Oct 19, 2026
Bisnis

BRI Dorong Ekosistem Ekonomi Lokal Lewat MotoGP Mandalika 2026

Berdasarkan data Bank Indonesia dan Kementerian Pariwisata per awal 2026, penyelenggaraan event berskala internasional seperti MotoGP Mandalika diproyeksikan menyumbang tambahan pertumbuhan ekonomi da...

BRI Dorong Ekosistem Ekonomi Lokal Lewat MotoGP Mandalika 2026

Berdasarkan data Bank Indonesia dan Kementerian Pariwisata per awal 2026, penyelenggaraan event berskala internasional seperti MotoGP Mandalika diproyeksikan menyumbang tambahan pertumbuhan ekonomi daerah hingga 1,2โ€“1,8 persen pada kuartal berjalan. Angka ini menjadi acuan penting ketika PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menempatkan dukungan terhadap perhelatan MotoGP Mandalika 2026 bukan sekadar sebagai aktivitas pemasaran, melainkan sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem bisnis yang saling menguatkan antara pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan keberlanjutan.

Mengapa Event Motorsport Menjadi Katalis Ekonomi

Secara fundamental, event motorsport kelas dunia menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang cukup besar. Pengeluaran wisatawan mancanegara dan domestik selama periode balapan biasanya terkonsentrasi pada sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan produk kerajinan lokal. Dalam konteks Mandalika, daerah penyangga seperti Lombok Tengah, Mataram, dan Lombok Barat menjadi penerima langsung limpahan aktivitas ekonomi tersebut.

Di satu sisi, lonjakan permintaan musiman ini mendorong peningkatan omzet UMKM dan menciptakan lapangan kerja temporer. Data historis menunjukkan pada penyelenggaraan sebelumnya, tingkat hunian hotel di kawasan Mandalika dan sekitarnya melonjak di atas 90 persen, sementara transaksi di merchant lokal mengalami kenaikan year-on-year yang signifikan. Di sisi lain, tantangan utama justru muncul setelah event berakhir: bagaimana menjaga keberlanjutan aliran pendapatan agar tidak sekadar bersifat musiman.

Di sinilah peran lembaga keuangan menjadi krusial. Tanpa dukungan likuiditas dan pembinaan yang berkelanjutan, banyak pelaku usaha mikro hanya menikmati lonjakan sesaat tanpa mampu memperkuat fundamental usahanya untuk jangka panjang.

Inklusi Keuangan dan Penguatan UMKM di Sekitar Sirkuit

Dalam kerangka yang lebih luas, pendekatan yang ditempuh BRI menitikberatkan pada tiga pilar: pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan keberlanjutan. Ketiganya dijalankan secara simultan agar dampak penyelenggaraan MotoGP tidak berhenti pada angka kunjungan, tetapi berlanjut pada peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Pro: keterlibatan perbankan dalam ekosistem event besar mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM, memperluas penetrasi layanan keuangan digital, serta mendorong adopsi pembayaran nontunai. Hal ini sejalan dengan tren peningkatan indeks inklusi keuangan nasional yang terus bergerak naik dalam beberapa tahun terakhir. Kontra: sebagian pengamat mengingatkan bahwa tanpa pendampingan yang konsisten, penambahan portofolio kredit ke sektor UMKM berpotensi menimbulkan risiko gagal bayar apabila proyeksi pendapatan pasca-event tidak terealisasi.

Karena itu, strategi yang mengedepankan pelatihan, literasi keuangan, dan pendampingan usaha menjadi penyeimbang penting. Tujuannya jelas, yakni memastikan rasio kredit bermasalah tetap terkendali seiring ekspansi pembiayaan.

"Event besar hanya menjadi katalis awal. Yang menentukan keberlanjutan adalah bagaimana ekosistem keuangan menopang pelaku usaha sebelum, selama, dan setelah event berlangsung," ujar seorang analis perbankan yang memantau sektor UMKM.

Sport Tourism dan Proyeksi Jangka Panjang

Dari kacamata sport tourism, Mandalika memiliki valuasi strategis sebagai destinasi yang menggabungkan wisata alam dan olahraga. Proyeksi jangka panjang menempatkan kawasan ini sebagai salah satu motor penggerak pariwisata nasional, terutama bila infrastruktur pendukung dan konektivitas terus diperbaiki. Sentimen pasar terhadap sektor pariwisata pun cenderung positif, meski tetap rentan terhadap fluktuasi global dan potensi capital outflow yang memengaruhi nilai tukar.

Yang perlu dicermati, keberhasilan tidak bisa diukur hanya dari jumlah penonton atau nilai transaksi selama balapan. Indikator yang lebih relevan adalah pertumbuhan usaha lokal yang bertahan setelah event usai, peningkatan kualitas produk UMKM, serta kemampuan pelaku usaha mengakses layanan keuangan formal secara berkelanjutan.

Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, dan lembaga keuangan menjadi kunci. Pendekatan ekosistem yang menyatukan pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan keberlanjutan berpotensi menjadikan MotoGP Mandalika 2026 bukan sekadar panggung balapan, melainkan momentum penguatan ekonomi lokal yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User