JAKARTA — Dua pemandangan yang tampak berbeda justru menyatu dalam satu narasi besar tentang masa depan Indonesia yang lebih hijau. Di ibu kota, bunga tabebuya bermekaran indah memenuhi sepanjang Jalan Salemba hingga Jalan Kramat, Jakarta Pusat. Sementara itu, di ujung barat Pulau Jawa, Presiden Prabowo Subianto meresmikan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) di kawasan Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Mekarnya tabebuya yang biasanya terjadi pada periode kemarau tahun ini tampil begitu memukau. Kanopi berwarna ungu muda hingga putih itu membentuk terowongan alami di salah satu koridor tertua Jakarta. Warga dan pengguna jalan tak jarang berhenti sejenak untuk memotret pohon-pohon yang rapat berdiri mengelilingi kampus dan permukiman lama di kawasan Senen-Salemba.
Cantiknya Tabebuya Menyusuri Salemba sampai Kramat
Panorama tersebut menjadi daya tarik tersendiri di tengah hiruk pikuk ibu kota. Pejalan kaki dan pesepeda menikmati rimbunnya kelopak yang berguguran menutupi trotoar seperti karpet ungu. Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah titik lain Jabodetabek, namun deretan Jalan Salemba hingga Kramat dinilai paling fotogenik karena pohon tumbuh rapat dan tinggi di kedua sisi jalan.
"Setiap kali musimnya tiba, saya sengaja lewat jalur Salemba. Rasanya seperti berada di luar negeri, langit biru dipagari bunga ungu. Ini hadiah gratis dari kota buat kami," ujar seorang warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Bunga tabebuya memang dikenal hanya mekar beberapa pekan dalam setahun. Pohon asal Amerika Latin ini kerap disebut sebagai "sakura-nya Indonesia" karena karakter kemekarannya yang spektakuler sekaligus singkat. Bagi banyak orang, momen ini menjadi pengingat betapa pentingnya ruang hijau perkotaan di tengah laju pembangunan ibu kota yang terus menanjak.
Prabowo Resmikan Program PLTS Raksasa di Gilimanuk
Tak jauh berbeda dengan semangat pelestarian lingkungan, Presiden Prabowo Subianto melakukan peresmian program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Lokasi tersebut dipilih sarat makna historis, mengingat monumen itu mengenang perjuangan para pahlawan dalam operasi lintas laut pada masa revolusi.
Program pembangkit listrik tenaga surya berskala masif itu ditujukan untuk mempercepat transisi energi nasional. Dengan potensi sinar matahari tropis Indonesia yang melimpah sepanjang tahun, pemerintah menargetkan energi terbarukan menjadi tulang punggung ketahanan listrik di masa depan, sekaligus menekan emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan.
"Ini adalah langkah strategis bangsa ini menuju kemandirian energi. Matahari milik seluruh rakyat Indonesia, dan kita akan memanfaatkannya untuk kemakmuran bersama," ungkap Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian tersebut.
Dua Sisi Satu Tujuan: Indonesia Lebih Hijau
Menariknya, dua peristiwa di lokasi berbeda ini menyiratkan benang merah yang sama. Mekarnya tabebuya di ruang publik Jakarta menunjukkan betapa bernilai sebuah lingkungan yang asri, sementara peresmian PLTS raksasa di Bali memperlihatkan komitmen negara menjaga keberlanjutan itu pada skala energi nasional.
Sejumlah poin penting dari dua peristiwa tersebut:
- Bunga tabebuya bermekaran di sepanjang Jalan Salemba hingga Jalan Kramat, Jakarta Pusat, menjadi wisata visual musiman bagi warga ibu kota.
- Presiden Prabowo Subianto resmi mencanangkan program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
- Program PLTS tersebut diharapkan mempercepat transisi energi serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
- Ruang hijau kota dan energi terbarukan sama-sama menjadi kunci kualitas hidup generasi mendatang.
Para pengamat lingkungan berharap gencarnya program energi surya ini diiringi pula dengan penataan ruang hijau perkotaan. Sebab, sebagaimana tabebuya yang menyegarkan mata warga Jakarta, investasi lingkungan hari ini adalah warisan estetika dan kesehatan bagi anak cucu esok.
Hingga malam, warga masih antre berfoto di bawah pepohonan Salemba, sementara di Bali, panel-panel surya mulai disiapikan menghadap Samudra Hindia. Dua gambar sederhana, satu harapan besar: Indonesia yang tumbuh sekaligus terjaga.
[SOCIAL_TWEET]: Bunga tabebuya bermekaran di Jalan Salemba-Kramat, Jakarta Pusat! Di waktu bersamaan, Presiden Prabowo resmikan PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali. Dua peristiwa, satu tujuan: Indonesia lebih hijau. #Tabebuya #PLTS #EnergiTerbarukan[SOCIAL_TG]: 🌸 Bunga Tabebuya Mekar di Jakarta, Prabowo Resmikan PLTS 100 GWp — Dua peristiwa di ibu kota dan Bali menunjukkan sisi Indonesia yang semakin peduli lingkungan. Baca selengkapnya di Beritadua.com.
Comments (0)