Aug 25, 2026
Bisnis

BRI Dampingi Suhita Lebah Indonesia Bangun Bisnis Madu dari Hulu ke Hilir

Industri madu di Indonesia terus menunjukkan geliat pertumbuhan, terutama di wilayah Lampung yang kaya akan sumber daya hutan. Salah satu usaha yang mencuri perhatian adalah Suhita Lebah Indonesia, ya...

BRI Dampingi Suhita Lebah Indonesia Bangun Bisnis Madu dari Hulu ke Hilir

Industri madu di Indonesia terus menunjukkan geliat pertumbuhan, terutama di wilayah Lampung yang kaya akan sumber daya hutan. Salah satu usaha yang mencuri perhatian adalah Suhita Lebah Indonesia, yang berhasil mengembangkan bisnis madu dari skala rumahan menjadi pemain andal di pasar nasional. Berlokasi di Bandar Lampung, perusahaan ini tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan menjaga kualitas produk dari hulu ke hilir. Dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program pemberdayaan UMKM menjadi katalis penting dalam perjalanan usaha ini.

Mengakar melalui Kemitraan dengan Petani Lokal

Suhita Lebah Indonesia memulai langkahnya dengan menggandeng puluhan peternak lebah di sekitar kawasan hutan Lampung. Saat ini, lebih dari 200 petani mitra terlibat aktif dalam rantai pasok, menjadikan usaha ini sebagai penggerak ekonomi lokal. Setiap petani dibekali pengetahuan tentang teknik budidaya lebah tanpa merusak ekosistem, sehingga produksi madu tetap lestari. “Kami percaya bahwa kesejahteraan petani merupakan fondasi utama bisnis ini. Dengan pendampingan yang tepat, mereka mampu menghasilkan madu berkualitas tinggi sekaligus menjaga alam,” ujar pendiri Suhita Lebah Indonesia. Setiap bulan, rata-rata produksi madu mentah dari mitra mencapai 2,5 ton, yang kemudian diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Model kemitraan ini tidak sekadar membeli hasil panen, tetapi juga memberikan akses pasar yang stabil dan harga yang adil. Petani merasakan peningkatan pendapatan hingga 30 persen dibandingkan sebelum bergabung. Di sisi lain, Suhita Lebah Indonesia memperoleh pasokan bahan baku yang konsisten dan terstandarisasi, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Standar Kualitas dari Sarang hingga Kemasan

Kunci keberhasilan Suhita Lebah Indonesia terletak pada penerapan standar mutu yang ketat. Proses produksi dimulai dari seleksi lokasi sarang yang jauh dari polusi dan pestisida. Panen dilakukan secara selektif dengan tetap menyisakan cadangan pakan bagi lebah, memastikan keberlanjutan koloni. Setelah dikumpulkan, madu mentah menjalani serangkaian pengujian di laboratorium internal, termasuk uji kadar air, enzim diastase, dan kontaminasi logam berat. Hanya madu dengan kadar air di bawah 20 persen yang lolos ke tahap selanjutnya.

Fasilitas pengolahan di Bandar Lampung telah mengantongi sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikasi halal, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keamanan dan kepercayaan konsumen. Suhita Lebah Indonesia juga menerapkan sistem ketertelusuran, di mana setiap botol madu dapat dilacak kembali ke petani dan lokasi sarang asalnya. Hal ini memberikan transparansi penuh dan membangun loyalitas pelanggan. Saat ini, perusahaan memproduksi lebih dari 50.000 botol per bulan, menyasar pasar ritel modern, toko oleh-oleh, hingga platform e-commerce.

Peran BRI dalam Mendorong Skala Usaha

Ekspansi Suhita Lebah Indonesia tidak terlepas dari suntikan modal dan pembinaan yang diberikan oleh BRI. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), perusahaan mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah untuk membeli mesin pengolahan modern dan memperluas gudang penyimpanan. Selain itu, pelatihan manajemen keuangan dan digital marketing yang difasilitasi oleh BRI turut meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha. Dalam kurun waktu satu tahun setelah bergabung dengan program pemberdayaan BRI, omzet Suhita Lebah Indonesia melonjak 45 persen year-on-year menjadi Rp4,2 miliar. Jumlah tenaga kerja yang terserap pun meningkat dari 15 orang menjadi 45 orang dalam dua tahun. Selain itu, perusahaan berhasil meraih sertifikasi organik dari lembaga internasional, membuka peluang ekspor lebih luas.

BRI juga berperan sebagai jembatan bagi Suhita Lebah Indonesia untuk menembus pasar ekspor. Melalui jaringan relasi dan pameran internasional yang diinisiasi BRI, produk madu asal Lampung ini kini telah menjajaki pasar Malaysia dan Singapura. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi antara perbankan dan pelaku UMKM dapat menciptakan dampak ekonomi yang luas, mulai dari petani di desa hingga konsumen mancanegara.

Dengan fundamental usaha yang kokoh, Suhita Lebah Indonesia berencana menggandakan kapasitas produksi dalam dua tahun ke depan. Perusahaan juga akan mengembangkan produk turunan seperti propolis dan sabun madu untuk memperluas portofolio. Target berikutnya adalah menembus pasar Timur Tengah yang memiliki permintaan tinggi akan madu alami. Rencana ini didukung penuh oleh BRI melalui fasilitas pembiayaan ekspor. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan diyakini akan membawa Suhita Lebah Indonesia semakin berdaya saing di kancah global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User