Wuling Aira EV Meluncur, Jadi Pendamping Setia Air EV

Jakarta, Beritadua.com – Pasar mobil listrik Indonesia kembali bergairah. Setelah sukses dengan Wuling Air EV, pabrikan asal Tiongkok itu bersiap memperken

Wuling Aira EV Meluncur, Jadi Pendamping Setia Air EV

Jakarta, Beritadua.com – Pasar mobil listrik Indonesia kembali bergairah. Setelah sukses dengan Wuling Air EV, pabrikan asal Tiongkok itu bersiap memperkenalkan model terbarunya, Wuling Aira EV, yang diproyeksikan menjadi pendamping sekaligus pelengkap lini produk kendaraan listrik mereka di Tanah Air.

Informasi ini mencuat dalam sebuah acara eksklusif yang digelar Wuling Motors di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (29/8). Dalam kesempatan itu, pihak Wuling memamerkan sosok Aira EV yang mengusung konsep hatchback kompak dengan sentuhan desain futuristis. “Aira EV akan menjadi saudara kandung Air EV, bukan pengganti. Kami ingin memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen yang mendambakan mobilitas ramah lingkungan dengan karakter berbeda,” ujar Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani.

Kronologi Peluncuran dan Pengembangan

  1. Februari 2026: Wuling mulai melakukan uji jalan tertutup prototipe Aira EV di sirkuit internal mereka di Cikarang. Sejumlah spyshot beredar di media sosial menunjukkan siluet mobil dengan lampu LED unik.
  2. Mei 2026: Pendaftaran hak paten desain industri Aira EV terdeteksi di basis data Kementerian Hukum dan HAM, menandakan keseriusan Wuling membawa model ini ke Indonesia.
  3. Juli 2026: Unit pra-produksi pertama menjalani uji homologasi di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor. Hasil pengujian menunjukkan konsumsi daya hanya 12,3 kWh per 100 km.
  4. Agustus 2026: Wuling mengundang awak media untuk melihat langsung Aira EV dalam sesi statis. Publik pun dapat melihat mobil ini di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Spesifikasi Unggulan yang Ditawarkan

Berdasarkan data yang diterima redaksi, Wuling Aira EV dibangun di atas platform global baru GSEV (Global Small Electric Vehicle) yang sama dengan Air EV, namun dengan penyempurnaan di sektor baterai dan fitur. Mobil ini memiliki dimensi panjang 3.200 mm, lebar 1.550 mm, dan tinggi 1.630 mm, sedikit lebih lapang dari Air EV.

  • Baterai lithium iron phosphate (LFP) 31,7 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 330 km dalam sekali pengisian penuh (metode NEDC).
  • Motor listrik bertenaga 40 kW (setara 54 PS) dengan torsi 120 Nm, cukup responsif untuk kebutuhan perkotaan.
  • Teknologi fast charging yang memungkinkan pengisian 10–80% hanya dalam waktu 42 menit.
  • Ruang kabin modular dengan konfigurasi tempat duduk 2+2 yang dapat dilipat rata untuk menambah kapasitas bagasi.
  • Sistem infotainment layar sentuh 10,1 inci dengan konektivitas smartphone dan navigasi daring.

Harga Kompetitif dan Strategi Pemasaran

Meski belum diumumkan secara resmi, sumber internal menyebutkan bahwa Wuling Aira EV akan dibanderol pada kisaran Rp 250 juta – Rp 290 juta (on the road Jakarta). Angka ini menempatkannya di antara Air EV Standard Range dan Long Range, sehingga menjadi opsi bagi konsumen yang menginginkan jarak tempuh lebih jauh tanpa melonjak ke harga yang lebih tinggi.

“Kami melihat ada segmen konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan ruang kabin lebih lega dan fitur lebih lengkap, tapi tetap dengan harga terjangkau. Aira EV adalah jawabannya,” kata Dian menambahkan.

Wuling juga berencana menyediakan opsi kepemilikan dengan skema kredit melalui kerja sama dengan sejumlah bank dan multifinance. Program trade-in khusus bagi pemilik Air EV yang ingin beralih ke Aira EV pun tengah dibahas. Hal ini diharapkan semakin memacu adopsi kendaraan listrik di Indonesia yang ditargetkan mencapai 2 juta unit pada 2030 sesuai peta jalan pemerintah.

Dampak bagi Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Kehadiran Aira EV dinilai akan memperkuat posisi Wuling sebagai pemain dominan di segmen mobil listrik murah. Menurut pengamat otomotif dari Universitas Indonesia, Dr. Indra Putra, strategi peluncuran model pendamping adalah langkah cerdas. “Dengan dua model yang saling melengkapi, Wuling bisa menguasai berbagai sub-segmen tanpa saling mengkanibalisasi. Air EV untuk entry level, Aira EV untuk mereka yang butuh sedikit lebih premium,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan baterai LFP yang bebas kobalt juga memberi nilai tambah dari sisi lingkungan dan keamanan. Proses daur ulang di akhir masa pakai pun lebih sederhana karena kerja sama Wuling dengan perusahaan daur ulang lokal yang telah dirintis sejak 2025.

Masyarakat yang penasaran dapat melihat langsung unit Aira EV di booth Wuling selama ajang GIIAS 2026 yang berlangsung pada 10–20 September 2026. Pemesanan awal (pre-booking) akan dibuka secara daring melalui aplikasi MyWuling+ mulai 1 September 2026 dengan uang muka Rp 15 juta.

[SOCIAL_TWEET]: Wuling resmi perkenalkan Aira EV sebagai pendamping Air EV! Jarak tempuh 330 km, fast charging 42 menit, harga mulai Rp250 jutaan. Pre-booking mulai 1 September. Siap-siap beralih ke listrik? 🚗⚡ #WulingAiraEV #MobilListrikIndonesia #GIIAS2026[SOCIAL_TG]: 🚗⚡ Breaking! Wuling Aira EV resmi diperkenalkan sebagai pendamping Air EV. Spesifikasi: baterai 31,7 kWh, jarak tempuh 330 km, fast charging 42 menit, harga mulai Rp250 juta. Pre-booking 1 September via MyWuling+. #WulingAiraEV

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User