Spanyol Singkirkan Belgia, Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Stadion Los Angeles yang megah menjadi saksi bisu tersingkirnya Belgia dari Piala Dunia 2026 setelah takluk dari kekuatan Spanyol, Sabtu (11/7) dini hari W

Stadion Los Angeles yang megah menjadi saksi bisu tersingkirnya Belgia dari Piala Dunia 2026 setelah takluk dari kekuatan Spanyol, Sabtu (11/7) dini hari WIB. Hasil ini sekaligus memastikan dua tim negara harus rela angkat koper dari babak perempat final turnamen akbar yang digelar di tiga negara Amerika Utara tersebut. Kepastian itu mengantarkan Spanyol menuju laga semifinal yang sudah dinanti, di mana mereka akan berhadapan dengan raksasa Eropa lainnya, Prancis.
La Roja tampil perkasa sepanjang 90 menit. Gol cepat di menit ke-12 melalui aksi striker muda Álvaro Ruiz membuka keunggulan Spanyol. Umpan tarik menyusur tanah dari sayap kanan berhasil dikonversi menjadi gol dengan sontekan akurat yang tak mampu dijangkau kiper Belgia. Keunggulan itu semakin kokoh ketika gelandang serba bisa Marco Asensio menggandakan skor pada menit ke-34 lewat eksekusi penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang.
Dominasi Spanyol di Babak Pertama
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Penguasaan bola mencapai 67 persen di babak pertama, sebuah refleksi dari filosofi “tiki-taka” yang masih menjadi DNA permainan mereka. Gelandang muda Pedri dan Gavi bekerja bak mesin penggerak yang terus mengalirkan bola ke lini depan. Kombinasi umpan pendek dan pergerakan tanpa bola membuat barisan pertahanan Belgia kerap terbelah. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, terlihat tenang di pinggir lapangan, sesekali memberi instruksi untuk menjaga intensitas tekanan.
“Kami tahu Belgia adalah tim yang berbahaya, jadi kami harus mencuri gol sejak awal. Strategi itu berjalan sempurna,” kata Álvaro Ruiz usai laga, sembari tersenyum lebar.
Sementara itu, Belgia—yang mengandalkan skema tiga bek—justru kesulitan membangun serangan. Kevin De Bruyne, sang arsitek permainan, kerap terisolasi. Lini tengah mereka kehilangan bola terlalu mudah, dan transisi bertahan yang lambat menjadi celah fatal. Beberapa kali Romelu Lukaku mencoba menusuk, namun selalu kandas di kaki bek tangguh Spanyol, Pau Torres. Hingga turun minum, Belgia tertinggal 0-2 tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.
Belgia Gagal Bangkit di Babak Kedua
Pasca jeda, Belgia mencoba meningkatkan agresivitas. Masuknya pemain cepat Jérémy Doku memberikan sedikit perubahan ritme. Pada menit ke-58, Belgia sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Lukaku yang memanfaatkan sepak pojok De Bruyne. Gol itu membakar semangat para pendukung “Setan Merah” yang memadati tribun. Namun, euforia hanya bertahan enam menit.
Kesalahan fatal kiper Thibaut Courtois yang gagal mengantisipasi tembakan jarak jauh dari Mikel Oyarzabal membuat bola liar membentur tiang dan masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu memupuskan harapan Belgia. Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Spanyol terpampang di papan skor raksasa. Courtois terlihat tertunduk lesu, sementara kapten Spanyol, Rodri, mengangkat tangan memberi apresiasi kepada rekan setimnya.
Statistik akhir menegaskan keunggulan Spanyol: penguasaan bola 61 persen, 14 tembakan (6 di antaranya tepat sasaran), berbanding 5 tembakan Belgia dengan hanya satu yang mengarah ke gawang (yang berujung gol). Kartu kuning yang diterima dua pemain Belgia, Youri Tielemans dan Wout Faes, juga menunjukkan frustrasi yang melanda kubu tim asuhan Domenico Tedesco.
Jalan Menuju Semifinal: Prancis Menanti
Dengan hasil ini, satu tiket semifinal sektor atas sudah jelas: Prancis akan menantang Spanyol. Kedua tim akan bertarung dalam duel yang diprediksi berlangsung panas. Prancis lebih dahulu memastikan tempat setelah menyingkirkan lawannya di perempat final dengan permainan solid khas Les Bleus. Kini, Eropa dipastikan akan mengirim satu wakil ke final Piala Dunia 2026 melalui laga ini.
| Aspek | Spanyol | Prancis |
|---|---|---|
| Peringkat FIFA (per Juni 2026) | 3 | 2 |
| Jumlah Gol di Turnamen | 12 | 10 |
| Kebobolan | 3 | 2 |
| Pemain Kunci | Pedri, Álvaro Ruiz | Kylian Mbappé, Aurélien Tchouaméni |
| Rekor Pertemuan di Piala Dunia Sebelumnya | Menang 1 (EURO 2024) | Menang 1 (Final 1998) |
Dari data di atas, kedua tim punya catatan yang hampir setara. Spanyol unggul dalam produktivitas gol, sementara Prancis lebih kokoh di lini belakang. Pakar sepak bola, Javier Clemente, menilai pertandingan nanti akan menjadi adu taktik antara dua pelatih cerdik, Luis de la Fuente dan Didier Deschamps.
“Spanyol punya ritme mengalir, Prancis punya transisi mematikan. Kuncinya ada di lini tengah. Siapa yang menguasai area itu, dia yang akan mengendalikan permainan,” ujar Clemente dalam analisis di stasiun televisi setempat.
Kekalahan Belgia juga menandai akhir dari perjalanan generasi emas kedua mereka di Piala Dunia. Banyak pihak mempertanyakan apakah De Bruyne, Lukaku, dan Courtois masih akan bermain di edisi 2030 nanti. Sementara itu, Spanyol yang dihuni banyak pemain muda kian menunjukkan kedewasaan. Mereka tak hanya piawai menguasai bola, tetapi juga efektif di depan gawang lawan. Wajar bila kini publik menaruh ekspektasi tinggi kepada La Roja untuk mengulang kejayaan Piala Dunia 2010.
[SOCIAL_TWEET]: Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai kalahkan Belgia 3-1! Kini bersiap hadapi Prancis di duel panas Eropa. Akankah Tiki-taka atau kecepatan Mbappé yang berjaya? 🏆 #PialaDunia2026 #Spanyol #Prancis[SOCIAL_TG]: ⚽️ Spanyol sukses mengandaskan Belgia 3-1 dan mengunci tiket semifinal Piala Dunia 2026! Satu pertandingan lagi akan mempertemukan mereka dengan Prancis. 🔥 Duel Eropa yang pastinya seru abis!
Comments (0)