Aug 24, 2026
Bisnis

Destry Damayanti Jabat Gubernur BI Sementara: Komitmen Patuh Hukum

Seiring dengan berakhirnya masa jabatan Gubernur Bank Indonesia definitif, Dewan Gubernur BI menunjuk Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas Gubernur BI. Keputusan ini diambil untuk menjaga kontinui...

Destry Damayanti Jabat Gubernur BI Sementara: Komitmen Patuh Hukum

Seiring dengan berakhirnya masa jabatan Gubernur Bank Indonesia definitif, Dewan Gubernur BI menunjuk Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas Gubernur BI. Keputusan ini diambil untuk menjaga kontinuitas kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan selama masa transisi. Destry, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior, langsung menegaskan komitmennya untuk bertindak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Profil Destry Damayanti: Pengalaman Luas di Dunia Moneter

Destry Damayanti merupakan ekonom senior yang telah malang melintang di sektor keuangan Indonesia. Ia menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) sebelum melanjutkan studi magister di University of Manchester, Inggris, dan meraih gelar doktor dari University of Melbourne, Australia. Destry mengawali kariernya sebagai analis dan kemudian menempati sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai Ekonom Senior di Bank Mandiri dan Direktur Treasury dan Financial Institution di bank yang sama. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di mana ia berperan penting dalam memperkuat sistem penjaminan simpanan nasional.

Pada Juli 2019, Destry resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, posisi tertinggi kedua di bank sentral. Dalam peran tersebut, ia bertanggung jawab atas koordinasi kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran. Pengalamannya yang kaya diharapkan dapat menjadi bekal kuat dalam memimpin BI sementara di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.

Komitmen Kepatuhan pada Aturan dan Undang-Undang

Dalam keterangannya, Destry menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil selama masa kepemimpinannya akan berpegang teguh pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah. "Independensi bank sentral adalah amanat undang-undang yang harus dijaga. Tidak akan ada keputusan yang keluar dari koridor hukum yang telah ditetapkan," ujarnya. Destry juga menekankan bahwa pengambilan keputusan suku bunga acuan akan tetap dilakukan melalui Rapat Dewan Gubernur secara kolektif dan sesuai dengan data serta proyeksi ekonomi terkini.

Ia menambahkan bahwa selama masa transisi ini, prioritas utama adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan memastikan likuiditas perbankan tetap memadai. "Kami akan terus menggunakan instrumen moneter yang sesuai dengan perkembangan terkini, termasuk operasi pasar terbuka dan intervensi di pasar valas jika diperlukan," jelas Destry.

Tantangan dan Arah Kebijakan Ekonomi ke Depan

Pasar keuangan global saat ini tengah dihadapkan pada ketidakpastian tinggi, terutama terkait dengan arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang masih berpotensi hawkish. Selain itu, eskalasi ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah juga membayangi arus modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Dalam konteks domestik, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) terkendali di kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen, namun risiko dari sisi pangan dan energi masih perlu diwaspadai.

Di bawah arahan Destry, Bank Indonesia diperkirakan akan melanjutkan stance kebijakan yang pro-stabilitas. Sejumlah analis menilai bahwa suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate kemungkinan akan ditahan sampai ada tanda-tanda yang lebih jelas dari The Fed. "Kami melihat Plt Gubernur BI akan lebih memilih untuk wait and see, sambil terus menjaga stabilitas rupiah. Ini sudah sejalan dengan ekspektasi pasar," ungkap Kepala Riset sebuah lembaga keuangan di Jakarta. Destry sendiri enggan berspekulasi mengenai arah suku bunga, hanya menegaskan bahwa setiap keputusan akan diambil berdasarkan data dan dalam bingkai kepatuhan hukum.

Respons Pasar dan Harapan Stakeholder

Setelah pengumuman penunjukan Destry, rupiah bergerak stabil di kisaran Rp15.500 per dolar AS, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kepemimpinan bank sentral. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tidak menunjukkan gejolak berarti, menandakan bahwa investor melihat transisi ini berjalan mulus. Para pelaku pasar menyambut positif figur Destry yang dikenal memiliki kapabilitas dan reputasi yang baik.

Direktur Utama salah satu bank BUMN menyebut Destry sebagai "pemimpin yang mengerti detak jantung perbankan dan pasar keuangan." Ia berharap agar Destry dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara BI dan stakeholders, terutama di tengah tantangan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi paska pandemi. Sementara itu, asosiasi pengusaha menyatakan optimismenya bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif dan mendukung dunia usaha tanpa mengorbankan stabilitas.

Kesinambungan dan Kepercayaan

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di sektor keuangan, Destry Damayanti diyakini mampu membawa Bank Indonesia melewati masa transisi dengan penuh kehati-hatian. Komitmennya untuk selalu mengikuti aturan dan undang-undang menjadi fondasi penting dalam menjaga kredibilitas institusi. Meskipun masih menunggu penunjukan Gubernur BI definitif oleh Presiden, pasar dan publik berharap agar bank sentral tetap mampu merespons dinamika ekonomi dengan cepat dan tepat.

"Kami percaya bahwa stabilitas kebijakan akan tetap terjaga. Yang terpenting adalah bagaimana BI dapat menjaga ekspektasi inflasi dan nilai tukar di tengah ketidakpastian global. Destry sangat memahami itu," ujar seorang ekonom. Masa jabatan Plt Gubernur BI ini pun menjadi ujian sekaligus pembuktian bagi Destry untuk meneruskan jejak kepemimpinan yang kredibel di Bank Indonesia. Semua mata kini tertuju pada langkah-langkah lanjutan yang akan diambilnya dalam beberapa pekan ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User