Erick Thohir Tanggapi Keresahan Presiden Prabowo soal Timnas Gagal ke Piala Dunia
Jakarta, Sabtu (20/6/2026) — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan tanggapan resmi atas keresahan yang diungkapkan Presiden Prabo
Jakarta, Sabtu (20/6/2026) — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan tanggapan resmi atas keresahan yang diungkapkan Presiden Prabowo Subianto mengenai kegagalan Timnas Indonesia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Presiden dikabarkan memanggil Erick Thohir dan pelatih asing John Herdman ke kediamannya di Hambalang untuk membahas peta jalan sepak bola nasional.
Kronologi Keresahan Presiden
- Kamis, 18 Juni 2026: Presiden Prabowo dalam rapat terbatas menyampaikan kekecewaan mendalam karena Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. "Kita punya potensi besar, tapi kenapa belum bisa?" ujar Prabowo seperti ditirukan sumber.
- Jumat, 19 Juni 2026: Presiden memanggil Erick Thohir dan John Herdman ke Istana Hambalang untuk mendengarkan penjelasan langsung terkait program pembinaan dan kendala yang dihadapi Timnas.
- Sabtu, 20 Juni 2026: Erick Thohir menggelar konferensi pers virtual, menjawab pertanyaan awak media tentang pembicaraannya dengan Presiden dan rencana ke depan.
Pernyataan Erick Thohir
Dalam jumpa pers, Erick Thohir mengakui bahwa kegagalan itu menjadi tamparan keras bagi semua pihak. "Presiden sangat peduli. Beliau ingin sepak bola Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut berkompetisi di level tertinggi. Kami sudah memaparkan milestone dan hambatan yang ada," kata Erick.
"Kegagalan ini bukan akhir. Justru ini momentum untuk berbenah total. Mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas liga, hingga integrasi teknologi dalam pelatihan. Saya dan tim sedang menyusun cetak biru yang lebih agresif untuk mengejar mimpi Piala Dunia 2030," tegasnya.
Erick juga menyebutkan bahwa kehadiran John Herdman, eks pelatih Timnas Kanada yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, akan menjadi aset penting dalam transformasi ini. "Coach Herdman akan memimpin proyek jangka panjang, bukan hanya untuk satu turnamen."
Langkah Nyata Menuju Piala Dunia 2030
- Perombakan Kurikulum Pembinaan: PSSI akan memperkuat akademi-akademi sepak bola di 20 provinsi dengan standar internasional.
- Peningkatan Kompetisi Domestik: Liga 1 direncanakan akan lebih kompetitif dengan penambahan kuota pemain asing berkualitas dan aturan ketat jam terbang pemain muda.
- Pemusatan Latihan Jangka Panjang: Timnas U-20 dan U-23 akan menjalani program TC Eropa secara rutin untuk menambah jam terbang internasional.
- Kolaborasi dengan Diaspora: Pemerintah akan mempermudah proses naturalisasi pemain keturunan Indonesia yang bermain di liga top Eropa.
Erick Thohir menutup sesi dengan optimisme bahwa dengan dukungan penuh Presiden, Indonesia bisa menembus Piala Dunia edisi berikutnya. "Saya janjikan kepada rakyat Indonesia, kita akan kerja siang malam. Piala Dunia 2030 bukan sekadar mimpi, tapi target yang harus tercapai," pungkasnya.
[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resah Timnas gagal ke Piala Dunia 2026. Menpora Erick Thohir langsung merespons dengan rencana besar: cetak biru sepak bola nasional untuk Piala Dunia 2030! #TimnasIndonesia #Prabowo #ErickThohir #PD2030[SOCIAL_TG]: 🇮🇩 Erick Thohir tanggapi keresahan Presiden Prabowo soal Timnas gagal ke Piala Dunia 2026. "Kami akan kerja siang malam untuk Piala Dunia 2030!" 🔥⚽
Comments (0)