Ade Yasin: Profil dan Kinerja Bupati Bogor yang Diberhentikan karena Kasus Hukum

Ade Yasin: Profil dan Kinerja Bupati Bogor yang Diberhentikan karena Kasus Hukum Ade Yasin adalah politisi yang menjabat sebagai Bupati Bogor sejak dilantik pada 30 Desember 2018. Ia merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memenangkan

Ade Yasin: Profil dan Kinerja Bupati Bogor yang Diberhentikan karena Kasus Hukum

Ade Yasin: Profil dan Kinerja Bupati Bogor yang Diberhentikan karena Kasus Hukum

Ade Yasin adalah politisi yang menjabat sebagai Bupati Bogor sejak dilantik pada 30 Desember 2018. Ia merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memenangkan Pilkada Kabupaten Bogor 2018 berpasangan dengan Iwan Setiawan. Perjalanan kepemimpinannya berakhir prematur pada 19 September 2022, setelah ia diberhentikan tetap oleh Menteri Dalam Negeri menyusul putusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dalam kasus suap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat. Kasus ini menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah pemerintahan daerah di Kabupaten Bogor.

Profil dan Latar Belakang

Ade Yasin lahir di Bogor pada 29 Mei 1968. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Sebelum terjun ke dunia politik, Ade Yasin aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bogor. Karir politiknya dibangun dari struktur partai, menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Bogor. Sebelum terpilih sebagai bupati, ia menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bogor selama dua periode (2009–2014 dan 2014–2018) dan sempat menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Pada Pilkada 2018, pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan meraih 912.221 suara atau 41,12 persen dari total suara sah, mengalahkan empat pasangan calon lainnya.

Program Unggulan dan Kinerja

Selama masa jabatannya yang singkat, Ade Yasin menggulirkan beberapa program unggulan. Pertama, program Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha) yang bertujuan mencetak minimal satu penghafal Al-Quran di setiap desa. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, hingga akhir 2021, program ini telah menjaring lebih dari 1.200 peserta dari 416 desa, dengan 435 santri dinyatakan lulus sebagai hafidz 30 juz. Program ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp7,5 miliar pada APBD 2020.

Kedua, pengembangan sektor pariwisata melalui program Visit Bogor Regency. Ade Yasin menetapkan 27 desa wisata prioritas, dengan target kunjungan wisatawan mencapai 8 juta orang per tahun. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencatat, sebelum pandemi, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor pada 2019 mencapai 7,3 juta orang, naik 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Sektor ini menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp189 miliar pada tahun yang sama.

Tantangan dan Kontroversi

Kontroversi terbesar yang menimpa Ade Yasin adalah Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 27 April 2022. Ia ditangkap bersama sejumlah pejabat Pemkab Bogor terkait dugaan suap kepada auditor BPK Perwakilan Jawa Barat senilai Rp1,024 miliar. Suap ini diduga diberikan untuk memanipulasi temuan audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2021 agar Kabupaten Bogor kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Setelah melalui proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Ade Yasin divonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Vonis ini dikuatkan oleh Mahkamah Agung pada tingkat kasasi. KPK juga mengungkapkan bahwa pemberian suap dilakukan melalui perantara menggunakan mata uang asing, dan total barang bukti yang disita dalam kasus ini mencapai Rp1,9 miliar.

Selain kasus hukum, masa kepemimpinan Ade Yasin juga diwarnai pandemi COVID-19 yang memberikan tekanan berat pada fiskal daerah. Pendapatan asli daerah mengalami kontraksi hingga 18 persen pada tahun 2020, memaksa pemotongan anggaran di hampir seluruh satuan kerja perangkat daerah. Penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi menjadi dua isu yang belum sepenuhnya tertangani sebelum ia akhirnya diberhentikan. Pasca pemberhentian Ade Yasin, jabatan Bupati Bogor resmi diisi oleh Iwan Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai wakil bupati.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User