Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Begini Respons LPS

Berdasarkan data Bank Indonesia per Oktober 2025, inflasi nasional tercatat terkendali di kisaran 2,5 persen year-on-year, cadangan devisa berada pada level sekitar US$150 miliar, dan BI Rate bertahan...

Aug 12, 2026 - 01:14
0 0
Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Begini Respons LPS

Berdasarkan data Bank Indonesia per Oktober 2025, inflasi nasional tercatat terkendali di kisaran 2,5 persen year-on-year, cadangan devisa berada pada level sekitar US$150 miliar, dan BI Rate bertahan di 4,75 persen. Di tengah fundamental makroekonomi yang relatif stabil tersebut, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada proses suksesi kepemimpinan di bank sentral menyusul penetapan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memberikan respons positif terhadap pencalonan tersebut. Menurut Ketua Dewan Komisioner LPS, figur pimpinan bank sentral yang berasal dari internal dinilai memberikan kepastian bagi keberlanjutan kebijakan moneter serta stabilitas sistem keuangan, termasuk koordinasi yang selama ini berjalan baik dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Kami melihat kontinuitas kepemimpinan di bank sentral sebagai faktor penting bagi stabilitas sistem keuangan. Koordinasi antarlembaga yang sudah terbangun baik perlu dijaga agar kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap kuat," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS.

Rekam Jejak Internal dan Kontinuitas Kebijakan

Destry Damayanti bukan wajah baru di lingkungan bank sentral. Ia menjabat Deputi Gubernur Senior sejak 2019 dan kembali dipercaya untuk periode kedua. Pengalamannya mencakup pengelolaan kebijakan moneter, sistem pembayaran, hingga pendalaman pasar keuangan. Sebelum berkarier di bank sentral, ia juga pernah menjadi anggota Dewan Komisioner LPS periode 2015 hingga 2019, sehingga memahami persoalan penjaminan simpanan dan resolusi bank dari sisi regulator.

Di satu sisi, latar belakang lintas lembaga ini dipandang sebagai kekuatan. Koordinasi antara bank sentral, LPS, dan Otoritas Jasa Keuangan menjadi krusial ketika ekonomi menghadapi tekanan eksternal, misalnya gejolak nilai tukar atau risiko capital outflow, yakni keluarnya dana asing dari pasar domestik. Data menunjukkan rupiah sempat bergerak di kisaran Rp16.000 hingga Rp16.700 per dolar AS sepanjang 2025, sehingga kepemimpinan yang memahami dinamika pasar dinilai penting untuk menjaga sentimen pasar.

Pro dan Kontra Mekanisme Calon Tunggal

Pro: pencalonan tunggal dinilai mempercepat proses transisi dan mengurangi ketidakpastian di pasar keuangan. Bagi pemegang portofolio asing, kejelasan arah kebijakan moneter lebih bernilai ketimbang kontestasi kandidat yang berlarut. Historisnya, indeks saham dan obligasi cenderung stabil ketika calon pimpinan bank sentral berasal dari internal karena proyeksi kebijakan lebih mudah dibaca pelaku pasar.

Kontra: sejumlah pengamat menilai mekanisme calon tunggal mempersempit ruang DPR untuk membandingkan visi dan gagasan beberapa kandidat. Uji kelayakan berisiko menjadi formalitas jika tidak tersedia alternatif pembanding. Selain itu, isu independensi bank sentral kerap mencuat setiap kali proses nominasi dinilai terlalu terkendali, meskipun secara aturan seluruh tahapan tetap sah dan sesuai undang-undang.

Di sisi lain, perlu dicatat bahwa calon tunggal bukan praktik baru dalam sejarah kepemimpinan bank sentral Indonesia. Beberapa proses suksesi sebelumnya juga berlangsung dengan satu nama, dan pasar tetap merespons berdasarkan kredibilitas figur, bukan jumlah kandidat yang diajukan.

Dampak terhadap Pasar Keuangan dan Likuiditas

Dari sisi pasar, Indeks Harga Saham Gabungan dan pasar surat utang negara cenderung bergerak mengikuti ekspektasi kebijakan suku bunga. Dengan BI Rate di 4,75 persen dan tren pelonggaran bertahap, valuasi aset rupiah masih bergantung pada arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat serta rasio defisit transaksi berjalan yang diperkirakan tetap di bawah 1 persen dari PDB.

Bagi industri perbankan, kepemimpinan baru di bank sentral akan berpengaruh pada kebijakan likuiditas, termasuk rasio giro wajib minimum dan insentif bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas. LPS sendiri mencatat simpanan masyarakat di perbankan terus mengalami kenaikan, dengan lebih dari 99 persen rekening telah dijamin penuh sesuai ketentuan tingkat bunga penjaminan yang berlaku.

Ke depan, pasar akan mencermati jalannya uji kelayakan di Komisi XI DPR. Jika proses berjalan mulus, transisi kepemimpinan diperkirakan tidak mengganggu tren stabilitas makroekonomi. Namun bila muncul friksi politik atau perubahan arah kebijakan yang signifikan, volatilitas nilai tukar dan arus modal asing berpotensi mengalami peningkatan. Keseimbangan antara kontinuitas dan kredibilitas akan menjadi penentu utama kepercayaan investor dalam beberapa bulan ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User