Destry Damayanti Pimpin BI Sementara: Pasar Menanti Arah Kebijakan
Berdasarkan data Bank Indonesia per 20 Mei 2025, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 140,2 miliar dolar AS, turun tipis dari posisi akhir April 2025 yang sebesar 141,5 miliar dolar AS. Penuruna...
Berdasarkan data Bank Indonesia per 20 Mei 2025, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 140,2 miliar dolar AS, turun tipis dari posisi akhir April 2025 yang sebesar 141,5 miliar dolar AS. Penurunan ini terjadi di tengah upaya BI menstabilkan rupiah yang masih dibayangi sentimen suku bunga tinggi global. Di tengah dinamika tersebut, pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo memunculkan babak baru dalam kepemimpinan bank sentral. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti resmi mengisi posisi Pelaksana Tugas Gubernur BI, memegang kendali kebijakan moneter hingga ditetapkannya pemimpin definitif.
Keputusan Mengejutkan di Tengah Tekanan Eksternal
Langkah mundur Perry Warjiyo terjadi saat bank sentral tengah menghadapi tantangan berlapis. Suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate masih bertahan di level 6,00%, level tertinggi dalam lima tahun terakhir, untuk menjaga daya tarik imbal hasil dan meredam capital outflow. Inflasi inti pada April 2025 tercatat 2,48% secara year-on-year, masih dalam sasaran 2,5% ± 1%, tetapi inflasi pangan bergejolak menunjukkan kenaikan yang perlu dicermati. Sementara itu, indeks dolar AS yang menguat akibat kebijakan The Fed membuat rupiah tetap rentan, meskipun secara fundamental neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus.
Pengunduran diri ini memunculkan spekulasi di kalangan pelaku pasar, karena Perry Warjiyo sebelumnya dikenal sebagai arsitek kebijakan stabilisasi melalui operasi moneter yang agresif. Transisi ini tentu memicu pertanyaan mengenai kontinuitas kebijakan. Namun, penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara dapat dilihat sebagai upaya untuk menjamin keberlanjutan tanpa gejolak berarti.
Rekam Jejak Destry Damayanti dan Ekspektasi Pasar
Destry Damayanti bukan nama baru di dunia ekonomi dan perbankan. Sebelum menjabat Deputi Gubernur Senior BI sejak tahun 2021, ia pernah dipercaya sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Latar belakangnya yang kuat di bidang stabilitas sistem keuangan dan manajemen risiko dipandang sebagai modal penting untuk mengemudikan BI di masa transisi.
Dalam kapasitasnya sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry terlibat langsung dalam perumusan kebijakan moneter dan makroprudensial. Ia kerap menyuarakan pentingnya digitalisasi sistem pembayaran dan koordinasi fiskal-moneter. Pasar cenderung merespons positif, mengingat kepemimpinannya yang tenang dan data-driven. Namun, tugasnya kini bertambah berat: ia harus mengambil keputusan di tengah ekspektasi penurunan suku bunga yang tertunda karena tekanan global.
Dua Perspektif: Peluang Stabilitas versus Kerentanan Jangka Pendek
Di satu
Comments (0)