Oct 08, 2026
Bisnis

Arab Saudi Minta RI Kirim Tentara Jaga Makkah dan Madinah, Ditolak Presiden

Permintaan resmi Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia untuk mengirimkan kontingen pasukan guna bertugas menjaga kawasan Makkah dan Madinah resmi ditolak oleh Presiden. Penolakan ini menutup spekulasi ...

Arab Saudi Minta RI Kirim Tentara Jaga Makkah dan Madinah, Ditolak Presiden

Permintaan resmi Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia untuk mengirimkan kontingen pasukan guna bertugas menjaga kawasan Makkah dan Madinah resmi ditolak oleh Presiden. Penolakan ini menutup spekulasi yang sempat berkembang mengenai kemungkinan keterlibatan militer Indonesia dalam penjagaan dua kota suci tersebut. Meski hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai nilai nominal kerja sama pertahanan yang diajukan, sejumlah kalangan menilai isu ini muncul di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang terus mengalami pergeseran tren sejak beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan Data Diplomatik dan Rekam Jejak Kerja Sama Bilateral

Berdasarkan catatan Kementerian Luar Negeri mengenai program beasiswa Arab Saudi yang mengalami kenaikan signifikan dan data OJK terkait aliran dana investasi dari kerajaan tersebut, hubungan Riyadh-Jakarta memang memiliki fundamental yang cukup kuat, khususnya di bidang ekonomi dan keagamaan. Namun, kerja sama di ranah militer memiliki rasio risiko yang jauh berbeda. Di satu sisi, pengiriman tentara ke Makkah dan Madinah dapat memperkuat kerja sama strategis dan membuka peluang adanya transfer teknologi pertahanan serta peningkatan nilai kerja sama ekonomi bilateral yang selama ini didominasi sektor energi dan investasi. Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai langkah itu justru berpotensi menyeret Indonesia ke dalam pusaran konflik geopolitik yang kompleks, terutama karena kedua kota suci tersebut secara historis hanya dijaga oleh pasukan internal kerajaan. Presiden dalam keterangannya menegaskan bahwa komitmen Indonesia kepada dunia Islam, khususnya terkait penyelenggaraan haji dan umrah, tidak perlu diwujudkan dalam bentuk penempatan pasukan tempur.

Pro: Penguatan Diplomasi Pertahanan dan Kedekatan Strategis

Dari perspektif pro, kerja sama militer dengan negara-negara Teluk dapat menjadi instrumen diplomasi yang memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Arab Saudi dikenal sebagai mitra dagang utama dengan nilai perdagangan bilateral yang mencapai puluhan miliar dolar AS dalam periode year-on-year. Sejumlah analis menilai bahwa kedekatan di sektor pertahanan biasanya diikuti oleh peningkatan aliran investasi langsung, yang pada akhirnya dapat memperkuat likuiditas dan stabilitas nilai tukar rupiah, terutama ketika menghadapi tekanan capital outflow. Selain itu, kerja sama semacam ini juga dapat membuka akses bagi industri pertahanan dalam negeri untuk mendapatkan transfer teknologi dan pelatihan bersama yang selama ini masih menjadi keterbatasan dalam portofolio alutsista nasional.

Kontra: Risiko Geopolitik dan Beban Fiskal yang Signifikan

Namun dari perspektif kontra, pengiriman pasukan ke luar negeri memerlukan biaya logistik dan operasional yang tidak sedikit. Anggaran pertahanan dalam APBN rata-rata berada pada kisaran 0,7 hingga 0,9 persen dari PDB, jauh di bawah standar global. Menempatkan pasukan di wilayah dengan suhu ekstrem dan dinamika keamanan yang berfluktuasi berpotensi membebani fiskal serta mengganggu proyeksi belanja negara. Selain itu, Indonesia secara historis menganut politik luar negeri bebas aktif, yang berarti pengiriman pasukan tempur untuk menjaga wilayah negara lain dapat menimbulkan persepsi keberpihakan terhadap blok geopolitik tertentu. Sentimen pasar juga dapat terpengaruh apabila langkah tersebut dipandang berisiko menyeret Indonesia ke dalam ketegangan regional, meski selama ini hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi relatif stabil.

Penolakan ini memperlihatkan bahwa Indonesia tetap konsisten menjaga prinsip bebas aktif dalam politik luar negerinya, tutur seorang pengamat hubungan internasional.

Dari sisi valuasi kerja sama bilateral, penolakan bukan berarti menutup pintu kolaborasi. Kerja sama di bidang pendidikan, investasi, dan pelayanan haji-umrah masih dapat terus ditingkatkan. Keputusan ini menegaskan bahwa hubungan baik dengan negara sahabat tidak harus diwujudkan melalui kehadiran militer di wilayah yang secara historis dilindungi oleh aturan internal kerajaan. Publik kini menunggu arah kerja sama lanjutan yang lebih konkret di sektor ekonomi dan keagamaan sebagai pengganti wacana penempatan pasukan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User