Bank sentral Indonesia kini berada di bawah kendali baru, setidaknya untuk sementara waktu. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada awal pekan ini dengan alasan kesehatan yang memaksanya untuk fokus pada pemulihan. Sebagai langkah antisipasi, Dewan Gubernur BI menunjuk Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior, menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI. Keputusan ini langsung berlaku efektif guna memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.
Profil Lengkap Destry Damayanti
Destry Damayanti dikenal sebagai ekonom perempuan dengan rekam jejak mengesankan di level domestik maupun internasional. Ia menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi ke University of Colorado Boulder untuk gelar master, dan meraih Ph.D. di bidang ekonomi dari Boston University. Sejak awal kariernya, Destry sudah terlibat dalam berbagai isu strategis mulai dari kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, hingga pendalaman pasar keuangan.
Sebelum kembali ke Indonesia dan menduduki posisi di jajaran Dewan Gubernur BI, Destry sempat berkarier di luar negeri. Ia pernah menjadi ekonom di Bank Dunia (World Bank), menangani program-program pembangunan di berbagai negara berkembang. Pengalaman globalnya semakin terasah ketika ia dipercaya sebagai Direktur Eksekutif untuk Indonesia di Asian Development Bank (ADB) pada periode 2015–2020. Di lembaga multilateral tersebut, ia aktif mendorong reformasi kebijakan dan pembiayaan proyek infrastruktur serta pengembangan sumber daya manusia di kawasan Asia Pasifik.
Deputi Gubernur Senior dan Arsitek Kebijakan
Destry Damayanti bergabung dengan Bank Indonesia melalui mekanisme seleksi DPR pada tahun 2020 sebagai Deputi Gubernur Senior. Posisi ini menjadikannya sebagai orang nomor dua di bank sentral, dengan tanggung jawab utama mengkoordinasikan seluruh deputi gubernur di bidang moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, dan pengelolaan moneter. Sejak awal, ia telah menunjukkan kapasitasnya dalam merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika pasar.
Salah satu kontribusinya yang menonjol adalah saat pandemi COVID-19 melanda. Destry bersama Gubernur Perry Warjiyo merancang kebijakan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana melalui skema burden sharing. Langkah ini bertujuan untuk membiayai defisit APBN tanpa menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan. Ia juga terlibat aktif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi ganda di pasar spot dan pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Kebijakan Moneter di Era Destry
Sebagai Plt Gubernur BI, Destry Damayanti mewarisi tantangan besar. Di satu sisi, tekanan eksternal masih kuat menyusul kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat. Arus modal asing atau capital outflow berpotensi kembali menggerus cadangan devisa jika tidak disikapi dengan kebijakan yang tepat. Di sisi lain, inflasi dalam negeri yang sempat melandai kini mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan, terutama dari sisi harga pangan dan energi.
Destry diperkirakan akan meneruskan pendekatan pro-stability yang selama ini menjadi ciri kepemimpinan Perry Warjiyo. Yakni, mempertahankan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate pada level yang cukup tinggi untuk menahan inflasi, namun tetap membuka ruang penurunan jika data ekonomi menunjukkan perlambatan yang lebih dalam. Ia juga dikenal sebagai pendukung digitalisasi sistem pembayaran, seperti implementasi QRIS dan pengembangan rupiah digital, yang menjadi salah satu program prioritas Bank Indonesia.
Respons Pasar dan Pelaku Industri
Penunjukan Destry Damayanti sebagai Plt Gubernur BI disambut positif oleh pelaku pasar. Analis menilai pengalaman dan kredibilitasnya di tingkat global mampu menjaga kepercayaan investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini tercatat menguat tipis 0,2 persen, sementara imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun 3 basis poin, mengindikasikan pasar tidak bereaksi negatif terhadap transisi tersebut.
Sejumlah ekonom menyoroti bahwa Destry memiliki pemahaman mendalam tentang kompleksitas hubungan antara kebijakan moneter dan fiskal. Dengan latar belakang di ADB dan World Bank, ia dinilai mampu mengoordinasikan langkah BI dengan pemerintah dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi. Namun, ada juga yang mengingatkan bahwa posisi Plt Gubernur hanya bersifat sementara, sehingga kebijakan strategis jangka panjang mungkin menunggu keputusan final tentang Gubernur BI definitif melalui proses di DPR.
Proses Transisi dan Langkah Selanjutnya
Mundurnya Perry Warjiyo sebelum masa jabatan berakhir pada tahun 2028 menjadi kejutan bagi banyak pihak. Namun, mekanisme suksesi di Bank Indonesia diatur dengan jelas dalam Undang-Undang, sehingga transisi berjalan sesuai prosedur. Destry Damayanti akan menjalankan fungsi Gubernur BI sementara hingga presiden mengusulkan calon definitif dan mendapatkan persetujuan DPR.
Destry sendiri dalam pernyataan singkatnya menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas moneter dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Kami akan memastikan seluruh instrumen kebijakan bekerja secara optimal untuk menghadapi dinamika global dan domestik,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry Warjiyo selama masa kepemimpinannya yang penuh tantangan.
Warisan Perry Warjiyo
Perry Warjiyo menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2018 dan terpilih kembali untuk periode kedua pada 2023. Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia menghadapi berbagai gejolak, mulai dari perang dagang AS-China hingga pandemi COVID-19 dan inflasi global. Kebijakan kontroversial seperti burden sharing menuai pujian sekaligus kritik, namun berhasil menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia. Kontribusinya dalam memajukan ekonomi dan keuangan syariah juga menonjol.
Dengan mundurnya Perry, Destry Damayanti kini mengemban tugas berat sebagai penjaga sementara benteng moneter Indonesia. Pengalaman dan jaringannya di forum internasional diharapkan mampu membawa Bank Indonesia tetap kredibel di mata investor global. Publik dan pelaku pasar akan mencermati setiap sinyal kebijakan yang ia sampaikan, terutama menjelang Rapat Dewan Gubernur bulanan yang akan menentukan arah suku bunga ke depan.
Sementara itu, DPR dijadwalkan akan memulai proses uji kelayakan calon Gubernur BI definitif dalam beberapa pekan mendatang. Sejumlah nama sudah disebut-sebut, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah. Yang pasti, masa transisi ini menjadi ujian pertama bagi Destry Damayanti untuk membuktikan kepemimpinannya di bank sentral yang independen.
Comments (0)