Sep 13, 2026
Hukum

DENPASAR — Buruh Proyek Tewas Pertikaian, Polisi Periksa 11 Saksi

Malam di RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah, Denpasar, berubah menjadi sunyi yang mencekam ketika detak jantung AW (24) akhirnya berhenti tepat pukul 19.30 WITA.

DENPASAR — Buruh Proyek Tewas Pertikaian, Polisi Periksa 11 Saksi

Malam di RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah, Denpasar, berubah menjadi sunyi yang mencekam ketika detak jantung AW (24) akhirnya berhenti tepat pukul 19.30 WITA. Pemuda yang menggantungkan nasibnya pada kerasnya dinding-dinding beton proyek pembangunan itu tak mampu bertahan setelah mengalami luka parah akibat bentrokan berdarah di tempat peristirahatannya. Tragedi yang meletus di mess pekerja proyek pembangunan PT Tunas Jaya Sanur, Kuta Selatan, kini menyisakan aroma kecurigaan tebal yang mendorong aparat kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas dugaan tindak pidana tersebut.

Kematian AW bukan sekadar angka dalam catatan kriminalitas urban Bali. Peristiwa ini membuka tabir buram mengenai ketegangan laten yang rentan terjadi di lingkungan barak-barak buruh migran proyek konstruksi. Jenazah pemuda 24 tahun itu kini masih disemayamkan di kamar jenazah rumah sakit rujukan terbesar di Bali tersebut, menunggu proses medis lanjutan guna menyingkap tabir kegelapan di balik detik-detik terakhir nyawanya melayang.

Jejak Darah dan Barang Bukti di Mess Pekerja

Penyidikan yang membelit kasus pertikaian maut ini langsung diambil alih oleh tim gabungan Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan. Garis polisi dibentangkan mengelilingi barak pekerja tempat peristiwa naas itu terjadi. Dalam penelusuran olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas tak hanya mengumpulkan serpihan informasi, tetapi juga mengamankan benda-benda tajam dan tumpul yang diduga kuat menjadi instrumen pencabut nyawa.

Hingga Sabtu (12/9/2026), kepolisian mengonfirmasi telah mengamankan 11 orang saksi untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dari lokasi kejadian, penyidik menyita barang bukti krusial berupa satu bilah pisau dan dua potongan besi pipa yang dipenuhi bekas benturan.

“Saat ini penyidik telah mengamankan 11 orang untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Jenazah AW masih disemayamkan di kamar jenazah RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah Denpasar,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Seriusnya penanganan kasus ini terlihat dari turun tangan langsung pejabat utama kepolisian daerah setempat. Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widhiarta, didampingi Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam, menyisir langsung lokasi proyek pada Jumat (11/9/2026) guna memastikan tidak ada celah pembuktian yang terlewatkan.

Desakan Otopsi dan Mencari Keadilan Medis

Di tengah duka yang mendalam, pihak keluarga korban menolak pasrah pada narasi kematian yang belum benderang. Ayah kandung AW secara resmi telah melayangkan surat permohonan persetujuan tindakan otopsi kepada tim penyidik Polresta Denpasar. Langkah hukum dan medis ini diambil demi memastikan konstruksi pasal pidana yang akan disangkakan kepada para pelaku kelak.

“Salah satu korban berinisial AW, 24, meninggal dunia sekitar pukul 19.30 Wita di rumah sakit. Pihak keluarga korban melalui ayah kandung AW telah mengajukan permohonan persetujuan untuk dilakukan otopsi,” lanjut Iptu Adi menyuarakan perkembangan resmi penyidikan.

Langkah otopsi dipandang sangat menentukan oleh para praktisi hukum. Secara forensik, hasil visum et repertum dan otopsi akan memetakan secara presisi apakah kematian AW diakibatkan oleh sabetan benda tajam, hantaman pipa besi, atau kombinasi dari benturan fatal yang merusak organ vitalnya.

Rincian Temuan Lapangan dan Identifikasi Kasus

Untuk memetakan penanganan perkara yang menyita perhatian publik di kawasan Kuta Selatan ini, berikut adalah resume fakta hukum yang berhasil dihimpun penyidik sejauh ini:

Parameter Perkara Detail Temuan Kepolisian
Korban Meninggal AW (24 Tahun), meninggal di RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah
Lokasi Kejadian Mess Pekerja Proyek PT Tunas Jaya Sanur, Kuta Selatan
Barang Bukti Disita 1 Bilah Pisau tajam, 2 Potong Besi Pipa
Terperiksa/Saksi 11 Orang pekerja dan saksi di area proyek
Tindakan Lanjutan Proses Otopsi Forensik atas persetujuan keluarga

Fenomena bentrokan di lingkungan mess pekerja proyek acap kali dipicu oleh eskalasi konflik interpersonal yang tak terselesaikan, tekanan kerja tinggi, hingga minimnya pengawasan lingkungan tempat tinggal buruh. Penyelidikan yang mendalam dan transparan dari Polresta Denpasar menjadi kunci utama untuk memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban serta mencegah terulangnya kekerasan serupa di kawasan industri pembangunan Bali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User