingga stabilitas keuangan. Sebelum diangkat sebagai Gubernur sementara, ia memegang posisi Deputi Gubernur Senior sejak 2019, mendampingi Perry Warjiyo dalam merumuskan bauran kebijakan. Dengan latar belakang akademis ekonomi dari universitas ternama, Destry dikenal vokal dalam mendorong inklusi keuangan dan digitalisasi sistem pembayaran. Pengalamannya di masa krisis dianggap sebagai modal penting menghadapi tantangan ke depan.
Respons Pasar Keuangan
Pasar merespons positif penunjukan ini. Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (23/6/2026), rupiah ditutup menguat 0,3 persen di level Rp15.200 per dolar AS, menunjukkan kepercayaan investor terhadap transisi yang tertib. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga naik 0,5 persen ke posisi 7.150. Di pasar obligasi, yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun turun 5 basis poin menjadi 6,45 persen, menandakan ekspektasi berlanjutnya kebijakan moneter yang akomodatif. “Penunjukan Destry memberikan sinyal stabilitas dan mengurangi ketidakpastian jangka pendek,” ujar seorang analis pasar modal.
Dua Sisi Pandangan
Di satu sisi, penunjukan Destry Damayanti disambut sebagai jaminan kontinuitas. Ia telah terlibat langsung dalam perumusan kebijakan selama beberapa tahun terakhir, sehingga kecil kemungkinan terjadi perubahan drastis. Namun, di sisi lain, sebagian pelaku pasar justru mengharapkan adanya perombakan. Masa jabatan Perry Warjiyo yang berakhir tiba-tiba memunculkan spekulasi tentang arah baru. “Kontra: pasar mungkin menginginkan figur dengan pendekatan berbeda terhadap suku bunga dan nilai tukar. Pro: Destry adalah figur yang teruji,” tulis tim riset Beritadua dalam catatan paginya.
Tantangan Moneter ke Depan
Gubernur sementara dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah yang tak ringan. Berdasarkan data BPS, inflasi inti per Mei 2026 tercatat 2,6 persen year-on-year, masih dalam sasaran 2,5±1 persen, tetapi tekanan dari sisi volatile food meningkat. Secara global, sikap Federal Reserve yang masih menahan suku bunga di level 5,25–5,50 persen dan arus modal keluar dari emerging market menjadi ancaman. Data Bank Indonesia mencatat, pada kuartal I-2026, terjadi net capital outflow sebesar Rp15 triliun dari pasar SBN. Diperlukan strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas rupiah tanpa mengorbankan pertumbuhan.
Langkah Selanjutnya
Proses pemilihan Gubernur Bank Indonesia definitif akan dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat sesuai undang-undang yang berlaku. Hingga terpilihnya pemimpin tetap, Destry Damayanti akan memegang kendali penuh. Pasar akan mencermati setiap pidato dan rilis kebijakan untuk menangkap sinyal arah suku bunga ke depan. “Yang terpenting saat ini adalah memastikan bahwa kerangka kebijakan tetap kredibel,” kata seorang ekonom senior. Dengan karakternya yang teknokratis, Destry diyakini mampu memandu BI melewati masa transisi ini tanpa gejolak berarti.
Comments (0)