DATA Bantah Terlibat Transaksi Saham Protelindo, Komitmen Aturan Free Float
PT Remala Abadi Tbk (DATA) akhirnya membuka suara menanggapi permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dinamika transaksi saham PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelin...
PT Remala Abadi Tbk (DATA) akhirnya membuka suara menanggapi permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dinamika transaksi saham PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada akhir pekan lalu, emiten berkode DATA tersebut menegaskan tidak memiliki keterlibatan sama sekali dalam aksi pengalihan kepemilikan yang sempat memicu volatilitas harga saham Protelindo. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang beredar di pasar selama beberapa hari terakhir mengenai dugaan perubahan struktur pemegang saham utama perusahaan menara telekomunikasi tersebut.
Latar Belakang Transaksi yang Dipertanyakan
Gelombang tanya bermula setelah BEI mengirimkan surat permintaan klarifikasi kepada DATA pada awal pekan ini, menyusul lonjakan volume perdagangan saham Protelindo yang tidak biasa pada sesi pasar negosiasi. Data perdagangan mencatat terdapat transaksi blok senilai Rp1,2 triliun yang melibatkan perpindahan sekitar 250 juta lembar saham, atau setara dengan 8,5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Protelindo. Transaksi dengan harga rata-rata Rp4.800 per saham tersebut memunculkan tanda tanya besar karena dilakukan di luar sesi reguler, dengan pelaku yang identitasnya tidak segera terungkap. Otoritas bursa kemudian mewajibkan seluruh pihak yang diduga berkepentingan untuk menyampaikan keterbukaan informasi guna menjaga integritas pasar.
Sebagai salah satu pemegang saham signifikan di Protelindo—dengan kepemilikan tercatat sebesar 14,7 persen per akhir kuartal pertama 2025—DATA menjadi salah satu pihak yang dimintai penjelasan. Meskipun kepemilikan DATA berada di bawah ambang batas pengendali, posisi strategisnya dalam struktur permodalan Protelindo membuat setiap potensi aksi korporasi selalu menjadi sorotan investor institusi maupun ritel.
Pernyataan Resmi Remala Abadi
Menanggapi surat bernomor S-03421/BEI.PP1/06-2025, manajemen DATA secara tegas menyatakan bahwa perseroan tidak bertindak sebagai penjual maupun pembeli dalam transaksi blok yang dipertanyakan. Direktur Utama DATA dalam keterbukaan informasinya menekankan bahwa seluruh kepemilikan saham perseroan di Protelindo tidak mengalami perubahan, dan tidak ada instruksi atau kuasa yang diberikan kepada pihak mana pun untuk mengalihkan sebagian maupun seluruh porsi saham yang dimiliki.
"Perseroan tidak terlibat dalam transaksi pengalihan saham Protelindo yang terjadi pada tanggal 20 Juni 2025. Kami tegaskan bahwa komitmen investasi kami di sektor infrastruktur telekomunikasi tetap solid dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang," demikian bunyi pernyataan yang ditandatangani oleh jajaran direksi DATA, sebagaimana dipublikasikan melalui laman keterbukaan informasi BEI. Pernyataan ini juga mengonfirmasi bahwa tidak terdapat perubahan pengendalian, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap Protelindo yang berasal dari pihak DATA.
Komitmen Terhadap Free Float dan Tata Kelola
Lebih lanjut, DATA menegaskan kembali komitmennya terhadap pemenuhan ketentuan jumlah saham beredar di publik (free float) sebagaimana diatur dalam Peraturan BEI Nomor I-A tentang Pencatatan Saham. Berdasarkan data per 31 Mei 2025, porsi saham DATA yang dimiliki oleh publik non-pengendali dan tidak terafiliasi mencapai 12,8 persen, masih berada di atas batas minimal 7,5 persen yang disyaratkan oleh bursa. Perseroan menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk mengurangi porsi tersebut hingga di bawah ambang batas regulasi.
Komitmen ini sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus mendorong peningkatan likuiditas dan transparansi pasar modal Indonesia. Dengan mempertahankan free float yang memadai, DATA berupaya memastikan bahwa harga saham terbentuk secara wajar melalui mekanisme permintaan dan penawaran yang sehat. Langkah ini juga dinilai mampu memperkuat basis investor institusional yang pada gilirannya meningkatkan bobot saham DATA dalam perhitungan indeks, seperti IDX30 atau LQ45.
Respons Pasar dan Implikasinya
Pasca rilisnya pernyataan resmi DATA, saham Protelindo yang sempat tertekan pada perdagangan Selasa lalu berangsur pulih. Hingga penutupan sesi akhir pekan, harga saham emiten menara tersebut kembali menguat ke level Rp4.920, mendekati posisi sebelum terjadinya transaksi blok kontroversial. Sementara itu, saham DATA sendiri cenderung stabil di kisaran Rp1.150 per saham, menunjukkan bahwa pasar merespons positif ketegasan perseroan dalam meluruskan isu yang beredar.
Analis memperkirakan bahwa transaksi blok kemungkinan besar dilakukan oleh pemegang saham lainnya yang belum mengungkapkan identitasnya, atau bagian dari restrukturisasi portofolio oleh investor asing yang keluar dari posisi. Namun demikian, belum adanya konfirmasi dari pihak terkait masih menyisakan tanda tanya. Pasar kini menanti langkah BEI selanjutnya, termasuk kemungkinan pemanggilan pihak-pihak yang tercatat dalam data kepemilikan efek (KSEI) untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dari sisi fundamental, Protelindo tetap mencatatkan kinerja keuangan yang positif dengan pendapatan kuartal pertama 2025 tumbuh 11,3 persen secara tahunan (year-on-year), ditopang oleh ekspansi menara dan pertumbuhan penyewa. Valuasi saham yang saat ini berada pada rasio harga terhadap laba (PER) 18,7 kali dianggap masih menarik dibandingkan rerata sektor infrastruktur, sehingga minat investor institusi diperkirakan tetap tinggi dalam jangka panjang.
Dengan terangnya posisi DATA, fokus investor kini kembali beralih pada fundamental bisnis dan prospek pengembangan jaringan telekomunikasi 5G yang akan menjadi katalis positif berikutnya bagi industri menara. Sementara itu, pengawasan ketat yang dilakukan BEI atas transaksi material diharapkan mampu memelihara kepercayaan pelaku pasar serta mencegah potensi praktik yang dapat merugikan investor publik.
Comments (0)