[SPANYOL] — Luis de la Fuente: Messi Tampil Bak Pesepakbola 19 Tahun
Madrid, Beritadua.com — Pelatih kepala tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, mengaku tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya setelah menyaksikan langsung
Madrid, Beritadua.com — Pelatih kepala tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, mengaku tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya setelah menyaksikan langsung aksi Lionel Messi di laga fase grup Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir. De la Fuente menyebut penampilan megabintang berusia 39 tahun itu seperti pemain yang baru menginjak usia 19 tahun, menggambarkan betapa luar biasanya vitalitas dan pengaruh sang kapten di lapangan.
Pernyataan mengejutkan itu dilontarkan De la Fuente dalam sesi jumpa pers menjelang laga perempat final Spanyol melawan Maroko di Doha, Qatar. Sang pelatih mengaku menonton pertandingan Argentina secara penuh untuk mengantisipasi kemungkinan bertemu La Albiceleste di babak semifinal. Namun, alih-alih hanya menganalisis taktik, ia justru larut dalam keajaiban yang ditampilkan peraih delapan Ballon d'Or tersebut.
“Saya pikir saya sedang menonton rekaman pertandingan Messi saat remaja. Energinya, gerakannya, dribel-dribel pendek yang mematikan—semua terasa seperti seorang anak berusia 19 tahun yang lapar akan bola. Di usianya sekarang, itu adalah fenomena langka dan kita semua beruntung masih bisa menyaksikannya,” ujar De la Fuente dengan nada penuh kekaguman.
Penampilan Sempurna Kontra Mesir
Pada pertandingan yang dimaksud, Argentina sukses mengunci tempat di babak 16 besar setelah mengalahkan Mesir dengan skor meyakinkan 3-0. Messi menjadi arsitek utama kemenangan dengan torehan satu gol dan dua assist. Gol pembuka yang dicetaknya melalui tendangan bebas melengkung di menit ke-24 menjadi sorotan utama, mengingatkan publik pada gol-gol ikoniknya di masa keemasan Barcelona.
Menariknya, data statistik dari FIFA memperkuat pengamatan De la Fuente. Sepanjang 90 menit, Messi mencatat 92% akurasi operan, empat dribel sukses, dan tiga tembakan tepat sasaran. Pergerakan tanpa bolanya juga membuat lini pertahanan Mesir kewalahan, membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk mencetak dua gol tambahan melalui Julian Alvarez dan Alejandro Garnacho.
Pelatih fisik Argentina, Pablo Blanco, dalam wawancara terpisah mengungkapkan bahwa kondisi Messi saat ini adalah hasil dari pola latihan yang dirancang khusus. “Kami memodifikasi program latihannya agar fokus pada kecepatan eksplosif dan mobilitas sendi. Dia sangat disiplin, mungkin lebih disiplin dari pemain muda di skuad ini,” tutur Blanco.
Reaksi Dunia Sepak Bola
Komentar De la Fuente sontak memantik reaksi luas dari kalangan pesepak bola dan media internasional. Mantan bek Spanyol, Sergio Ramos, melalui unggahan di Instagram pribadinya menulis, “Hormat setinggi-tingginya untuk yang terbaik sepanjang masa. Mengalahkan usia dengan bakat dan kecintaan pada sepak bola.” Sementara itu, legenda Brasil, Ronaldo Nazario, mencuit, “Messi mempermalukan umur. Kita semua harus belajar darinya.”
Media olahraga ternama Marca bahkan menurunkan tajuk utama, “Messi, Penantang Waktu: Dari Rosario ke Qatar dengan Semangat 19 Tahun,” seraya menempatkan foto ikonik selebrasi gol Messi di halaman depan. Analis sepak bola BBC Sport, Gary Lineker, menambahkan bahwa jika Argentina berhasil mempertahankan performa ini, bukan tidak mungkin Messi akan membawa pulang trofi Piala Dunia kedua secara beruntun—sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sejak Brasil era 1958-1962.
Kepemimpinan yang Tak Tergantikan
Selain aspek teknis, De la Fuente juga menyoroti kematangan kepemimpinan Messi. Di usianya yang nyaris kepala empat, Messi tidak hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga mentor bagi generasi muda Argentina. Dalam sesi pemanasan sebelum pertandingan, ia terlihat memberikan instruksi intens kepada Garnacho dan Enzo Fernandez, membangun komunikasi yang cair dan penuh rasa percaya.
“Yang paling menakutkan dari Messi adalah kemampuannya membaca permainan dan mengangkat mental tim. Pemain setua dia biasanya sudah menurun secara fisik, tapi dia membalikkan logika itu. Dia seperti berlari dengan pikiran yang lima langkah lebih maju dari yang lain,” lanjut De la Fuente.
Pendapat ini senada dengan pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang telah berulang kali menegaskan bahwa Messi adalah “jantung dan roh” tim. Scaloni bahkan memberikan fleksibilitas penuh kepada sang kapten untuk bergerak bebas di sepertiga akhir lapangan, sebuah keleluasaan yang terbukti mematikan bagi lawan.
Persaingan di Piala Dunia 2026
Argentina kini menatap babak perempat final dengan status sebagai juara bertahan setelah kemenangan dramatis di final Piala Dunia 2022 melawan Prancis. Jika Spanyol berhasil mengatasi Maroko, kedua raksasa sepak bola ini akan bertemu di semifinal yang diprediksi bakal menjadi duel epik antara generasi emas La Roja dan legenda hidup Argentina.
Bagi De la Fuente, menghadapi Messi adalah tantangan sekaligus kehormatan. “Saya tidak akan berbohong, mempersiapkan strategi untuk menghentikan Messi adalah mimpi buruk bagi pelatih mana pun. Tapi di sisi lain, kami akan menguji diri melawan yang terbaik. Itu esensi sepak bola,” katanya sambil tersenyum tipis.
Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—memang menjadi panggung nostalgia bagi Messi. Sejak memulai debut internasional pada 2005, ia telah mengoleksi lebih dari 200 caps dan 110 gol untuk Argentina. Jika mampu mencapai final, Messi akan mencatatkan rekor baru sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di sejarah Piala Dunia, melampaui legenda Jerman, Lothar Matthaus.
Misteri Masa Depan
Meski tampil perkasa, pertanyaan tentang kapan Messi akan gantung sepatu tetap menjadi misteri. Kontraknya bersama Inter Miami akan berakhir pada Desember 2026, dan banyak yang berspekulasi bahwa Piala Dunia ini adalah edisi terakhirnya. Namun, melihat penampilannya saat ini, sulit membayangkan ia akan berhenti dalam waktu dekat.
De la Fuente sendiri enggan berspekulasi. “Dia tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan, saya melihat peningkatan dalam kecerdasan taktisnya. Mungkin dia akan terus bermain selama dia merasa bahagia. Dan dari apa yang saya lihat, dia sangat bahagia di lapangan,” tutup pelatih berusia 64 tahun itu.
Kini, mata dunia tertuju pada langkah Messi selanjutnya di Piala Dunia 2026. Apakah sang maestro benar-benar bisa memperpanjang dongengnya dan membungkam kritik soal usia? Satu hal yang pasti: selama Messi masih berlari dengan semangat anak 19 tahun, keajaiban akan terus berbicara di atas rumput hijau.
Tanya Jawab Seputar Performa Messi di Piala Dunia 2026:
[TAGS]: Lionel Messi, Argentina, Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente, Spanyol
[SOCIAL_TWEET]: “Pelatih Spanyol @LUISDELAFUENTE: ‘Messi seperti anak 19 tahun di lapangan’. La Pulga pukau dunia lagi di #PialaDunia2026. Mampukah Spanyol hentikan sang legenda? 🔥🇦🇷⚽”
[SOCIAL_FB]: “Luis de la Fuente melongo lihat aksi Lionel Messi di laga Argentina vs Mesir. Di usia 39 tahun, sang kapten bermain bak remaja 19 tahun—lincah, cepat, penuh energi. Akankah Messi bawa Argentina juara lagi? Baca selengkapnya di Beritadua.com! 🏆 #Messi #PialaDunia2026”
[SOCIAL_TG]: “Pelatih Spanyol takjub: Messi tampil seperti baru berusia 19 tahun di Piala Dunia 2026. Satu gol, dua assist, dan kepemimpinan tak tertandingi. Simak ulasan lengkapnya di Beritadua.com.”
[SOCIAL_THREADS]: “Usia cuma angka? Messi buktikan di Piala Dunia 2026. Luis de la Fuente sebut dia seperti pemain 19 tahun. Gimana pendapat kalian—masih layakkah Messi disebut GOAT? 🔽 #Argentina #Messi #WorldCup2026”
Comments (0)