Sep 01, 2026
Bisnis

Daya Tarik Danantara Housing Expo: Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama dengan 300 Akad KPR

Geliat pameran properti nasional kembali menunjukkan sinyal positif terhadap pemulihan sektor perumahan di Indonesia. Danantara Housing Expo yang diselenggarakan di Jakarta berhasil menarik perhatian ...

Daya Tarik Danantara Housing Expo: Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama dengan 300 Akad KPR

Geliat pameran properti nasional kembali menunjukkan sinyal positif terhadap pemulihan sektor perumahan di Indonesia. Danantara Housing Expo yang diselenggarakan di Jakarta berhasil menarik perhatian 10.000 pengunjung pada hari pertama penyelenggaraannya, Minggu (15/6/2025). Angka tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap kepemilikan rumah, terlebih pameran ini menghadirkan 130 tenan dari berbagai pengembang dan lembaga keuangan.

Sinergi Program 3 Juta Rumah dan Akselerasi KPR

Pameran ini hadir sebagai bagian dari dukungan terhadap program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Kementerian Perumahan Rakyat dalam laporan triwulanan mencatat bahwa kebutuhan rumah layak huni di Indonesia masih mencapai angka defisit yang signifikan, yakni sekitar 12,7 juta unit berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2024. Dalam konteks inilah Danantara Housing Expo memainkan peran strategis sebagai platform mempertemukan calon pembeli dengan pengembang dan perbankan.

Sepanjang hari pertama, tercatat 300 akad KPR berhasil direalisasikan oleh berbagai bank peserta pameran. Angka ini menunjukkan bahwa instrumen Kredit Pemilikan Rumah tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memiliki hunian. Di sisi lain, fenomena tersebut juga mengindikasikan bahwa likuiditas perbankan di sektor perumahan masih terjaga, didorong oleh kebijakan loan-to-value yang longgar dan suku bunga KPR yang kompetitif.

Pro dan Kontra: Apakah Pameran Cukup untuk Dongkrak Sektor Properti?

Pro: Para ekonom menilai pameran properti seperti ini memiliki dampak berganda bagi perekonomian. Pertama, event ini menjadi trigger bagi pertumbuhan sektor konstruksi dan industri pendukungnya. Kedua, akad KPR massal dapat meningkatkan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sehat jika asesmen risiko dilakukan dengan ketat. Ketiga, dari perspektif makroekonomi, peningkatan transaksi properti berkontribusi terhadap pertumbuhan PDB sektor konstruksi yang pada kuartal pertama 2025 tumbuh sebesar 4,8% year-on-year.

Kontra: Namun, terdapat kekhawatiran dari beberapa analis mengenai keberlanjutan tren ini. Pertama, valuasi properti di beberapa kota besar yang sudah terlalu tinggi dapat menjadi hambatan bagi masyarakat berpenghasilan menengah untuk mengakses KPR. Kedua, potensi capital outflow dari sektor riil ke instrumen keuangan lain jika suku bunga acuan Bank Indonesia kembali dinaikkan. Ketiga, program 3 juta rumah masih menghadapi tantangan besar terkait ketersediaan lahan dan infrastruktur pendukung di lokasi yang terjangkau.

Fundamental Sektor Properti Menjelang Paruh Kedua 2025

Berdasarkan data OJK per Mei 2025, total outstanding KPR di Indonesia mencapai Rp2.890 triliun, meningkat 8,3% year-on-year. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap hunian tetap kuat di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Tren ini diperkuat oleh data Bank Indonesia yang menunjukkan indeks harga properti residensial naik 3,2% pada kuartal pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di satu sisi, pameran seperti Danantara Housing Expo berhasil menciptakan sentimen positif bagi pasar properti domestik. Event ini membuktikan bahwa masyarakat tidak kehilangan minat terhadap investasi properti, asalkan ditawarkan dengan skema pembayaran yang fleksibel dan harga yang terjangkau. Di sisi lain, para pemangku kepentingan perlu memastikan bahwa lonjakan transaksi di pameran tidak sekadar menjadi fenomena musiman, melainkan bagian dari peningkatan fundamental sektor perumahan jangka panjang.

Ke depan, perhatian utama akan tertuju pada bagaimana pemerintah dan swasta menjaga keseimbangan antara likuiditas perbankan, aksesibilitas masyarakat terhadap KPR, dan keberlanjutan program pembangunan rumah rakyat. Pameran dapat menjadi awal yang baik, namun implementasi di lapangan yang akan menentukan apakah target 3 juta rumah dapat terealisasi sesuai proyeksi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User