Timnas Mesir Disambut Hangat usai Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Kepulangan Bersejarah Sang Firaun Tim Nasional (Timnas) Mesir tiba di Bandara New Alamein, Mesir, pada Jumat (10/7) dan disambut histeris ribuan pendukung
Kepulangan Bersejarah Sang Firaun
Tim Nasional (Timnas) Mesir tiba di Bandara New Alamein, Mesir, pada Jumat (10/7) dan disambut histeris ribuan pendukung. Euforia meluap karena pasukan Mohamed Salah baru saja mencatat pencapaian tertinggi sepanjang sejarah negara itu di Piala Dunia 2026.
"Ini adalah momen yang tidak akan pernah kami lupakan. Kami telah menulis ulang sejarah sepakbola Mesir, dan sambutan ini membuat semua kerja keras terasa terbayar," ujar Salah sesaat setelah turun dari pesawat dengan mata berkaca-kaca.
Mesir secara mengejutkan melaju hingga babak semifinal, sebelum akhirnya dihentikan oleh Argentina. Meski gagal ke final, pencapaian ini memecahkan rekor sebelumnya, di mana langkah terbaik Mesir hanyalah babak 16 besar pada 1934, 1990, dan 2018.
Kronologi Perjalanan Bersejarah Mesir
Berikut perjalanan dramatis Mesir sepanjang turnamen yang menggemparkan dunia:
- Fase Grup (20-28 Juni): Mesir tergabung di Grup C bersama Portugal, Meksiko, dan Selandia Baru. Secara mengejutkan, mereka menaklukkan Meksiko 2-1 dan menahan Portugal 1-1, memastikan lolos sebagai runner-up grup.
- Babak 16 Besar (4 Juli): Menghadapi Kroasia, laga berakhir 2-2 dan Mesir menang adu penalti 5-4. Mohamed Salah mencetak dua gol dan menjadi algojo penentu.
- Perempat Final (8 Juli): Mesir mengalahkan Belanda 1-0 lewat gol tunggal Omar Marmoush di menit ke-89. Pertahanan solid di bawah komando Ahmed Hegazy menjadi kunci.
- Semifinal (11 Juli): Mesir kalah tipis 2-1 dari Argentina. Meski demikian, gol Salah di menit akhir menyamakan kedudukan sempat membangkitkan harapan sebelum Messi mencetak gol kemenangan.
Sambutan Merakyat di Bandara New Alamein
Ribuan suporter, termasuk keluarga pemain, pejabat federasi, dan warga biasa, memadati area kedatangan sejak pukul 15.00 waktu setempat. Mereka membawa bendera, drum, dan kembang api. Alunan lagu kebangsaan "Bilady, Bilady, Bilady" berkumandang saat para pemain muncul.
Menteri Pemuda dan Olahraga Mesir, Ashraf Sobhi, menyambut langsung dan menyebut tim ini sebagai "generasi emas". "Kalian telah menyatukan 100 juta rakyat Mesir dan mengharumkan nama bangsa di mata dunia," katanya dalam pidato singkat di terminal VIP.
Pemain muda Omar Marmoush, yang tampil cemerlang dengan 3 gol sepanjang turnamen, menjadi salah satu yang paling diserbu penggemar. Sementara itu, Salah menahan air mata saat melihat poster raksasa bertuliskan "Singa Sahara, Sang Legenda".
Dampak Luas bagi Sepakbola Afrika
Keberhasilan Mesir menembus empat besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dianggap sebagai tonggak baru sepakbola Afrika. Sebelumnya, hanya Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Maroko (2022) yang pernah mencapai semifinal dari benua hitam. Kini, Mesir menjadi negara Afrika keempat yang melakukannya, dan melakukannya dengan permainan ofensif yang menghibur.
Ketua Federasi Sepakbola Mesir, Gamal Allam, mengonfirmasi bonus total 5 juta dolar AS untuk tim dan menyatakan akan mengusulkan pembangunan pusat pelatihan nasional baru sebagai kelanjutan program jangka panjang. "Ini bukan akhir, tapi awal kebangkitan kami," tegasnya.
Media internasional turut memuji. L'Équipe Prancis menulis, "Mesir bukan lagi sekadar tim satu pemain. Mereka adalah mesin yang terorganisir dan berbahaya." Sementara BBC Sport menyebutnya sebagai "dongeng yang nyaris sempurna".
[SOCIAL_TWEET]: Sejarah! Timnas Mesir kembali ke tanah air disambut bak pahlawan setelah tembus semifinal Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya. Selamat, Firaun! 🇪🇬 #Mesir #PialaDunia2026 #Salah #GenerasiEmas[SOCIAL_TG]: 🏆🇪🇬 Bersejarah! Timnas Mesir pulang dengan kepala tegak setelah ukir sejarah di semifinal Piala Dunia 2026. Sambutan hangat di bandara bukti cinta rakyat. Cerita lengkapnya di sini!
Comments (0)