Aug 25, 2026
Bisnis

Danantara Housing Targetkan Penjualan 12.500 Unit Properti BUMN

Berdasarkan data Kementerian Badan Usaha Milik Negara per Mei 2026, akumulasi aset residensial milik perusahaan pelat merah yang belum terserap pasar mencapai 12.500 unit, terdiri dari rumah tapak dan...

Danantara Housing Targetkan Penjualan 12.500 Unit Properti BUMN

Berdasarkan data Kementerian Badan Usaha Milik Negara per Mei 2026, akumulasi aset residensial milik perusahaan pelat merah yang belum terserap pasar mencapai 12.500 unit, terdiri dari rumah tapak dan apartemen di berbagai kota besar. Angka ini meningkat 17,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan tekanan likuiditas yang dihadapi sejumlah BUMN properti. Kondisi tersebut mendorong perlunya terobosan instrumen untuk menggerakkan kembali perputaran aset negara.

Cetak Biru Danantara Housing

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah memfinalisasi program Danantara Housing. Inisiatif ini dirancang sebagai kendaraan khusus yang akan memasarkan langsung unit-unit properti menganggur milik BUMN kepada konsumen ritel maupun investor institusi. Rosan menjelaskan, skema yang diusung bukan sekadar penjualan konvensional, melainkan menggabungkan insentif fiskal berupa pembebasan pajak pertambahan nilai dan subsidi bunga kredit pemilikan rumah melalui kerja sama dengan perbankan nasional.

Dari sisi fundamental, program ini diharapkan memperbaiki rasio perputaran aset tetap BUMN yang saat ini tercatat 0,23 kali, jauh di bawah rata-rata industri properti swasta sebesar 0,41 kali. Dengan menurunkan harga jual hingga 15 persen di bawah harga pasar melalui eliminasi biaya pemasaran berlapis, Danantara Housing membidik penjualan setidaknya 7.000 unit dalam dua belas bulan pertama. Target itu dinilai ambisius mengingat rata-rata penjualan properti BUMN per tahun hanya berkisar 2.800 unit selama tiga tahun terakhir.

Dua Sisi Dampak terhadap Pasar

Di satu sisi, peluncuran Danantara Housing mendapat sambutan positif dari kalangan pengembang swasta yang melihat program ini sebagai katalis pembersihan stok yang selama ini membebani neraca BUMN. Likuiditas yang kembali mengalir, menurut mereka, dapat dipakai untuk membiayai proyek infrastruktur prioritas tanpa menambah utang baru. Konsumen pun diuntungkan oleh harga yang lebih terjangkau, terutama di segmen menengah bawah yang mengalami backlog perumahan sekitar 12,7 juta unit berdasarkan data BPS.

Di sisi lain, sejumlah analis properti mengkhawatirkan efek distorsi pasar. Pelepasan ribuan unit secara serentak dengan diskon signifikan berpotensi menekan indeks harga properti residensial nasional yang pada kuartal pertama 2026 masih tumbuh tipis 2,1 persen secara tahunan. "Jika tidak dikelola dengan mekanisme pelepasan bertahap, oversupply artifisial ini bisa mengoreksi valuasi pasar sekunder hingga 8 persen," demikian kekhawatiran yang mengemuka dari komunitas penilai aset. Kekhawatiran lain muncul dari sisi pendanaan: Danantara harus memastikan kapasitas fiskal yang memadai untuk menyerap kembali unit yang tidak laku tanpa mengganggu arus kas operasional induk.

Strategi Pelepasan dan Mitigasi Risiko

Untuk meredam gejolak, manajemen Danantara disebut tengah merancang sistem pelepasan secara terukur. Setiap kuartal, hanya 25 persen dari total inventaris yang akan dilempar ke pasar, disertai evaluasi harga berdasarkan indeks permintaan wilayah. Selain itu, sebagian unit akan dialihkan ke program sewa-beli bagi pekerja formal dengan pendapatan tetap di bawah Rp8 juta per bulan, segmen yang selama ini sulit mengakses kredit konvensional. Skema ini diperkirakan menyerap 2.000 unit tambahan tanpa membanjiri pasar jual beli.

Pemerintah juga menyiapkan instrumen pembiayaan campuran antara dana internal BUMN dan obligasi bertema perumahan yang akan diterbitkan melalui Danantara. Proyeksi imbal hasil obligasi itu berada di kisaran 6,8 persen, cukup atraktif bagi investor institusi domestik. Jika realisasi berjalan sesuai proyeksi, program ini dapat menurunkan rasio aset menganggur BUMN dari 34 persen menjadi 21 persen pada akhir 2027, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor properti nasional yang ditargetkan mencapai 4,5 persen tahun depan. Dengan segala perdebatan yang menyertainya, Danantara Housing akan menjadi uji penting bagi efektivitas konsolidasi aset negara dalam merespons dinamika pasar properti yang kian menantang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User