Sep 16, 2026
Nasional

BRICS Desak Penghentian Konflik Timur Tengah dan Sorot Dampak Ekonomi

Ketegangan geopolitik yang terus membara di kawasan Timur Tengah kini memicu alarm peringatan keras dari aliansi ekonomi berkembang terbesar di dunia. Dala

BRICS Desak Penghentian Konflik Timur Tengah dan Sorot Dampak Ekonomi

Ketegangan geopolitik yang terus membara di kawasan Timur Tengah kini memicu alarm peringatan keras dari aliansi ekonomi berkembang terbesar di dunia. Dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung khidmat, para pemimpin blok BRICS secara resmi mengadopsi deklarasi bersama yang menuntut seluruh pihak yang bertikai untuk segera menahan diri dan menghentikan eskalasi militer demi mencegah keruntuhan stabilitas kawasan.

Konflik bersenjata yang berkepanjangan dinilai tidak lagi sekadar menjadi krisis kemanusiaan lokal, melainkan ancaman nyata terhadap keamanan maritim internasional, jalur distribusi energi, dan pertumbuhan ekonomi global yang masih rapuh di tengah fase pemulihan pascapandemi.

Resolusi Bersama dan Dukungan Penuh untuk Palestina

Deklarasi BRICS menempatkan penegakan hukum internasional dan penghentian kekerasan sebagai prioritas mendesak. Blok ini menegaskan kembali komitmen multilateralisme dalam menengahi krisis kemanusiaan yang memburuk di Jalur Gaza dan wilayah sekitarnya. Secara eksplisit, aliansi ini menyuarakan pengakuan penuh terhadap kedaulatan negara Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Stabilitas tatanan internasional tidak dapat dicapai selama hak-hak mendasar suatu bangsa diabaikan dan hukum humaniter terus dilanggar tanpa adanya akuntabilitas yang tegas," demikian petikan sikap kolektif yang disuarakan dalam forum diplomatik tersebut.

Melalui konsensus ini, BRICS mendesak dibukanya koridor bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan implementasi nyata atas solusi dua negara (two-state solution) yang telah lama terhambat oleh konfrontasi berkepanjangan.

Ancaman Rantai Pasok dan Gejolak Pasar Energi

Selain dimensi politik, fokus deklarasi diarahkan pada dampak sistemik yang membayangi stabilitas ekonomi anggota BRICS dan negara-negara berkembang lainnya (Global South). Timur Tengah merupakan episentrum transit jalur logistik laut internasional dan produsen minyak utama dunia.

Sektor Terdampak Dinamika Risiko Dampak Ekonomi Global
Energi & Minyak Mentah Gangguan pada jalur pelayaran strategis Lonjakan inflasi biaya produksi dan bahan bakar
Rantai Pasok Logistik Pengalihan rute kapal kargo komersial Peningkatan tarif premi asuransi dan ongkos kirim
Pasar Keuangan Ketidakpastian investasi dan fluktuasi modal Pelemahan mata uang lokal di negara berkembang

Peningkatan eskalasi militer di kawasan Selat Hormuz maupun Laut Merah dinilai berpotensi menggandakan beban biaya perdagangan antarbenua. Kondisi tersebut memaksa perbankan sentral di berbagai negara menahan suku bunga tinggi lebih lama demi meredam gejolak harga komoditas.

Dorongan Diplomasi Multilateral Baru

Aliansi BRICS menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional agar melepaskan standar ganda dalam menangani krisis Timur Tengah. Pendekatan persuasif dan diplomasi ekonomi dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar yang rasional guna mencegah perang terbuka yang lebih destruktif.

Para delegasi menegaskan bahwa ketahanan ekonomi global mustahil terwujud tanpa adanya jaminan perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah-wilayah yang rentan konflik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User