Sep 13, 2026
Hukum

DENPASAR — Minat Siswa SMP Melestarikan Seni Dharmagita Meningkat Pesat

Di ruang-ruang kelas yang biasanya diwarnai riuh perbincangan gawai dan tren media sosial, alunan nada suci keagamaan Hindu kini menyeruak dengan penuh khi

DENPASAR — Minat Siswa SMP Melestarikan Seni Dharmagita Meningkat Pesat

Di ruang-ruang kelas yang biasanya diwarnai riuh perbincangan gawai dan tren media sosial, alunan nada suci keagamaan Hindu kini menyeruak dengan penuh khidmat. Fenomena menarik tengah terjadi di Kota Denpasar, Bali. Ketika generasi muda kerap dituding semakin terasing dari akar budayanya akibat arus digitalisasi yang masif, puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) justru menunjukkan kecintaan mendalam terhadap dharmagita—seni melantunkan kidung suci dan sastra keagamaan Hindu.

Penelusuran tim liputan di lapangan mendapati bahwa kecenderungan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan gerakan regenerasi budaya yang bertumbuh konsisten dalam tiga tahun terakhir. Sekolah seperti SMPN 15 Denpasar dan SMPN 11 Denpasar menjadi basis penting tempat generasi Z ini mengasah keahlian olah vokal sakral spiritual tersebut.

Strategi Pembinaan di SMPN 15 Denpasar

Di SMPN 15 Denpasar, sebanyak 23 siswa secara aktif mendaftarkan diri dan tekun mengikuti kegiatan Utsawa Dharmagita. Kegiatan latihan rutin diadakan setidaknya satu kali dalam sepekan. Namun, kunci keberhasilan mempertahankan minat para siswa ini terletak pada ekosistem apresiasi yang dibangun oleh pihak sekolah.

Kepala SMPN 15 Denpasar, Dra. Ni Wayan Purnasih, mengungkapkan bahwa pihak sekolah memberikan panggung yang luas serta fasilitas yang memadai bagi para siswa untuk menyalurkan bakat mereka, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

“Siswa kami sangat termotivasi mengikuti ekstrakurikuler Utsawa Dharmagita karena dalam setiap kegiatan, baik latihan maupun lomba, sekolah sangat mendukung dan mengapresiasi siswa yang mendapat juara,” ujar Ni Wayan Purnasih.

Para siswa tidak hanya mendekam di ruang latihan, tetapi dilibatkan langsung sebagai pengisi acara ritual keagamaan seperti piodalan Saraswati, hari raya Purnama, dan Tilem. Panggung riil ini dipadukan dengan partisipasi aktif dalam ajang kompetisi berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kota, hingga provinsi Bali—termasuk Bulan Bahasa Bali, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Pesta Kesenian Remaja (PSR), hingga ajang utama Utsawa Dharmagita.

Perbandingan Data Partisipasi Siswa

Berikut adalah potret partisipasi dan ruang lingkup pembinaan seni tradisional Hindu di dua sekolah menengah di Denpasar:

Nama Sekolah Jumlah Siswa Aktif Fokus Ekstrakurikuler Pimpinan Sekolah
SMPN 15 Denpasar 23 Siswa Utsawa Dharmagita (Pelantunan Kidung Suci) Dra. Ni Wayan Purnasih
SMPN 11 Denpasar 20 Siswa Dharmasastra (Kidung, Nyurat Aksara, Susastra, Pidarta) Komang Anggraeni

Ekosistem Tradisi di SMPN 11 Denpasar

Fenomena serupa juga terpantau di SMPN 11 Denpasar. Sekolah ini mengemas seni tradisi dalam wadah ekstrakurikuler dharmasastra yang lebih luas, mencakup pelantunan dharmagita, seni nyurat (menulis) aksara Bali, penjelajahan susastra Hindu, hingga seni berpidato (pidarta). Sebanyak 20 siswa tercatat aktif mengasah kemampuan literasi keagamaan dan kebudayaan ini.

Kepala SMPN 11 Denpasar, Komang Anggraeni, mengonfirmasi bahwa angka keikutsertaan peserta didik terus merangkak naik setiap tahunnya. Keberhasilan sekolah menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan berkesinambungan terbukti mampu menyaingi daya tarik media sosial di mata para remaja tersebut.

Kehadiran generasi muda yang mahir melantunkan dharmagita menjadi benteng krusial dalam menjaga eksistensi nilai-nilai spiritualitas Bali. Ketika ritme kehidupan modern semakin cepat, lantunan ayat dan kidung suci dari tenggorokan para siswa SMP ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal Bali tidak pernah kehilangan daya pikatnya di mata generasi penerus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User