Oct 08, 2026
Bisnis

Danantara Siapkan IPO BUMN 2027, Tiga Sektor Jadi Prioritas

Berdasarkan pernyataan resmi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara per akhir 2024, sejumlah perusahaan pelat merah diproyeksikan mencatatkan saham perdana alias initial public offering (IPO) di Bu...

Danantara Siapkan IPO BUMN 2027, Tiga Sektor Jadi Prioritas

Berdasarkan pernyataan resmi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara per akhir 2024, sejumlah perusahaan pelat merah diproyeksikan mencatatkan saham perdana alias initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 2027. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan negara. IPO sendiri merupakan mekanisme penawaran saham kepada publik untuk pertama kalinya, yang membuat kepemilikan perusahaan terbuka bagi investor ritel maupun institusi.

Direksi Danantara menyebut setidaknya tiga sektor bakal menjadi kandidat utama, dengan sektor keuangan menempati posisi terdepan. Dua sektor lain yang disebut masih dalam kajian internal, namun mengarah pada infrastruktur dan energi. Proyeksi ini muncul di tengah tren kinerja emiten BUMN di pasar modal yang tahun ini mencatatkan valuasi cukup kompetitif dibandingkan periode 2019–2021.

Dorongan Transparansi dan Fundamental Perusahaan

Di satu sisi, rencana IPO ini dinilai positif bagi perbaikan fundamental perusahaan pelat merah. Dengan menjadi perusahaan terbuka, BUMN wajib mempublikasikan laporan keuangan secara berkala, mengikuti standar keterbukaan informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta tunduk pada pengawasan publik. Hal ini berpotensi menurunkan risiko praktik korupsi dan meningkatkan efisiensi operasional.

Dari sisi likuiditas pasar, penambahan emiten berkapitalisasi besar dapat memperdalam pasar modal Indonesia. Nilai kapitalisasi bursa saat ini berada di kisaran Rp12.000 triliun, dan kehadiran BUMN baru berpotensi menambah bobot indeks serta menarik dana asing yang selama ini menahan portofolio di negara lain.

"IPO BUMN dapat menjadi katalis penguatan pasar modal, asalkan valuasi dan waktu pelaksanaannya tepat," ujar seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya.

Risiko Sentimen Pasar dan Capital Outflow

Di sisi lain, tidak sedikit pengamat yang mengingatkan risiko eksekusi. Kondisi makroekonomi global masih dibayangi ketidakpastian suku bunga The Fed dan tensi geopolitik yang memicu capital outflow dari negara berkembang. Bila iklim pasar memburuk pada 2027, IPO berukuran besar bisa terserap di bawah harga yang diharapkan, sehingga berpotensi menekan valuasi BUMN lain yang sudah tercatat.

Selain itu, tujuan utama IPO untuk transparansi tidak otomatis terwujud. Tanpa pengawasan berlapis dan independensi direksi, keterbukaan laporan keuangan hanya menjadi formalitas administratif. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) beberapa BUMN juga masih di atas 2 kali, yang menjadi catatan penting bagi investor institusi sebelum masuk ke portofolio jangka panjang.

Proyeksi dan Sektor yang Diperhatikan

Pro: sektor keuangan dinilai paling siap karena telah memiliki standar pelaporan ketat dari regulator. Kontra: sektor energi dan infrastruktur masih menghadapi tantangan profitabilitas akibat fluktuasi harga komoditas dan beban proyek strategis nasional.

Secara year-on-year, indeks saham BUMN pada 2024 mencatatkan kenaikan moderat, namun volatilitasnya masih lebih tinggi dibanding indeks gabungan. Pemerintah menargetkan IPO ini berkontribusi pada penerimaan negara dari sisi dividen dan penurunan ketergantungan pada penyertaan modal negara (PMN) yang selama ini membebani APBN.

Kesimpulannya, rencana IPO BUMN 2027 berada di persimpangan antara peluang memperbaiki tata kelola dan risiko sentimen pasar yang sulit diprediksi. Keberhasilannya sangat bergantung pada persiapan fundamental, pemilihan waktu, serta konsistensi pengawasan OJK dan Kementerian BUMN. Investor disarankan mencermati laporan prospektus secara utuh sebelum mengambil keputusan portofolio.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User