Desak Made dan Kadek Adi Melaju ke Final Series Chamonix 2026

Chamonix, Prancis — Dua pemanjat tebing andalan Indonesia di nomor speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, berhasil menembus babak 16

Desak Made dan Kadek Adi Melaju ke Final Series Chamonix 2026

Chamonix, Prancis — Dua pemanjat tebing andalan Indonesia di nomor speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, berhasil menembus babak 16 besar atau putaran final IFSC Climbing World Cup Series Chamonix 2026. Keduanya menunjukkan performa solid pada sesi kualifikasi yang berlangsung di dinding panjat eskalade kawasan Mont-Blanc, Sabtu (20/4) sore waktu setempat.

Desak Made, peraih medali emas Asian Games 2022, mencatatkan waktu 6,79 detik pada lintasan kualifikasi pertamanya, sempat tergelincir sedikit di pijakan ketujuh, namun berhasil memulihkan keseimbangan dan finis dengan catatan 7,04 detik di percobaan kedua. Sementara itu, Kadek Adi tampil lebih konsisten dengan torehan 7,12 detik dan 7,09 detik, menempatkannya di peringkat ketujuh klasemen sementara kualifikasi. Hanya 16 pemanjat tercepat yang berhak melaju ke babak final yang dijadwalkan bergulir Minggu (21/4).

Strategi Berbeda, Hasil Maksimal

Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, mengungkapkan bahwa kedua atletnya menerapkan pendekatan yang sedikit berbeda dalam menghadapi trek Chamonix yang terkenal cepat. “Desak Made kami minta lebih eksplosif di tiga meter awal, sementara Kadek Adi fokus pada transisi setelah jump start. Keduanya berhasil mengeksekusi dengan baik meski tekanan atmosfer di ketinggian 1.035 meter cukup memengaruhi daya ledak,” ujarnya melalui sambungan telepon.

“Kami sudah memetakan kekuatan lawan dari Polandia dan Amerika Serikat. Desak Made dan Kadek Adi punya peluang besar menembus perempat final, bahkan podium.”

Performa Desak Made sejatinya masih bisa lebih tajam. Pada percobaan pertama, ia menyentuh pelat merah (timer) dalam 6,79 detik—hanya terpaut 0,14 detik dari rekor dunia yang dipegang Aleksandra Miroslaw. Namun, sebuah kesalahan kecil di pijakan kedelapan pada percobaan kedua membuat catatan waktunya melambat. Beruntung, waktu terbaiknya cukup untuk mengamankan peringkat keempat kualifikasi.

Peta Persaingan 16 Besar

Di babak 16 besar, Desak Made yang menempati peringkat empat akan berhadapan dengan pemanjat peringkat 13, Natalia Kalucka dari Polandia. Adapun Kadek Adi dari peringkat tujuh akan berduel dengan Emma Hunt (Amerika Serikat) yang mencatatkan 7,22 detik. Head to head kedua wakil Indonesia cukup menjanjikan karena mereka memiliki rekor kemenangan atas lawan di berbagai seri World Cup sebelumnya.

Namun, ancaman terbesar tetap datang dari tiga pemanjat teratas kualifikasi: Aleksandra Miroslaw (Polandia) dengan 6,65 detik, Di Niu (Tiongkok) 6,71 detik, dan Patrycja Chudziak (Polandia) 6,76 detik. Jika Desak Made mampu melewati Kalucka, ia berpotensi bertemu Miroslaw di perempat final—duel yang selalu dinanti penggemar panjat tebing dunia karena rivalitas keduanya yang ketat.

Persiapan Ketinggian dan Cuaca Dingin

Salah satu tantangan unik Series Chamonix adalah suhu udara yang berkisar 2–8 derajat Celsius serta tiupan angin kering pegunungan Alpen. Tim pelatih sudah menyiapkan pemanas otot portabel dan protokol pemanasan lebih panjang bagi kedua atlet. “Suhu dingin bisa membuat otot reaktif, tapi juga meningkatkan risiko kram. Kami telah menjalani simulasi di ruang bersuhu rendah selama pemusatan latihan di Prancis,” tambah Hendra.

Lebih jauh, keberhasilan ini melanjutkan tren positif panjat tebing Indonesia di kalender IFSC 2026. Sebelumnya, pada seri Salt Lake City bulan Maret, Desak Made meraih perunggu, sementara Kadek Adi finis di peringkat kesembilan. Hasil di Chamonix sangat penting untuk mengumpulkan poin kualifikasi Olimpiade Brisbane 2032, yang sudah mulai dihitung pada musim kompetisi 2026 ini.

Jadwal dan Harapan Final

Babak 16 besar nomor speed putri akan dimulai pukul 11.00 waktu Chamonix (16.00 WIB). Penyelenggara menyiarkan langsung melalui kanal IFSC YouTube dan platform Vidio untuk pemirsa Indonesia. Masyarakat Indonesia diharapkan memberikan dukungan moral melalui media sosial resmi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Keberhasilan Desak Made dan Kadek Adi menembus final Series Chamonix 2026 ini menjadi bukti konsistensi program pembinaan atlet panjat tebing nasional. Dengan hasil ini, Indonesia menempatkan dua wakilnya di antara 16 pemanjat terbaik dunia, sekaligus menjaga asa meraih medali di putaran final yang akan berlangsung dramatis besok.

TAGS: Panjat Tebing, IFSC World Cup, Desak Made Rita, Kadek Adi Asih, Chamonix 2026, Indonesia

[SOCIAL_TWEET]: Desak Made & Kadek Adi melesat ke 16 besar #IFSCChamonix! Catat waktu 6,79 & 7,09 detik kualifikasi. Dukung mereka besok pukul 16.00 WIB live di YouTube IFSC 🇮🇩🧗‍♀️ #PanjatTebing #IndonesiaMendaki

[SOCIAL_FB]: Dua pemanjat andalan Indonesia, Desak Made Rita dan Kadek Adi Asih, sukses menembus final Series Chamonix 2026. Dengan waktu kualifikasi impresif, keduanya akan berjuang di 16 besar menghadapi lawan tangguh dari Polandia dan AS. Saksikan aksi mereka besok pukul 16.00 WIB hanya di kanal IFSC YouTube. Beri semangat untuk Merah Putih! 🇮🇩🧗‍♀️ #Chamonix2026

[SOCIAL_TG]: 🇮🇩 Hasil Kualifikasi IFSC Chamonix: Desak Made (6.79) peringkat 4, Kadek Adi (7.09) peringkat 7. Final 16 besar besok jam 16.00 WIB. Link streaming: youtube.com/ifsc. Dukung terus!

[SOCIAL_THREADS]: Desak Made & Kadek Adi lolos ke 16 besar Series Chamonix 2026! Waktu terbaik Desak 6,79 detik, Kadek 7,09. Ini jadi momentum penting untuk poin Olimpiade Brisbane 2032. Kalian tim siapa? 🧗‍♀️🔥 #PanjatTebing #IFSCClimbing

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User